Home » Serial TV » Artikel » 5 Alasan Untuk Menonton Dreaming Back To Qing Dynasty

5 Alasan Untuk Menonton Dreaming Back To Qing Dynasty

Ikuti kita di Google News. Donasi mulai dari Rp2.500 di sini

Terakhir diperbarui pada 27/01/2020 oleh Timotius Ari

Dreaming Back to Qing Dynasty dibintangi beberapa wajah baru dan bersetting selama perang perebutan tahta di antara putra-putra Kaisar Kangxi. Xiao Wei (Landy Li) adalah seorang anak magang di sebuah perusahaan arsitektur. Saat melakukan sejumlah penelitian di sekitar Kota Terlarang untuk sebuah proyek, dia bertemu seorang wanita tua yang memberikan kepadanya sebuah lentera dengan kekuatan misterius. Lentera itu menghubungkan dunia Yinxiang (Pangeran ke-13) dan dunia Xiao Wei setiap kali Yinxiang bermimpi. Akhirnya, Xiao Wei masuk ke dalam dunia Yinxiang untuk bertemu dengannya lagi. Tapi ada tujuan lain kenapa dia kembali ke Dinasti Qing selain bertemu dengan Pangeran ke-13. Drama ini memperoleh perhatian masyarakat karena dibuat berdasarkan novel yang populer. Soompi mengungkapkan ada lima alasan kenapa kalian harus menonton drama ini.

Peringatan: beberapa spoiler kecil di bawah

1. Dibuat oleh tim kreatif Scarlet Heart 

Galeri Video

Para penggemar yang menyukai Scarlet Heart mungkin merasa gembira saat tim kreatif drama itu membuat drama baru berdasarkan era yang sama. Dengan tim yang sama, kalian bisa berharap jika Dreaming Back memiliki OST/soundtrack yang bagus, lokasi syuting yang indah dan kostum yang bagus. Bahkan ada beberapa adegan di mana karakter di dalam Dreaming Back menonton Scarlet Heart. 

Walau kedua drama itu berkisah seputar perang di antara para pangeran untuk perebutan tahta, tapi keduanya mengambil pendekatan berbeda. Dreaming Back to the Qing Dynasty merupakan drama independen alias tidak berhubungan dengan Scarlet Heart. Beberapa pemeran utamanya adalah para bintang baru yang belum dikenali masyarakat. Termasuk Landy Li, pemeran utama. Sepertinya rumah produksi drama ini memakai para bintang baru ini untuk menjangkau penonton yang berusia lebih muda. Jadi para penonton bisa memisahkan drama yang baru ini dengan Scarlet Heart. Selain itu, ada penceritaan ulang terhadap gambaran populer terkait sejarah Dinasti Qing. Jadi penonton memperoleh sesuatu yang segar.

2. Humor yang konyol

Hal ini mungkin menjadi aspek menimbulkan reaksi yang sangat berbeda di antara para penonton.  Sebagai penonton, kalian mungkin akan tertawa karena kekonyolan dan menikmati drama itu sebagai serial yang ringan dan mudah ditonton. Atau kalian akan menontonnya dengan pandangan yang kritis dan tidak menyukai bagian ini. 

Kekonyolan dalam drama ini sebenarnya cocok untuk para pemeran muda dalam drama ini. Mengambil seni cerita yang kurang serius membuat beberapa momen menjadi konyol dan lucu. Walaupun drama ini dipenuhi dengan ketidakkonsistenan logis dan cerita yang ringan, tapi sepertinya Dreaming Back memang sengaja dibuat untuk bernuansa absurd dan lucu. Tentu saja ini semua kembali kepada selera masing-masing penonton. Tapi drama yang ringan membuat Dreaming Back enak untuk ditonton dan bisa menjadi cara melawan stres.  Jadi jika kalian ingin mencari sesuatu yang konyol dan menghibur, mungkin drama ini bisa menjadi acuan.

3. Percintaan imut dalam setting modern dan historis

Percintaan antara pangeran ke-13 dan Xiao Wei begitu imut! Kedua pemeran rupanya hanya terpaut satu tahun dalam usia mereka. Jadi mereka bisa berinteraksi dengan nyaman satu sama lain baik di depan dan di luar layar. Pertemanan mereka di luar kamera tersalurkan dengan baik di depan kamera. Itulah kenapa para penonton suka menonton keduanya. Yang menonjol dalam hubungan Xiao Wei dan Yinxiang adalah hubungan mereka dimulai dari percintaan modern. Saat itu Yinxiang bertemu dengan Xiao Wei dan para karakter modern lainnya lewat mimpi. 

Jarang ada pasangan dari setting masa lampau yang bertemu di era modern kecuali pada akhir drama atau film. Tapi, drama ini berbeda karena justru pertemuan keduanya dimulai pada era modern di mana Xiao Wei hidup. Percintaan di antara keduanya juga berlangsung cukup cepat. Jadi penonton yang tidak suka kisah cinta bertele-tele, kemungkinan kuat akan menyukai drama ini. Tapi ada masa singkat di mana keduanya harus memulai kembali saat Xiao Wei memasuki masa lalu untuk bertemu pangeran ke-13.

4. Persaudaraan yang menarik

Seperti yang diungkap di atas, hubungan antara saudara menjadi bagian dalam cerita. Sekalipun para pangeran ini berperang memperebutkan tahta, ada beberapa di antara mereka yang memiliki hubungan yang baik. Yang menarik adalah ikatan antara Yinxiang dan pangeran ke-14, Yinti (Xin Yun Lai). Walau Yinxian dan Yinti berusia cukup dekat, Yinxiang lebih dekat dengan Yinzhen, pangeran ke-4. Selain itu, Yinxian dan Yinti berada dalam pihak yang berseberangan. Yinti mendukung pangeran ke-8 dibandingkan Yinzhen, kakak kandungnya satu ibu. 

Tapi hubungan di antara pangeran ke-13 dan 14 ini aneh. Secara teknis, pangeran ke-14 adalah tokoh jahat, tapi karakternya berbeda karena dia punya aturan moral sendiri yang dengan teguh dia pegang. Jadi sekalipun dia berpihak pada pangeran ke-8, tapi sesekali dia menolong pangeran ke-4 dan ke-13. Hal inilah yang membuat mereka unik karena mereka adalah rival tapi tetap berteman. 

5. Musuh-musuh yang kuat 

Sekalipun drama ini sesuai dengan sejarah–pangeran ke- 4 dan ke-13 dalam satu pihak dan pangeran ke-8,9, 10 dan 14 di pihak lain. Ada kejutan cerita dalam bentuk Ming Hui, adik Ming Wei. Dia berada di pusat pertarungan di antara para pangeran. Dia adalah penasehat utama grup pangeran ke-8 dan seringkali menjadi dalang rencana jahat untuk mencelakakan pangeran ke-4.

Tapi lagi-lagi ada sisi menarik dalam karakter Ming Hui. Dia diperankan oleh Sun Anke) dan dikisahkan sebagai anak haram dari seorang keluarga bangsawan. Ibu tirinya kerap membully dirinya dan dia mengalami masa kecil yang sulit. Sebagai anak kecil, Ming Hui menyadari pentingnya membela diri sendiri. Tapi sayangnya wanita cantik itu bersikap ekstrim dan menjadi orang jahat yang menghalalkan segala cara untuk mencapai posisi atas. Termasuk dengan cara membunuh musuh terbesarnya, Ming Wei. 

Jadi drama ini memberikan alasan yang jelas kenapa Ming Hui bersikap jahat. Para penonton merasa simpatik terhadap perbuatan Ming Hui sekalipun jahat. Jadi mereka sulit untuk membenci karakter yang satu ini.

Dreaming Back to the Qing Dynasty sendiri sudah selesai tayang. Nah, jika kalian belum menonton drama ini atau ragu menontonnya, mungkin kelima alasan di atas bisa menjadi pertimbangan untuk menonton drama ini. 

Atau kalian sudah menonton drama ini? Jika sudah, bagaimana pendapat kalian? Tulis komentar kalian di bawah.

Dibaca 227 kali, 1 kunjungan hari ini.

1 thought on “5 Alasan Untuk Menonton Dreaming Back To Qing Dynasty”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top