Kenapa Film Fantastic Beasts: The Secrets of Dumbledore Kurang Sukses di China? 

Ikuti kita di Google News. Donasi mulai dari Rp2.500 di sini

Terakhir diperbarui pada 13/04/2022 oleh Timotius Ari

Sebuah sekuel memang bisa menjadi pedang bermata dua. Kepopuleran film sebelumnya bisa menolong membangun basis penonton dan berpotensi meningkatkan profit. Tapi jika sekuelnya tidak dikelola dengan baik, maka reputasi seluruh franchise bisa rusak. 

Galeri Video

Ada saran jika film Fantastic Beasts yang berikutnya bisa menciptakan cerita yang relatif independen dari film sebelumnya. Jadi para penonton bisa menikmati film-film berikutnya tanpa perlu menonton film sebelumnya. Formula seperti ini dipakai dalam franchise film Transformers dan Mission: Impossible. 

Masa liburan besar kedua di China untuk 2022 sudah selesai. Tapi masih belum ada film Hollywood yang berhasil memecahkan rekor box office di negara itu. Model film yang sebelumnya terlalu bergantung pada sekuel mengalami reaksi yang negatif di bawah pengaruh pandemi. 

Contohnya adalah film The Batman. Sekalipun diadaptasi dari cerita yang sudah dikenal masyarakat, performa box office film ini lemah di China. 

Jadi saat ini, masalah besar yang dialami para perusahaan film besar di Hollywood adalah menciptakan film komersial yang bisa diterima dengan baik dalam skala global. 

Sumber: Global Times. 

Dibaca 46 kali, 1 kunjungan hari ini.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top