Kepopuleran Drama China Meledak di Thailand dan Negara Lain

Ikuti kita di Google News. Donasi mulai dari Rp2.500 di sini

Terakhir diperbarui pada 07/01/2023 oleh Timotius Ari

“Sekalipun kami belum bisa menggelar aktivitas promosi offline setelah 2020 karena pandemi, jumlah pelanggan kami terus bertumbuh dengan stabil setiap tahunnya,” terang Wang.

Galeri Video

Platform video streaming China lainnya seperti iQiYi, Youku dan Mango TV juga merilis layanan di luar negeri. Mereka memilih Thailand sebagai lokasi kunci untuk menjalankan bisnis mereka.

Pada Juni 2019, iQiYi merilis versi internasional mereka dan fokus untuk memperkenalkan drama cinta ke pasar Asia Tenggara. Mango TV berkata mereka membangun pusat komunikasi di Asia Tengara untuk mendukung pasar luar negeri setelah bekerja sama dengan stasiun TV di Laos.

Menurut laporan Media Partners Asia, WeTV menyumbang 22 persen pasar streaming di Thailand. Sedangkan Netflix memiliki pangsa pasar 24 persen. Tapi, Wang berkata mereka masih perlu bekerja sama dengan platform streaming lainnya di China untuk mengembangkan popularitas drama China.

“Saya pikir kami (platform streaming China) harus bekerja sama secara aktif untuk mempromosikan drama China, supaya kami menjangkau audiens luar negeri yang lebih luas. Kami sedang dalam tahap bekerja sama, dan bukannya saling bersaing,” kata Wang.

Produksi Konten Lokal

Tidak hanya menayangkan drama China untuk pasar luar negeri, platform streaming China juga mulai memproduksi konten lokal bekerja sama dengan tim-tim di Asia Tenggara.

Contohnya, WeTV memproduksi drama romansa kampus Thailand, Love Mechanics, melodrama The Wife. Mereka juga memproduksi drama hit Indonesia My Lecture, My Husband dan merilis season 2. Selain itu, ada Layangan Putus, drama web yang sempat hit dan tayang di stasiun TV nasional di Indonesia. Drama itu memperoleh ratusan juta tonton.

Dibaca 181 kali, 1 kunjungan hari ini.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top