Review Put Your Head On My Shoulder

Timotius Ari
Disclosure: Situs ini mungkin berisi tautan afiliasi, yang berarti kami bisa mendapatkan komisi jika kalian mengklik tautan tersebut dan melakukan pembelian. Kami hanya merekomendasikan produk atau layanan yang kami yakin bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih atas dukungan kalian!
Dukung Kami
- Advertisement -
Tayang: WeTV IndonesiaEpisode: 24 episode + 1 Episode Spesial
Pemeran: Lin Yi, Fair Xing Fei, Daddi Tang

Sinopsis:

Put Your Head On My Shoulder mengisahkan Gu Wei Yi (Lin Yi) dan Si Tu Mo (Fair Xing Fei), dua mahasiswa beda jurusan yang terpaksa tinggal dalam satu apartemen. Keduanya terlibat dalam cinta segiempat sebelum akhirnya jatuh cinta.

Review:

Kisah cinta anak kuliah yang ringan dan manis
Bagus 4.3
Akting 4
Cerita 4
Soundtrack 5

Sebenarnya drama ini sudah tayang pada 2019. Tapi Put Your Head on My Shoulder (PYHOMS) baru masuk ke dalam radar tahun ini karena banyaknya drama Cina. Melihat antusias para teman Layar Hijau terhadap Lin Yi dan Xing Fei, akhirnya penulis memutuskan menonton drama ini.

Begitu menonton episode pertama, salah satu yang menyita perhatian penulis adalah lagu openingnya yang catchy dan enak didengar. Saat episode pertama selesai, tanpa saya sadari saya terus menonton hingga episode 10. Kalau tidak salah, saya selesai menonton drama ini dalam dua hingga tiga hari.  Jadi, drama ini membuat orang ketagihan. Atau paling tidak, membuat saya ketagihan.

- Advertisement -

Gu Wei Yi, mahasiswa tingkat akhir jurusan Fisika. Dia jenius, pendiam, dingin tapi agak galak. Sedangkan Si Tu Mo, yang akrab dipanggil Momo, adalah mahasiswi jurusan Akuntansi tingkat akhir yang rajin, ceria dan cantik. Keduanya bertemu secara tidak sengaja dan terpaksa tinggal dalam satu apartemen. 

Keduanya memiliki karakter yang berbeda sehingga interaksi di antara keduanya bisa dikatakan lucu dan menggemaskan. Penulis naskah dalam drama ini patut dipuji karena bisa memanfaatkan perbedaan karakter di antara keduanya menjadi berbagai adegan yang lucu, romantis, mengharukan, membuat baper dan lain-lain. 

Bahkan para penulis naskah ini bisa dikatakan sebagai para ahli dalam mengubah suasana hati para penonton. Misalnya, si Momo punya sahabat cowok dari SMA bernama Fu Pei. Keduanya sebenarnya saling mencintai. Tapi Fu Pei tidak berani pacaran dengan Momo. Jadi Fu Pei menggantung hubungannya dengan si Momo. Suatu ketika, karena ulah Fu Pei, Momo sakit hati dan hal ini disaksikan oleh Gu Wei Yi.

- Advertisement -

Waktu menonton itu, saya merasa marah dengan Fu Pei, merasa sedih melihat Momo sedih. Saya sudah siap melihat Momo menangis, lalu membayangkan skenario Wei Yi menghibur dan menenangkan hatinya. Ternyata suasana sedihnya berubah jadi suasana lucu hanya gara-gara interaksi keduanya saat makan semangka. Saya mau marah sama ceritanya tapi kok ya perubahannya terasa halus dan tidak dipaksakan.

Hal lain yang saya sukai adalah jalan cerita drama ini tidaklah rumit. Semua peristiwa di dalamnya disajikan dengan ringan dan realistis. Dalam PYHOMS tidak ada karakter yang jahat dan baik. Semua karakter sekalipun memiliki keunikan tersendiri, mereka adalah karakter dengan sifat baik dan jahat. Seperti kita pada umumnya.  Hal ini termasuk Fu Pei yang awalnya terlihat sebagai cowok menyebalkan. Kita bisa melihat perubahan dalam pribadi cowok itu.

Selain itu, drama ini membahas berbagai persoalan yang relate dengan kehidupan anak muda tapi secara ringan. Ada hubungan yang tidak pasti antara Fu Pei dan si Momo. Ada cinta segitiga bahkan cinta segi empat. Tapi semuanya disajikan dalam porsi yang pas dan tidak berlebihan. 

Misalnya kakak tingkat Gu Wei Yi, mahasiswi pascasarjana menyukai pria itu. Sementara dalam pekerjaan Momo, ada selebritis pria yang ganteng yang juga menyukai wanita itu. Umumnya dalam sinetron atau drama, pihak ketiga selalu digambarkan sebagai sosok yang jahat, yang ingin menghancurkan hubungan cinta di antara dua tokoh utama. Tapi dalam drama ini, kakak tingkat dan selebritis itu ya orang normal seperti kita. Mereka tetap bersikap baik, melakukan pendekatan dengan cara yang wajar, berinteraksi dengan wajar. Masalah yang muncul karena kehadiran mereka diolah dengan cara yang lucu, menarik dan kadang bikin gregetan.

Hal lain yang patut dipuji adalah penggambaran karakter Gu Wei Yi dan Momo yang menurut saya akurat. Gu Wei Yi adalah orang introvert dan sifat introvertnya di sini bisa digambarkan secara apik dan menarik. Begitu pula dengan sifat ekstrovert Momo. Jadi kita seolah melihat kehidupan mahasiswa di dunia nyata yang kita temui sehari-hari. Tapi diolah dengan cara yang lucu, menarik, menghibur dan bikin baper. Ditambah dengan lagu opening, soundtrack dan bahkan lagu penutup yang enak didengar. Tidak mengherankan banyak orang menyukai drama ini.

Tentu saja tidak semua orang cocok dengan drama ini. Saya sendiri sudah membaca beberapa situs yang menyatakan penilaian positif terhadap drama ini dilebih-lebihkan. Menurut mereka, drama itu tidak cocok untuk mereka karena nuansanya yang ringan dan kisah cinta yang dianggap terlalu indah.

- Advertisement -

Ya, itu sih pendapat mereka dan sah-sah saja. Tapi sekalipun saya sudah bukan remaja lagi dan sudah lulus kuliah beberapa tahun lalu, saya cocok dengan drama ini. Terutama di tengah merebaknya pandemi virus corona seperti saat ini. PYHOMS bisa menjadi hiburan supaya kita tidak stres bekerja atau belajar di rumah.

Saya sendiri sepertinya akan menonton drama ini beberapa kali lagi sampai bosan.

Preorder Novel Hidden Love & The First Frost
Preorder Novel Hidden Love dan The First Frost Bahasa Indonesia sudah dibuka
- Advertisement -
Share This Article
Subscribe
Notify of
guest

1 Komentar
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
trackback
5 years ago

[…] Lin Yi mulai dikenal sejak dia membintangi drama Put Your Head on My Shoulder. Sejak tampil dalam drama itu, Lin Yi menjadi idola bagi banyak wanita. Hal ini wajar karena […]