Drama historis baru Dilraba Dilmurat, The Long Ballad tayang perdana pada 31 Maret 2021. Selama proses syuting drama itu, ada kekuatiran yang diungkap masyarakat terkait ketidakakuratan sejarah. Sekelompok netizen pecinta sejarah merilis laporan sebanyak 41 halaman yang membahas secara detil kekuatiran mereka.
Diadaptasi dari manhua China dengan judul yang sama karya Xia Da, kisah drama itu membahas kisah hidup Li Changge (Dilraba Dilmurat), putri dari putra mahkota Dinasti Tang. Sang ayah dibunuh oleh adiknya sendiri, paman Li Changge dalam sebuah kudeta. Nyawa Li Changge juga terancam. Dia melarikan diri dari istana dan menghadapi banyak bahaya dan kesulitan dalam perjuangannya untuk membalas dendam untuk keluarganya.
Dukung Layar Hijau
Layar Hijau adalah media independen yang hadir untuk berbagi berita dan informasi seputar drama Asia yang kalian cintai. Jika kalian menikmati konten kami, dukungan kecil dari kalian membantu Layar Hijau terus berjalan dan menghadirkan lebih banyak cerita untuk para penggemar.
Setiap dukungan berarti bagi kami. Terima kasih sudah membaca, mengikuti, dan menjadi bagian dari perjalanan Layar Hijau.
Untuk pengguna di Indonesia
Untuk pengguna internasional
Informasi lebih lanjut, klik di sini.
Sekalipun komik The Long Ballad memenangkan banyak penghargaan, komik itu juga memiliki banyak inkonsistensi sejarah atau ketidakakuratan sejarah. Para netizen menuduh komik The Long Ballad menimbulkan perpecahan nasional dan meremehkan kedaulatan nasional dengan merusak sejarah. Keluhan itu terdiri dari tiga masalah utama dalam komik yang berlawanan dengan sejarah. Pertama, netizen mengeluhkan jika komik itu membuat hubungan antara Turki dan Uighur tidak jelas. Dalam komik, suku Uighur digambarkan sebagai pengikut Kerajaan Turki. Padahal dalam sejarah, suku Uighur berperang melawan Turki.
Kedua, para netizen menuduh komik itu merusak image para tokoh sejarah dengan parah. Contohnya, Taizong dari Dinasti Tang dianggap sebagai salah satu kaisar terhebat di China. Tapi komik itu menggambarkan dirinya dan pemerintah pusat selama dia berkuasa sebagai sesuatu yang tidak efektif dan tidak bisa melindungi perbatasan dari serangan penjahat. Ketiga, Penasehat Kerajaan Fang Xuanling dan Du Ruhui, memiliki kontribusi besar terhadap perang unifikasi yang didirikan oleh Dinasti Tang. Tapi, dalam komik, keduanya digambarkan sebagai sosok dengan kepribadian kerdil dan dengan sengaja melanggar hukum. Para netizen merasa jika gambaran ini merusak image kedua tokoh historis itu.
Saat tuduhan-tuduhan ini muncul pada 2019, tim produksi The Long Ballad mengungkap jika mereka akan melakukan penelitian terhadap sejarah dan mengubah cerita jika diperlukan. Sekalipun banyak orang merasa jika tokoh historis perlu digambarkan secara akurat sesuai sejarah, tapi beberapa orang merasa jika karya kreatif tidak perlu menggambarkan sejarah secara akurat atau detil. Untuk saat ini, kita perlu melihat apakah drama yang dibintangi Dilraba Dilmurat dan Wu Lei ini berhasil menghapus ketidakkonsistenan sejarah itu dan berhasil memuaskan para penonton.
Sumber: jaynestars.com
Kaca Pembesar HP

Produk inovatif.
Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.
Kualitas hingga HD, harga murah meriah.
Holder Jepit HP

Aksesoris tonton drama.
Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.
Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.
Proyektor HP

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.
Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.


