Home » Serial TV » Berita » Till the End of the Moon: Luo Yunxi dan Bai Lu Bahas Kolaborasi Kedua, dan Adegan Menangis

Till the End of the Moon: Luo Yunxi dan Bai Lu Bahas Kolaborasi Kedua, dan Adegan Menangis

Ikuti kita di Google News. Donasi mulai dari Rp2.500 di sini

Terakhir diperbarui pada 17/04/2023 oleh Timotius Ari

LayarHijau.com—Baru-baru ini, Luo Yunxi dan Bai Lu melakukan sesi wawancara dengan Sina Entertainment News untuk membahas drama hit terbaru mereka, Till the End of the Moon (Hingga Akhir Waktu).

Galeri Video

Drama ini merupakan kolaborasi kedua setelah keduanya dipasangkan dalam drama percintaan modern, Love is Sweet yang tayang pada 2020. Drama itu diterima dengan sangat baik oleh para penonton dan menjadikan Luo Yunxi dan Bai Lu sebagai salah satu CP favorit para penggemar drama China.

Saat ditanya tentang perbedaan antara menggarap Hingga Akhir Waktu dan Love is Sweet, Bai Lu mengungkap ada banyak perbedaan. “Pendekatannya berbeda, lingkungan, kostum, semuanya berbeda. Drama xianxia menguji emosi para karakternya sedangkan drama idol lebih tentang kehidupan sehari-hari,” kata Bai Lu dilansir dari channel Marcus Here.

Sedangkan Luo Yunxi menambahkan jika para aktor dalam drama xianxia perlu memiliki chemistry dan kepercayaan ekstra. “Ini adalah salah satu keunggulan Lu Lu dan saya miliki karena ini adalah kolaborasi kedua kami. Kami bisa menghindari banyak halangan di jalan,” katanya.

Sebelumnya keduanya diminta menjelaskan bagaimana mereka bisa menyeimbangkan emosi dan estetika saat syuting adegan menangis. Dengan kata lain, bagaimana mereka bisa syuting adegan menangis yang menyakinkan tapi tidak terlihat jelek.

Bai Lu mengungkap tidak ada jaminan untuk bisa menyeimbangkan keduanya. “Kadang, saat kalian menjiwai karakternya dan kalian emosional, maka kelihatannya tidak begitu indah dipandang, tapi emosi kalian bisa menggerakkan hati para penonton,” jelasnya.

Luo Yunxi menekankan jika mencoba menangis sambil tetap terlihat menarik bukanlah cara untuk syuting adegan menangis. “Adegannya harus menyerupai bagaimana orang melakukannya di dunia nyata. Menangislah seperti bagaimana orang menangis secara normal,” tambahnya.

Dibaca 118 kali, 1 kunjungan hari ini.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top