Home » Serial TV » Review » Review Drama Amidst a Snowstorm of Love: Saat Kehangatan Cinta Muncul Ditengah Dinginnya Badai Salju

Review Drama Amidst a Snowstorm of Love: Saat Kehangatan Cinta Muncul Ditengah Dinginnya Badai Salju

Ikuti kita di Google News. Donasi mulai dari Rp2.500 di sini

Terakhir diperbarui pada 09/03/2024 oleh Timotius Ari

Sutradara: Tien Jen Huang, Yu BoJumlah episode: 30 episode
Pemain: Wu Lei, Zhao Jinmai, Wang Xingyue, Chen Jingke, Ding XiaoyingTayang di: WeTV

Hangatnya cinta mampu sembuhkan luka hati

Akting
4 / 5
4
Soundtrack
3 / 5
3
Cerita
4 / 5
4

Sinopsis:

Sebagai seorang pemain biliar profesional, Yin Guo telah menjadi atlet yang cukup terkenal. Setelah menerima undangan untuk bermain dalam turnamen di Hel, Yin Guo dengan antusias menerimanya. Namun, dia tidak tahu bahwa apa yang akan terjadi selanjutnya akan mengubah hidupnya selamanya.

Galeri Video

Sebelum Yin Guo bahkan dapat mulai berlatih untuk kompetisi yang akan datang, badai salju yang tak terduga membuatnya terjebak bersama Lin Yi Yang, dan seketika mereka merasa saling terhubung. Dibantu oleh sepupunya, Yin Guo dan Yi Yang terus saling mengenal satu sama lain bahkan setelah badai reda. Namun, Yin Guo sama sekali tidak tahu bahwa Yi Yang memiliki sejarah yang cukup panjang di dunia biliar profesional. Sebagai seorang jenius sejati dalam olahraga tersebut, Yi Yang pernah bersinar di sorotan ketenaran biliar profesional, tetapi itu sudah lama sekali.

Terinspirasi oleh cinta Yin Guo terhadap olahraga tersebut, Yi Yang memutuskan bahwa saatnya tepat untuk kembali ke dunia biliar profesional.

Review:

Para penonton wanita yang menggemari drama China sekali lagi dimanjakan dengan drama romantis yang menyuguhkan sosok pria idaman yang sempurna. Wanita mana yang tidak akan jatuh hati dengan sosok pria paket lengkap seperti Lin Yiyang (Wu Lei): tinggi, tampan, pemomong dan gemar memanjakan pasangannya tanpa tanggung-tanggung. Tidak hanya itu, tokoh utama kita ini digambarkan sebagai pria yang mata dan perhatiannya hanya tertuju pada sang kekasih, Yin Guo (Zhao Jinmai).

Penggambaran Yin Guo sendiri sebagai karakter utama wanita dibuat sedemikian rupa hingga gampang disukai. Berbakat dan berprestasi, bersedia mendukung pasangannya seratus persen baik dalam hal karir maupun secara finansial. Kepribadian Lin Yiyang juga berpadu dengan baik dengan Yin Guo. Chemistry pasangan kita dalam drama ini juga menarik serta menawarkan sesuatu yang berbeda dari drama-drama sejenis.

Dalam novel, kisah cinta antara Lin Yiyang dan Yin Guo sebenarnya bersetting di Amerika Serikat (AS). Tapi dalam drama, lokasi berpindah ke Finlandia. Sekalipun alasan pasti dari pemindahan lokasi ini tidak saya ketahui, tapi keputusan tim kreatif drama itu tepat. Finlandia menawarkan setting lokasi yang fresh karena banyak penonton yang mungkin kurang familiar dengan negara itu.

Selain itu, penggambaran dua karakter kita sebagai atlet bilyard profesional sangat menyakinkan. Permainan bilyard dalam drama ini bukanlah sekedar tempelan belaka. Kita dibawa masuk ke dalam dunia olahraga ini dan memahami jika bilyard memiliki beragam jenis seperti snooker, 8 ball, dan 9 ball. Kita melihat dedikasi para atlet dalam mengembangkan olahraga ini dalam masyarakat. Tapi penggambaran bilyard dilakukan secukupnya tanpa membuat para penonton pusing dengan berbagai istilah teknis.

Seperti drama lain yang diangkat dari novel karya Mo Bao Fei Bao, kita tidak akan disuguhi konflik murahan dan sensasional yang umum ditemui pada drama percintaan. Bahkan karakter yang awalnya kita anggap sebagai sosok antagonis, ternyata bukanlah sosok antagonis.

Selain dinamika hubungan antara Lin Yiyang dan Yin Guo yang menarik, dinamika hubungan Lin Yiyang dengan karakter lain seperti Meng Xiaodong (Wang Xiyue), dan Jiang Yang (Chen Jingke) juga menarik. Meng Xiaodong dan Lin Yiyang bisa dikatakan sebagai rival, tapi uniknya mereka berdua tidak saling membenci dan bermusuhan. Meng Xiaodong malah menjadi sosok yang mendukung cinta Lin Yiyang dengan adik sepupunya.

Alur cerita dalam drama ini mengalir dengan cepat. Para penonton akan dibawa ke dalam perjalanan dua karakter kita melewati beragam emosi yang relate dengan kehidupan kita sehari-hari. Saya tersentuh dengan perjuangan Lin Yiyang dalam bertahan hidup dengan latar belakangnya sebagai yatim piatu. Tersentuh dengan sikap dan hubungan Lin Yiyang dengan gurunya.

Hal lain yang menyentuh adalah bagaimana kehadiran Yin Guo mampu mendorong Lin Yiyang untuk berani mengatasi keraguan terbesar dalam hidupnya dan akhirnya berani untuk kembali mengejar impiannya. Drama ini mampu membuat para penonton merenungkan beberapa pelajaran penting dalam hidup dengan melihat pertumbuhan karakter seorang Lin Yiyang yang awalnya adalah seorang remaja yang keras kepala dan sombong menjadi sosok pria yang dewasa.

Lewat drama ini, saya seolah ikut bertumbuh bersama seorang Lin Yiyang. Ikut tertawa, menangis dan merasakan indahnya momen bersama sang kekasih. Juga merasakan perasaan nervous atau ketegangan para karakter kita saat bertanding.

Sayangnya, ada sebuah bagian dalam drama ini yang menurut saya menjadi kelemahan yaitu penggambaran sikap agresif Lin Yiyang secara seksual. Bahkan dari sebelum pasangan kita secara resmi menjadi pacar, Lin Yiyang sudah berusaha mencium Yin Guo. Tarik ulur keduanya secara fisik dimulai dari beberapa episode awal hingga menjelang akhir. Memang drama percintaan itu pastinya menggambarkan hubungan fisik di antara pasangan di dalamnya. Tapi menurut saya, jumlah adegan ciuman bukanlah jaminan keberhasilan untuk sebuah drama romantis.

Beberapa penonton mungkin tidak mempermasalahkan hal ini, tapi bagi saya, perilaku ini menjadi semacam bagian aneh untuk sosok yang introvert seperti Lin Yiyang. Bagian lain yang patut disorot adalah minimnya konflik dalam pertandingan bilyard. Maksud saya adalah tidak ada tantangan yang berarti untuk Lin Yiyang dan Yin Guo di meja bilyard. Tidak ada atlet lawan yang meninggalkan kesan mendalam. Walau kita disuguhi penggambaran yang menegangkan dalam beberapa pertandingan, tapi para lawan yang dihadapi keduanya tidak meninggalkan kesan yang mendalam.

Jika kalian mencari drama yang mampu membuai kalian dengan keindahan cinta, kegigihan dalam memperjuangkan impian, dedikasi untuk membangun karir, drama ini adalah sesuatu yang layak dijadikan pilihan. Tapi kalian harus bersiap dengan banyaknya adegan fisik di antara dua karakter utama kita. Jika kalian bukanlah orang yang mempermasalahkan hal ini, maka drama ini bisa menjadi sebuah pilihan.

Dibaca 51 kali, 1 kunjungan hari ini.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top