Home » Serial TV » Review » Review Drama China Everyone Loves Me: Cinta Bersemi di Tengah Ambisi Kembangkan Game Triple A

Review Drama China Everyone Loves Me: Cinta Bersemi di Tengah Ambisi Kembangkan Game Triple A

Ikuti kita di Google News. Donasi mulai dari Rp2.500 di sini

Terakhir diperbarui pada 21/03/2024 oleh Timotius Ari

Sutradara: Yu Chung Chung, Lee Ching JungJumlah episode: 24 episode
Pemain: Lin Yi, Zhou Ye, Jiang Yi Ming, Chen Xin YiTayang: Youku

Dinamika cinta yang lucu dan menyegarkan

Akting
4 / 5
4
Soundtrack
4 / 5
4
Cerita
4 / 5
4

Summary

Dinamika hubungan dua karakter utama lucu, menyentuh hati dan menyegarkan

Sinopsis:

Galeri Video

Gu Xun dan Qian Ling, teman satu universitas yang baru lulus, dipertemukan kembali ketika keduanya mendapatkan pekerjaan di sebuah perusahaan game. Qian Ling yang manis dan menggemaskan telah lama menyimpan perasaan untuk Gu Xun, jadi dia sangat terpukul ketika dia mengungkapkan perasaannya – hanya untuk ditolak dengan kejam!

Gu Xun jatuh cinta pada seorang pemain perempuan yang berbicara tegas dan tegas dalam game dengan nama Kue Tambang Ketan. Namun, Qian Ling dan Kue Tambang sebenarnya adalah orang yang sama, dengan yang terakhir mengambil kepribadian yang sangat berbeda ketika dia mulai bermain game!

Apa yang akan terjadi ketika Gu Xun mengetahui kebenaran tentang identitas sebenarnya Kue Tambang?

Review:

Seperti drama China yang tayang beberapa tahun ini, alur cerita drama Everyone Loves Me berlangsung dengan cepat. Dari sejak awal, kita sudah diperkenalkan dengan dunia game yang digeluti oleh Gu Xun dan Yue Qian Ling.

Lewat kehidupan Yue Qian Ling, para penonton diajak melihat dinamika dunia kerja yang realistis. Saya sendiri bisa merasa terhubung dengan beberapa masalah yang dialami oleh Yue Qian Ling dan Gu Xun di dalam dunia kerja. Contohnya kepala divisi yang terkesan iri hati dan secara langsung dan tidak langsung berusaha menghalangi kemajuan kita. Atau pimpinan kelompok yang lebih memilih cari aman dibandingkan berinovasi. Juga merasa diri cukup berbakat, tapi kemudian bertemu dengan rekan kerja yang ternyata jauh lebih berbakat.

Drama ini juga membahas banyak hal tentang proses pengembangan game triple A dan ambisi China dalam mengembangkan game dalam kategori ini. Saya tidak mendalami dunia game tapi lewat drama ini, saya mulai memahami jika aspek seni seperti desain karakter, hingga senjata yang digunakan perlu dirancang dengan hati-hati.

Kisah cinta antara Gu Xun dan Yue Qian Ling juga terasa alamiah dan bukan sesuatu yang hanya ada di dunia dongeng. Beberapa episode awal, saya mesti bersabar melihat ulah Yue Qian Ling yang berusaha mendekati Gu Xun dengan berpura-pura menjadi wanita feminin. Tentu saja saya tahu jika Zhou Ye memang sengaja berakting lebay dalam menggambarkan hal ini demi unsur komedi. Tapi bukan hanya Gu Xun yang merasa jengkel, saya juga merasa jengkel. Di sisi lain, sikap Gu Xun yang terkesan sombong dan tidak punya perasaan juga mulai menjengkelkan.

Puncak dari fase pertama hubungan mereka adalah saat Gu Xun menolak pengakuan cinta Yue Qian Ling dengan cara yang sangat mempermalukan wanita itu. Melihat dinamika keduanya mengalami perubahan yang drastis membuat cerita cinta di antara keduanya seru. Kisah cinta pasangan kedua yang diperankan oleh Jiang Yi Min dan Melody Tang menawarkan dinamika yang berbeda dari pasangan utama. Hal ini terasa menyegarkan.

Salah satu hal yang patut diacungi jempol adalah keputusan untuk menambahkan saingan cinta Gu Xun dalam drama yang diperankan oleh Zhan Yu dan He Feng Tian. Kehadiran dua karakter yang juga berusaha memperoleh cinta Yue Qian Ling menambah keseruan yang ada.

Hal lain yang patut diacungi jempol adalah keputusan tim drama untuk tidak tergesa-gesa membuat Gu Xun dan Yue Qianling pacaran. Paska penolakan cinta yang menyakitkan, melihat Gu Xun jatuh bangun mengejar cinta Yue Qian Ling terasa memuaskan. Akhirnya tokoh utama pria kita memperoleh ganjaran yang sepadan atas sikapnya yang meyakiti hati. Selain itu, reaksi Yue Qian Ling setelah ditolak cintanya dan caranya bersikap pada Gu Xun juga terasa alamiah dan masuk akal. Begitu pula dengan keraguannya saat melihat perubahan sikap Gu Xun.

Saat keduanya akhirnya pacaran secara resmi, kita disuguhi dengan dilema lain yang juga relate dengan para penonton yaitu cinta di lingkungan kerja. Posisi Gu Xun sebagai atasan dan Yue Qian Ling sebagai bawahan yang berpacaran tentunya akan mengundang gosip dan pandangan negatif dari orang-orang lain dalam satu perusahaan. Keengganan Yue Qian Ling untuk membuat hubungan mereka diketahui orang lain masuk akal.

Hal lain yang menghidupkan suasana adalah persaingan Gu Xun dengan Jiang Yishi yang diperankan oleh Hong Yao. Persaingan keduanya cukup sengit, dan Jiang Yishi kadang memakai cara yang licik. Tapi keputusan tim drama untuk tidak menggambarkan Jiang Yishi sebagai sosok yang jahat dan toxic adalah keputusan yang tepat. Apalagi dengan background yang memperlihatkan jika keduanya ternyata memiliki hubungan sebelumnya.

Sekalipun memiliki balutan komedi yang kental, tapi drama ini tidak hanya mengandalkan interaksi Gu Xun dan Yue Qian Ling dan kelucuan-kelucuan yang ada. Ada isi atau substansi di dalamnya. Terutama kenangan Gu Xun terhadap sang ayah. Ada banyak pembelajaran yang bisa kita ambil dari kisah hidup keluarga Gu Xun tentang keluarga, meraih mimpi, pekerjaan dan hal yang lain.

Adegan-adegan emosional antara dua karakter utama dan karakter lainnya yang ditampilkan diiringi lagu yang indah terasa mengena di dalam hati.

Akting Lin Yi dan Zhou Ye dan para pendukung drama ini cukup kuat dan patut diacungi jempol. Zhou Ye berhasil memerankan karakter yang berbeda dari drama yang sebelumnya dia bintangi seperti Love Me, Love My Voice. Hal ini terasa menyegarkan melihat akting Zhou Ye sebagai sosok ekstrovert yang agak galak dan berani marah setelah dia memerankan Gu Sheng yang introvert.

Karakter Lin Yi bisa dikatakan merupakan karakter yang mirip dengan beberapa karakter yang dia perankan sebelumnya. Di sinilah kelemahan drama ini. Drama ini harusnya memberikan penjelasan yang lebih tentang siapa Gu Xun itu hingga dia langsung direkrut oleh perusahaan sebagai pemimpin tim bahkan saat dia belum lulus kuliah.

Selain itu dia juga diberikan wewenang untuk merekrut para ahli di dalam dan di luar perusahaan. Proyek yang digarap Gu Xun bukanlah proyek biasa tapi pengembangan game triple A yang perlu waktu lama dan uang yang banyak. Semuanya baru akan terasa masuk akal jika Gu Xun sejenius Mark Zuckerberg atau tokoh yang sekelas dengan Mark.

Tapi karena drama ini memang fokus pada kisah cinta dua karakter utama, kelemahan atau kekurangan ini tidak terasa begitu mengganggu. Pada akhirnya, drama Everyone Loves Me cocok untuk mereka yang ingin sesuatu yang romantis, menghibur, lucu tapi masih memiliki isi.

Dibaca 34 kali, 1 kunjungan hari ini.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top