Penjelasan Ending Film Borderless Fog, Siapa Pembunuhnya?

Timotius Ari
Disclosure: Situs ini mungkin berisi tautan afiliasi, yang berarti kami bisa mendapatkan komisi jika kalian mengklik tautan tersebut dan melakukan pembelian. Kami hanya merekomendasikan produk atau layanan yang kami yakin bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih atas dukungan kalian!
Dukung Kami
- Advertisement -

LayarHijau.com—Film thriller menegangkan tahun 2024, “Kabut Berduri” (judul asli: Borderless Fog), membawa penonton ke dunia yang membingungkan, penuh kebohongan dan ketegangan. Difilmkan dengan latar belakang menakutkan di daerah terpencil yang berkabut, film ini berpusat pada sekelompok karakter yang terlibat dalam jalinan rumit pembunuhan dan misteri. Lapisan intrik bertumpuk satu sama lain saat kabut semakin tebal, mengarah pada pengungkapan yang tidak terduga.

Di akhir film, kabut secara fisik dan kiasan terangkat, mengungkap misteri utama: siapa pembunuhnya? Sanja menemukan Bujang bersalah.

Klimaks film ini adalah mahakarya suspensi dan pengalihan yang memaksa penonton untuk mengevaluasi kembali prasangka mereka. Bagi mereka yang penasaran, resolusi tersebut mengungkap perubahan peristiwa yang tidak terduga yang sepenuhnya menulis ulang cerita.

- Advertisement -

Disclaimer: Artikel ini berisi spoiler.

Siapa di balik pembunuhan di Kabut Berduri (Borderless Fog)?

Ketika Sanja melihat kepala Thomas yang terpenggal, dia menyadari bahwa dia tidak sendirian di pabrik. Dia melihat Bujang, penjaga itu, berjalan-jalan. Dia menggambarkan bagaimana dia menemukan Arum, seorang gadis muda, di hutan belantara.

Dia menawarkan untuk memberinya teh penenang agar dia bisa tidur. Sanja percaya bahwa dialah yang membunuh Thomas karena dia memegang kepala Thomas dengan satu tangan. Bujang kemudian menegaskan bahwa dia tidak bersalah, mengatakan bahwa Panca telah menembak Thomas dan menggunakan pisau perang untuk memenggal kepalanya.

- Advertisement -

Sanja mengoreksinya, mengatakan bahwa pembunuh itu menggunakan dua pukulan cepat untuk memenggal kepala korbannya, dan Bujang berspekulasi bahwa Panca mungkin seorang pembunuh berantai. Bujang hanya mengangguk saat Sanja mengatakan dengan pasti bahwa dialah pembunuh sebenarnya.

Penjelasan akhir Kabut Berduri

Preorder Novel Hidden Love & The First Frost
Preorder Novel Hidden Love dan The First Frost Bahasa Indonesia sudah dibuka
- Advertisement -
Share This Article
Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments