Kolaborasi Besar Honkai: Star Rail dan Fate/stay night, Nasu Kinoko dan Shaoji Ungkap Wawasan Kreatif dan Masa Depan Gim

Timotius Ari
Disclosure: Situs ini mungkin berisi tautan afiliasi, yang berarti kami bisa mendapatkan komisi jika kalian mengklik tautan tersebut dan melakukan pembelian. Kami hanya merekomendasikan produk atau layanan yang kami yakin bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih atas dukungan kalian!
Sweet Dreams and the Holy Grail (denfaminicogamer.jp)
Dukung Kami
- Advertisement -

LayarHijau.com – HoYoverse baru-baru ini merilis wawancara eksklusif antara dua tokoh besar di dunia gim: Nasu Kinoko, kreator serial Fate dari TYPE-MOON, dan Shaoji, produser utama Honkai: Star Rail. Dialog yang berlangsung di Shanghai ini menandai kolaborasi monumental antara Honkai: Star Rail dan Fate/stay night, kolaborasi IP eksternal pertama dalam sejarah Star Rail.

Kolaborasi ini akan resmi dimulai pada 11 Juli 2025 dengan peluncuran event khusus bertajuk Sweet Dreams and the Holy Grail. Dalam event ini, dua karakter ikonik dari Fate/stay night [Unlimited Blade Works], yaitu Saber dan Archer, hadir sebagai karakter bintang 5 yang dapat dimainkan, sementara Lancer akan tampil sebagai NPC yang memperkuat konsep β€œThree Knight Classes” khas Perang Cawan Suci.

Uniknya, alih-alih berlangsung di Simulated Universe, pertempuran Perang Cawan Suci akan terjadi di Penaconyβ€”dunia mimpi khas Honkai: Star Rail. Shaoji menjelaskan, keputusan ini diambil karena Penacony, sebagai negeri mimpi yang penuh kemungkinan, selaras dengan tema pertempuran demi mengabulkan keinginan. Nasu Kinoko mengaku terkesan dengan keberanian konsep ini, menyebut kolaborasi ini β€œtidak memilih jalan aman dan konvensional, tetapi langsung menghadapi tantangan besar demi pengalaman yang lebih mendalam.”

- Advertisement -

Menurut siaran pers resmi dari HoYoverse, wawancara ini digelar untuk menyambut kolaborasi yang dinantikan banyak penggemar. Selain membahas sisi teknis kolaborasi, Shaoji dan Nasu Kinoko juga berbagi anekdot menarik dari balik layar proses kerja sama ini, menunjukkan bagaimana dua waralaba besar ini bertemu dalam semangat saling menghormati.

Shaoji mengatakan bahwa banyak anggota tim pengembang Honkai: Star Rail merupakan penggemar berat Fate, sehingga keputusan kolaborasi ini berangkat dari rasa cinta yang tulus. β€œKetika ragu, tanyakan pada diri sendiriβ€”apa yang disukai pemain? Apa yang disukai tim? Dan apa yang secara pribadi kamu sukai?” ujarnya.

Sementara itu, Nasu mengungkapkan bahwa ia sempat merasa terkejut sekaligus kagum saat menerima proposal kolaborasi dari HoYoverse. β€œ60% terkejutβ€”β€˜Tunggu, mereka akan bekerja sama dengan kami?!’—dan 40% euforiaβ€”β€˜Astaga, ini kerenβ€”!!’,” ungkapnya dalam rilis HoYoverse. Ia memuji tim HoYoverse yang memperlakukan dunia Fate dengan penuh rasa hormat dan ketulusan.

- Advertisement -

Selain membahas kolaborasi ini, kedua kreator juga mendiskusikan filosofi penceritaan mereka. Nasu mengungkapkan pendekatannya dalam menjaga konsistensi dunia Fate melalui tema jangka panjang dan kolaborator yang berperan sebagai penjaga lore. Shaoji menjelaskan bahwa Honkai: Star Rail mengandalkan struktur tim kolaboratif dan siklus rilis ketat setiap 42 hari untuk menjaga kesinambungan narasi.

Keduanya juga membahas bagaimana perpaduan antara fantasi dan fiksi ilmiah menciptakan dunia yang lebih menggugah, serta tema β€œOde to Humanity” sebagai inti dari kisah-kisah mereka. Nasu menegaskan bahwa β€œkebaikan adalah fondasi keberadaan kita,” sementara Shaoji memandang kisah Honkai sebagai refleksi nihilisme modern yang tetap membutuhkan cinta dan kebencian sebagai kekuatan pendorong.

Di akhir wawancara, keduanya menyampaikan harapan agar karya mereka tidak hanya bertahan secara komersial, tetapi juga meninggalkan warisan kreatif bagi generasi kreator berikutnya. Nasu menekankan pentingnya β€œkeabadian” karya, sementara Shaoji berharap Honkai bisa terus menyalakan semangat kreatif seperti yang pernah ia rasakan saat menikmati Fate.

Preorder Novel Hidden Love & The First Frost
Preorder Novel Hidden Love dan The First Frost Bahasa Indonesia sudah dibuka
- Advertisement -
Share This Article
Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments