Li Landi Bahas Rasanya Dicium Ao Ruipeng di Coroner’s Diary, “Aku Sempat Malu Banget”

Timotius Ari
Disclosure: Situs ini mungkin berisi tautan afiliasi, yang berarti kami bisa mendapatkan komisi jika kalian mengklik tautan tersebut dan melakukan pembelian. Kami hanya merekomendasikan produk atau layanan yang kami yakin bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih atas dukungan kalian!
Dukung Kami
- Advertisement -

LayarHijau.com – Drama kostum misteri Coroner’s Diary (朝雪录) semakin menarik perhatian sejak penayangannya dimulai. Pada 18 Juli lalu, para pemeran utamanya—Li Landi, Ao Ruipeng, Yu Cheng’en, dan Shen Yujie—hadir dalam dua acara promosi yang diadakan di Beijing, yakni “Chasing Drama Gathering” dan “Taochang Announcement Day”. Dalam kedua acara ini, chemistry antar pemain hingga interaksi penuh tawa sukses memikat para penggemar.

Li Landi tampil anggun dengan rambut keriting dan gaun biru bermotif renda, menonjolkan pesona klasik yang cocok dengan nuansa drama. Ao Ruipeng tampil kasual namun menawan dengan padanan denim yang membuatnya terlihat santai tapi tetap mencuri perhatian. Di atas panggung, para pemeran ikut serta dalam berbagai permainan dan sesi interaktif yang membuat suasana meriah.

Dalam salah satu segmen permainan, Ao Ruipeng menaburkan bunga dan Shen Yujie menyemprotkan salju buatan untuk membantu Li Landi menciptakan kembali adegan ikonis saat Qin Wan memayungi salju—adegan yang dikenal sebagai salah satu momen paling romantis dalam drama. Ketiganya kemudian memeragakan ulang adegan ketika Yan Chi jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Qin Wan, membuat penonton bersorak riuh dan histeris.

- Advertisement -

Chemistry antara Li Landi dan Ao Ruipeng pun semakin menjadi sorotan. Banyak penonton meneriakkan julukan “Leopard & Cat” (豹豹猫猫) untuk keduanya karena interaksi mereka yang manis dan menggemaskan. Host acara pun melontarkan candaan, “Hari ini adalah ulang tahun kita,” yang disambut tawa heboh seluruh ruangan.

Dalam sesi wawancara bersama media, Li Landi membahas adegan yang paling membekas baginya selama syuting. Ia menyebutkan momen ketika Qin Wan mencium Yan Chi setelah hubungan mereka dikonfirmasi secara emosional sebagai salah satu adegan yang tak terlupakan.

“Pas syuting adegan itu, aku sempat malu banget,” ujar Li Landi kepada Sohu sambil tersenyum.

- Advertisement -

Sementara itu, Ao Ruipeng menyoroti perbedaan karakter Yan Chi dengan tokoh Lei Wujie yang pernah ia perankan dalam The Blood of Youth. “Yan Chi lebih dewasa, tenang, dan pintar, bahkan lebih detail dalam memperlakukan orang lain,” jelasnya. Perbedaan ini membuatnya merasa lebih dalam dan tertantang saat membawakan peran di Coroner’s Diary.

Sumber: Sohu

Dalam rangkaian promosi “Taochang Announcement Day”, suasana horor juga dihadirkan lewat permainan “kotak misteri” untuk menyesuaikan tema “horor khas Tiongkok” yang menjadi bagian dari drama. Li Landi terlihat sangat gugup saat mencoba, namun justru mendapatkan kotak kosong. Sebaliknya, Ao Ruipeng menyentuh kulit durian dan menjawab kuis dengan percaya diri—momen yang membuat penonton terhibur oleh kontras kepribadian keduanya.

Keempat pemeran juga bermain dalam game “Pedang Goujian”, di mana mereka harus menyampaikan tongkat secara berantai. Kekacauan kecil dan tawa lepas pun terjadi di atas panggung, menambah kesan akrab dan menyenangkan di balik proses promosi drama.

Coroner’s Diary mengisahkan dunia investigasi forensik berlatar dinasti fiksi, menggabungkan unsur detektif, romansa, dan supranatural dalam suasana kelam khas kostum Tiongkok. Selain plot yang memikat, daya tarik utama drama ini juga terletak pada hubungan emosional mendalam antar karakter dan chemistry para pemeran—terutama duet Li Landi dan Ao Ruipeng yang kini dijuluki pasangan layar kaca paling bikin baper.

Preorder Novel Hidden Love & The First Frost
Preorder Novel Hidden Love dan The First Frost Bahasa Indonesia sudah dibuka
- Advertisement -
Share This Article
Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments