Twelve Letters Jadi Drama Romansa Tiongkok dengan Rating Tertinggi di Douban Tahun 2025

Timotius Ari
Disclosure: Situs ini mungkin berisi tautan afiliasi, yang berarti kami bisa mendapatkan komisi jika kalian mengklik tautan tersebut dan melakukan pembelian. Kami hanya merekomendasikan produk atau layanan yang kami yakin bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih atas dukungan kalian!
Dukung Kami
- Advertisement -

LayarHijau.com – Drama romansa lintas waktu berjudul Twelve Letters (十二封信) yang digarap sutradara Sha Weiqi dengan deretan pemain Zhou Yiran, Wang Yinglu, Zheng Hehuizi, Ren Youlun, dan lainnya resmi berakhir penayangannya. Tak disangka, drama dengan latar fantasi komunikasi lintas ruang dan waktu ini justru meraih skor 7,7 di Douban, menjadikannya drama romansa produksi Tiongkok dengan rating tertinggi di platform tersebut sepanjang tahun 2025.

Twelve Letters mengisahkan Tang Yixun (Zhou Yiran) dan Ye Haitang (Wang Yinglu), dua anak muda yang berjuang bertahan hidup di sebuah kota kecil di selatan pada tahun 1991. Di sisi lain, ada Yu Nian (Zheng Hehuizi) dan Shen Cheng (Ren Youlun) di tahun 2026 yang tengah mencari kebenaran tentang ayah mereka. Takdir keempat tokoh ini terhubung lewat dua belas surat, menghadirkan kisah menyentuh yang melintasi dua generasi.

Menurut laporan Yangtze Evening News (via World Journal), drama ini tidak sekadar bercerita tentang cinta murni, melainkan menjadikan potongan surat sebagai medium untuk mengangkat isu refleksi keluarga, luka batin antar generasi, serta keberanian menghadapi kesulitan hidup. Pendekatan tersebut membuat drama ini memenuhi kebutuhan emosional penonton akan kisah penyembuhan dan penebusan.

- Advertisement -

Dengan format singkat 12 episode, Twelve Letters berhasil menembus batas narasi drama romansa tradisional. Struktur alur dua garis waktu yang saling bertaut, dikombinasikan dengan misteri surat, memadukan ketegangan suspense dan kehangatan emosional secara seimbang. Setiap surat menjadi pendorong jalannya cerita, membuat ritme naratif terasa rapat dan mengikat.

Banyak penonton mengaku terhanyut dengan ketulusan emosi dan gaya penceritaan unik drama ini. Komentar yang ramai di media sosial antara lain:

“Benar-benar menguras air mata, aku menangis dari episode pertama sampai akhir.”

- Advertisement -

“Tidak ada manis-manis buatan, hanya dua remaja yang saling menggenggam tangan dalam kegelapan.”

“Setiap episode habis dengan air mata.”

“Selesai menonton pun aku masih terbawa suasana, sulit tenang untuk waktu lama.”

Penampilan Zhou Yiran juga menuai pujian. Ia rela menurunkan 10 kilogram demi memerankan sosok pemuda kasar, meninggalkan imej lamanya sebagai idola remaja kampus. Monolognya di penjara dengan kalimat “Hidupku, kau yang jalani untukku” menunjukkan daya ledak akting yang di luar dugaan. Sorot matanya dalam adegan versi tua pun disebut menjanjikan masa depan cemerlang. Sementara itu, Wang Yinglu yang memerankan korban kekerasan dalam rumah tangga mendapat apresiasi karena menampilkan “akting berbekas luka” yang kuat secara emosional.

Meski begitu, strategi promosi drama ini dinilai lemah. Sebelum tayang, indeks pencarian Twelve Letters di Baidu hanya sedikit di atas 1.000, membuat banyak calon penonton bahkan tidak tahu keberadaan drama ini hingga setelah memperoleh ulasan positif.

- Advertisement -
Preorder Novel Hidden Love & The First Frost
Preorder Novel Hidden Love dan The First Frost Bahasa Indonesia sudah dibuka
- Advertisement -
Share This Article
Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments