Love’s Ambition: Zhao Lusi Bawa Kembali Tren Karakter Perempuan Ambisius dan Licik

Timotius Ari
Disclosure: Situs ini mungkin berisi tautan afiliasi, yang berarti kami bisa mendapatkan komisi jika kalian mengklik tautan tersebut dan melakukan pembelian. Kami hanya merekomendasikan produk atau layanan yang kami yakin bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih atas dukungan kalian!
Dukung Kami
- Advertisement -

LayarHijau.com – Drama Love’s Ambition telah mencuri perhatian sejak penayangannya di Tencent Video. Jumlah penonton meningkat signifikan, menempatkan drama ini di daftar tayangan wajib tonton platform tersebut. Sorotan utama tertuju pada karakter utama perempuan, Xu Yan, yang diperankan oleh Zhao Lusi, seorang tokoh utama yang berbeda dari stereotip protagonis tradisional.

Xu Yan: ‘Penjahat Wanita’ dengan Ambisi dan Strategi

Xu Yan bukan sosok “gadis baik-baik” yang biasanya menjadi pusat cerita drama perkotaan. Ia digambarkan sebagai perempuan ambisius, cerdas, dan penuh strategi. Dalam drama, Xu Yan bahkan menggunakan tipu daya untuk menikahi pria kaya, termasuk berpura-pura berasal dari keluarga berpendidikan tinggi untuk mengelabui orang tua calon suaminya. Meski demikian, kekasihnya mengetahui latar belakang Xu Yan, sehingga tindakannya tidak sepenuhnya bisa disebut “penipuan pernikahan”. Di dunia kerja, Xu Yan tampil profesional dan tekun, menghadapi fitnah dengan tegas dan kemampuan yang mumpuni. Hal ini membuat penonton merasakan kompleksitas karakter yang licik, ambisius, namun tetap logis dan manusiawi.

Fenomena ‘Penjahat Wanita’ dalam Drama Modern

Fenomena penjahat wanita dalam drama modern kembali populer beberapa tahun terakhir. Karakter perempuan ambisius dan penuh perhitungan kini diminati karena memiliki motivasi yang jelas, logis, dan realistis. Contohnya, karakter Xu Yan bisa dibandingkan dengan beberapa tokoh sebelumnya:

- Advertisement -

Anna dalam Anna

Dalam drama Korea Anna, karakter utama selalu menampilkan sisi lelah dan kepura-puraan meski tersenyum manis. Anna menjalani hidup yang penuh tekanan dan kebohongan, dan akting Suzy menampilkan kombinasi antara kelelahan batin dan kemampuan bertahan hidup. Sifat licik dan strategis Anna bukan sekadar untuk menciptakan konflik, tetapi merupakan respons terhadap lingkungan dan pengalaman traumatisnya. Hal ini membuat penonton merasa simpati sekaligus kagum pada ketangguhan karakternya.

Fu Ling dalam Moonlight Mystique

Karakter Fu Ling, diperankan oleh Dai Luwa, adalah tokoh yang kompleks dan penuh misteri. Dikenal dengan julukan Cold Spring Demon, Fu Ling memiliki hubungan yang rumit dengan karakter utama lainnya. Latar belakangnya yang penuh kehilangan dan konflik internal membuat setiap tindakannya terasa logis dan memiliki motivasi yang jelas. Dai Luwa menampilkan karakter ini dengan akting yang mendalam, menyeimbangkan sisi dingin dan strategi licik yang membuat Fu Ling menarik dan memorable bagi penonton. Ia bukan tokoh jahat tanpa alasan, tetapi perempuan yang memanfaatkan kecerdikan dan kekuatannya untuk menghadapi dunia yang keras.

Ye Bingchang dalam Till the End of the Moon

Karakter Ye Bingchang yang diperankan Chen Duling dikenal karena keberaniannya menghadapi ketidakadilan dan mengambil tindakan balas dendam. Ia bukan protagonis yang sepenuhnya “jahat”, melainkan perempuan yang menentang sistem dan orang-orang yang menyakitinya. Motivasi balas dendam Ye Bingchang dapat dipahami karena pengalaman masa kecil yang penuh tekanan dan diskriminasi, yang membuat penonton menyadari bahwa kejahatan yang diperlihatkan berasal dari faktor eksternal, bukan bawaan. Karakter ini menunjukkan bahwa perempuan dengan ambisi besar dan taktik berani bisa menjadi pusat perhatian tanpa kehilangan logika atau konsistensi perilaku.

- Advertisement -

Perubahan Tren dalam Karakter Perempuan dalam Drama

Menurut produser dan tim kreatif Love’s Ambition, menghadirkan karakter seperti Xu Yan tetap membawa risiko. Penulis dan aktor harus memastikan karakter ambivalen ini tidak menimbulkan kontroversi berlebihan. Namun, karena moralitas Xu Yan masih berada dalam batas wajar dan kebohongannya tidak merugikan pihak lain secara signifikan, risiko tersebut dapat dikendalikan. Hal ini juga menandakan bahwa penonton modern kini menghargai tokoh perempuan yang realistis dan kompleks, bukan sekadar dibagi antara “baik” dan “jahat”.

Selain karakter utama yang kuat, Love’s Ambition juga menampilkan dinamika sosial dan tekanan dalam keluarga maupun tempat kerja. Latar perkotaan modern, alur cerita yang rapat, serta transisi adegan yang dirancang dengan baik membuat karakter Xu Yan semakin hidup. Akting Zhao Lusi yang formal dan tegas justru mendukung karakter yang selalu menjaga citra diri dan rahasia pribadi. Penonton yang menganggap aktingnya “terlalu kaku” sebenarnya melihat karakter yang harus selalu waspada dan berhati-hati, sesuai dengan sifat Xu Yan yang tidak bisa menampilkan emosi asli secara terbuka.

Fenomena ini menunjukkan bahwa industri drama kini memberi ruang bagi karakter perempuan yang lebih beragam. Penonton tidak hanya menginginkan tokoh utama yang sempurna, tetapi juga karakter yang logis, konsisten, dan mampu menghadapi konflik secara realistis. Xu Yan, dengan ambisinya, kekurangan, dan strategi cerdiknya, menjadi bukti bahwa penjahat wanita bisa menjadi pusat perhatian sekaligus disukai, bukan sekadar antagonis.

Sumber: Sohu

Preorder Novel Hidden Love & The First Frost
Preorder Novel Hidden Love dan The First Frost Bahasa Indonesia sudah dibuka
- Advertisement -
Share This Article
Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments