LayarHijau.com – Pada Kamis pagi, 10 Oktober 2025, ajang 8th Youth Audio-Visual Exhibition atau Pameran Audio-Visual Pemuda ke-8 resmi dibuka di Beijing. Dalam sesi “Jawaban Tahunan dari Para Pemimpin Industri”, seorang tokoh penting di dunia drama China, Su Xiao, mengangkat isu krusial dalam pidatonya bertema “Peluang dan Tantangan Baru Industri Setelah Kebijakan 21 Poin SARFT (广电21条)”.
Su Xiao menjabat sebagai Ketua Ningmeng Pictures, salah satu perusahaan produksi drama paling berpengaruh di Tiongkok. Ningmeng Pictures dikenal lewat sederet drama sukses seperti Nothing But Thirty, Reset, You Are My Hero, dan The Knockout. Ia juga kerap mewakili industri dalam forum-forum resmi seperti China TV Drama Production Industry Association sehingga pandangannya dianggap mencerminkan kondisi aktual industri drama nasional.
Dalam pidatonya, Su Xiao menilai bahwa pasar drama China saat ini masih terlihat stabil, namun stabilitas itu bergantung pada munculnya drama-drama populer. “Pasar tampak stabil, tetapi kestabilan itu bergantung pada kelahiran drama hit. Begitu tidak ada hit, penonton akan beralih, dan stabilitas sementara itu akan lenyap,” ujarnya dilansir dari Sohu.
Ia kemudian memaparkan data yang menunjukkan bahwa jumlah drama populer tahun ini turun drastis dibanding tahun sebelumnya. Walau sejumlah karya seperti Legend of Zang Hai (藏海传), This Thriving Land (生万物), dan Love’s Ambition (许我耀眼) memiliki pengaruh besar, belum ada satu pun yang berhasil menembus status blockbuster nasional.
Lebih jauh, Su Xiao mengungkapkan bahwa industri drama tengah mengalami krisis pendanaan. Minat investor untuk menanamkan modal di proyek maupun perusahaan drama menurun tajam. “Dana makin sulit diperoleh, dan banyak proyek terpaksa ditunda karena investor menahan diri,” ujarnya.
Berbeda dengan industri film yang masih menarik investasi berkat sistem bisnis langsung ke penonton (TOC), pendapatan drama televisi jauh lebih terbatas. Su Xiao menyebutkan bahwa batas pendapatan komersial drama hanya sekitar 1–2 miliar yuan, sedangkan film bisa mencapai belasan miliar. Beberapa drama seperti The Knockout (狂飙), Joy of Life 2 (庆余年2), dan Blossoms Shanghai (繁花) sempat mencatatkan pendapatan platform lebih dari 1 miliar yuan, namun tahun ini belum ada karya yang menembus angka tersebut.
Pernyataan ini memperlihatkan realitas pahit yang dihadapi dunia drama China: penurunan jumlah drama populer, berkurangnya arus dana, dan meningkatnya risiko produksi. Di tengah kondisi itu, para pelaku industri kini dihadapkan pada tantangan untuk menemukan cara baru menjaga daya tarik pasar sekaligus mempertahankan keberlanjutan produksi.









