LayarHijau.com – Aktris Zhao Lusi kembali menjadi sorotan publik setelah merek fesyen miliknya, ROSYDOEDIAN, menuai perdebatan di kalangan pengguna internet China. Bintang drama Love’s Ambition (许我耀眼) itu dituding “menjual terlalu mahal” setelah harga produk seperti tas, topi, dan kaus kaki dari label pribadinya dianggap melampaui harga pasaran.
ROSYDOEDIAN menjual berbagai produk fesyen dan aksesori gaya hidup seperti tas, pakaian, topi, kacamata, serta kaus kaki. Beberapa item andalannya, seperti topi seharga 249 yuan (sekitar Rp550 ribu), dua pasang kaus kaki 101 yuan (sekitar Rp220 ribu), dan tas kanvas 203 yuan (sekitar Rp450 ribu), memicu kritik dari pengguna media sosial di Tiongkok daratan yang menilai harga tersebut terlalu tinggi untuk produk kasual. Meski begitu, semua item tersebut tetap ludes terjual dalam waktu singkat.

Menurut data dari Douyin, lini produk ROSYDOEDIAN telah mencatatkan lebih dari 6.000 transaksi hanya melalui satu kanal penjualan, dengan jumlah pre-order untuk beberapa item mencapai 90.000 kali. Pencapaian itu menunjukkan kekuatan pengaruh Zhao Lusi di pasar, meski disertai sorotan negatif soal harga, tulis World Journal.
Popularitas brand ini bertepatan dengan kesuksesan drama Love’s Ambition yang tayang tanpa promosi besar namun memperoleh rating tinggi dan ulasan positif. Dalam serial tersebut, Zhao Lusi memerankan Xu Yan, mantan penyiar yang kemudian mendirikan merek busana etnik Yan Yi Fang dan menjadi sosok pebisnis tangguh. Banyak penonton menilai, perjalanan karakter Xu Yan itu seolah mencerminkan langkah Zhao Lusi di dunia nyata.

Namun, tak sedikit pengguna internet di China yang menuduhnya “mengambil untung dari popularitas sendiri” dan “meniru peran dramanya untuk berjualan di dunia nyata.” Menyikapi gelombang kritik tersebut, Zhao Lusi akhirnya menanggapi langsung dalam siaran langsungnya baru-baru ini.
Dengan nada tenang namun tegas, ia berkata, “Saya bukan datang untuk jualan. Saya merasa bersemangat karena ini karya desain saya sendiri. Kalian tidak harus membeli.”
Pernyataan itu segera menjadi topik hangat di Weibo dan Douyin, menimbulkan perdebatan antara pendukung dan pengkritiknya.
Para penggemar membela sang aktris dengan alasan bahwa semua produk ROSYDOEDIAN dijual secara limited edition atau stok terbatas tanpa produksi ulang, sehingga biaya desain dan pembuatan per unit lebih tinggi. “Setiap desain punya karakter dan kualitas sendiri, jadi wajar kalau harganya sedikit lebih tinggi,” tulis salah satu komentar populer di Weibo.
Sementara sebagian netizen lain tetap beranggapan bahwa harga tersebut terlalu tinggi dibandingkan dengan produk serupa di pasaran China, di mana topi dan tas kasual dari merek lokal umumnya dijual di bawah 200 yuan. Meski demikian, daya tarik nama Zhao Lusi serta eksklusivitas produk tampaknya cukup kuat untuk tetap menarik pembeli.
Terlepas dari kontroversi, banyak yang menilai keberanian Zhao Lusi menegaskan posisinya sebagai desainer menunjukkan kedewasaannya di dunia hiburan dan bisnis. Ia bukan lagi sekadar aktris drama romantis, tetapi juga pengusaha muda yang percaya diri dengan karyanya sendiri.
Dengan kesuksesan drama Love’s Ambition dan merek ROSYDOEDIAN, Zhao Lusi kini memantapkan dirinya sebagai salah satu bintang muda China yang mampu menggabungkan popularitas dan kreativitas menjadi kekuatan nyata di industri hiburan dan mode.










