LayarHijau.com – Li Yitong kembali menjadi sorotan setelah dalam siaran langsung terbaru mengungkap bahwa drama yang dibintanginya, The Vanishing Beauty (美人余), akan menampilkan lebih dari 200 gaya busana berbeda. “Drama ini nantinya punya lebih dari dua ratus tampilan kostum. Kalian baru melihat sebagian kecil saja,” ujar Li Yitong di hadapan penonton livestream sambil tersenyum. Ia menegaskan bahwa ia membaca semua saran dan masukan penggemar mengenai tampilan karakternya. “Nanti akan ada lebih banyak versi Yu Meng yang tampil dengan gaya berbeda. Cepat syuting, cepat tayang ya!” katanya antusias, tanpa menyinggung isu plagiarisme sama sekali.
Pernyataan Li Yitong itu lantas memicu reaksi netizen, karena beberapa foto set yang beredar sebelumnya dibanding-bandingkan dengan tampilan dari drama Love’s Ambition (许我耀眼) yang dibintangi Zhao Lusi. Banyak pengguna Weibo menilai ada kemiripan visual yang mencolok antara beberapa kostum Yu Meng (yang diperankan Li Yitong di The Vanishing Beauty) dengan tampilan di Love’s Ambition. “Tampilan Mei Yu ini mirip sekali dengan yang ada di Love’s Ambition, seakan-akan sengaja dibuat untuk memanfaatkan popularitasnya,” tulis salah seorang warganet. Di sisi lain, pendukung Li Yitong menegaskan bahwa keputusan soal kostum berada di tangan stylist dan tim produksi, bukan di tangan aktris semata.
The Vanishing Beauty mengisahkan Yu Meng (diperankan Li Yitong), anak tunggal dari kawasan Delta Sungai Yangtze dan blogger populer yang dipandang sebagai “wanita beruntung” oleh orang-orang di sekelilingnya. Namun pada ulang tahun pernikahan kelimanya, kehidupan yang tampak sempurna itu runtuh: pernikahannya mulai retak, dan ia mengalami serangkaian krisis termasuk eksploitasi dan pengurasan finansial oleh pihak keluarga suaminya. Latar dramatis seperti ini pula yang membuat tampilan visual dan busana karakter di The Vanishing Beauty mendapat banyak perhatian publik — sehingga kemiripan gaya menjadi isu sensitif ketika tampilan serupa muncul di proyek lain.
Sebelumnya, LayarHijau telah membahas dalam sebuah artikel pandangan para praktisi industri drama Tiongkok soal maraknya tuduhan “plagiarisme busana.” Pengacara Zhang Qihuai dari Blue Penguin Law Firm menegaskan bahwa dari segi hukum, tuduhan seperti ini sulit dibuktikan karena undang-undang hak cipta tidak memiliki definisi jelas untuk “plagiarisme kostum.” Perlindungan hanya berlaku bagi desain yang memenuhi unsur orisinalitas dan terbukti sebagai ekspresi kreatif unik; banyak elemen umum — seperti potongan jas, gaun dasar, atau gaya poni tertentu — masuk ranah publik dan sulit diklaim secara eksklusif. Produser Yu Jia menambahkan bahwa keserupaan gaya sering kali muncul karena tekanan komersial: ketika satu tampilan terbukti populer, banyak produksi lain meniru karena dianggap aman. Penulis naskah Li Ran menyebutkan faktor lain: siklus produksi cepat di era drama digital membuat tim kreatif lebih mengejar kuantitas sehingga keberanian berinovasi visual menjadi tergerus.
Sedikit catatan soal peran dalam The Vanishing Beauty: Li Yitong memerankan Yu Meng, sosok yang diadaptasi dalam alur keluarga modern drama ini — seorang tokoh yang sarat konflik personal, tekanan sosial, dan dinamika hubungan yang rumit. Pemeran utama lainnya meliputi Chang Hua Sen sebagai Jiao Xu, Esther Wang sebagai Lu Hui, dan Zeng Meng Xue sebagai Liu Zi.
Sementara itu, pemeran pendukung yang terdaftar termasuk Cheng Hong Xin sebagai Harry, Zhou Da Wei sebagai Kang Long, serta Huo Qing sebagai Yu Jian Guo. Serial ini diproduksi untuk sekitar 28 episode dan dibingkai sebagai drama keluarga-urban yang menonjolkan konflik emosional dan pencarian jati diri perempuan di kota besar.










