LayarHijau.com – Drama baru Love on the Turquoise Land (梟起青壤) akhirnya dijadwalkan tayang pada 22 November dan langsung mencuri perhatian publik. Dibintangi Dilraba dan Oliver Chen, drama ini harus bersaing langsung dengan Strange Tales of Tang Dynasty III: To Changan dan Love & Crown, dua drama yang juga memiliki basis penggemar besar. Meski begitu, antusiasme penonton terhadap Love on the Turquoise Land terbukti tak terbendung—jumlah reservasi penayangan sudah menembus lebih dari 3,2 juta sebelum rilis, sementara trailer terbarunya telah ditonton lebih dari 7 juta kali.
Drama ini diadaptasi dari novel karya Tailfish (尾魚), penulis yang dikenal lewat kisah dunia supernatural dan fantasi. Sebelumnya, beberapa karyanya seperti Rattan dan West Out of Yumen berhasil diangkat menjadi drama, meski adaptasi genre seperti ini kerap menuai hasil yang beragam karena menuntut kualitas efek visual dan penulisan naskah yang tinggi. Karena itu, Love on the Turquoise Land sejak awal sudah menarik perhatian para penggemar novel supernatural Tiongkok.
Dalam cerita, Dilraba memerankan Nie Jiuluo, anggota organisasi rahasia “Nanshan Hunters/ Para Pemburu Nanshan”—kelompok pemburu yang mewarisi tugas turun-temurun untuk melindungi masyarakat dari kaum pemakan manusia bernama Dixiao. Nie Jiuluo sendiri dikenal dengan julukan Si Pedang Gila, seorang perempuan yang gesit, cekatan, dan mematikan. Sementara itu, Oliver Chen berperan sebagai Yantuo, seorang pemuda lurus dan penuh tekad yang selama bertahun-tahun memendam luka batin namun tetap memegang rasa keadilan. Pertemuan keduanya menjadi awal kerja sama yang penuh bahaya namun perlahan membangun kepercayaan dan ikatan emosional.
New trailer for #LoveOnTheTurquoiseLand starred by #dilrabadilmurat and #oliverchen pic.twitter.com/RXNdqQmypJ
— Layar Hijau (@layar_hijau) November 17, 2025
Trailer terbaru yang dirilis menampilkan adegan pembuka yang langsung membuat warganet terbawa emosi: Nie Jiuluo tergeletak bersimbah darah, sementara Yantuo memandangnya dengan tatapan hancur. Lalu, waktu bergulir mundur ke awal pertemuan keduanya, saat Yantuo masih mempertanyakan siapa sebenarnya Nie Jiuluo dan apa itu Dixiao. Ketegangan mulai meningkat ketika sosok Dixiao dengan taring mencuat maju ke arah kamera, menampilkan sisi menyeramkan kaum pemakan manusia yang menjadi ancaman utama dalam cerita.
Tokoh penting lain dari kaum Dixiao juga muncul dalam trailer, yakni Lin Xirou (diperankan Zhang Li), pemimpin kaum tersebut. Ia menegaskan bahwa Dixiao hanyalah ingin mencari tempat aman di bawah sinar matahari, namun selalu dianggap monster oleh manusia. Konflik ini menjadi inti pertentangan antara dua ras yang tak bisa hidup berdampingan.
Dalam cuplikan yang sama, identitas rekan satu kelompok Nie Jiuluo juga diperlihatkan—Si Cambuk Hantu dan Si Anjing Gila, dua anggota Nanshan Hunters yang masing-masing memiliki kemampuan unik. Meski Yantuo hanyalah manusia biasa, ia digambarkan tak gentar angkat senjata dan bergabung dalam misi berbahaya memasuki sarang Dixiao. Deretan adegan aksi cepat, termasuk gerakan Nie Jiuluo yang melompat, menebas, menangkis, hingga meluncur dalam genangan darah sambil memotong tangan salah satu Dixiao, membuat penonton terpukau. Visual penuh darah ini justru disambut meriah karena memperlihatkan sisi badass Dilraba yang jarang terlihat dalam peran-peran sebelumnya.
Drama ini juga memperkenalkan dunia fantasi yang melatarinya melalui video khusus yang dirilis sebelum penayangan. Dijelaskan bahwa Dixiao muncul setelah sebuah meteorit jatuh di Nanshan dan menghasilkan material bernama “Qingrang”. Dari material inilah lahir ras Dixiao, makhluk yang bertahan hidup dengan memakan daging manusia dan mencari keabadian. Sementara sejarah Nanshan Hunters sendiri berasal dari para leluhur yang berjuang mengusir kaum Dixiao ke bawah tanah seribu tahun lalu, dan hingga kini para keturunannya terus menjaga wilayah pegunungan tersebut.
Salah satu hal paling unik dalam dunia Love on the Turquoise Land adalah aturan bahwa manusia yang digigit Dixiao harus terkena sinar matahari pertama pada pagi hari dalam waktu 24 jam agar tidak berubah menjadi makhluk kehilangan kesadaran. Jika gagal, mereka akan berubah menjadi “Diba”, monster berambut putih yang buas dan tak mengenali siapa pun. Aturan ini menambah ketegangan cerita, karena setiap pertarungan bukan hanya soal hidup dan mati, tetapi juga balapan dengan waktu.
Dengan visual intens, world-building yang lengkap, serta chemistry kuat antara Dilraba dan Oliver Chen, Love on the Turquoise Land diprediksi menjadi salah satu drama aksi fantasi paling menonjol di akhir tahun. Antusiasme penonton yang terus naik menjadi sinyal bahwa drama ini berpotensi besar menjadi rilisan yang meledak sepanjang musim.










