LayarHijau.com – Kesuksesan drama pendek fenomenal Summer Rose (盛夏芬德拉) benar-benar mengubah perjalanan karier dua pemeran utamanya: Liu Xiaoxu dan Guo Yuxin. Drama yang telah tayang selama 18 hari itu melampaui 3 miliar penayangan serta bertahan 21 hari berturut-turut di daftar populer, membuat banyak penonton jatuh hati hingga mengaku “setelah menontonnya, sulit menerima drama pendek lainnya”.
Guo Yuxin yang memerankan fotografer Bai Qingmei tampil mencuri perhatian lewat karakter yang keras kepala namun emosional. Aktingnya disebut natural dan memukau, bahkan melampaui banyak pemeran utama drama panjang. Adegan menangis di tengah hujan dipuji seperti adegan dalam film layar lebar. Banyak penonton menilai ia berhasil menggambarkan cinta orang dewasa yang penuh kesadaran dan dilema, di mana setiap mikro-ekspresi memancarkan kisah yang nyata dan menyentuh.

Padahal, perjalanan kariernya tidak semulus yang terlihat. Lulusan Central Academy of Drama ini dikenal sebagai salah satu mahasiswi tercantik semasa kuliah. Banyak yang memprediksi ia akan langsung melesat lewat peran besar. Namun kenyataan berkata lain, ia sempat terjebak memainkan karakter kecil tanpa banyak sorotan.
Ia hanya tampil sepintas dalam beberapa drama populer seperti Best Choice Ever (承欢记), Till the End of the Moon (长月烬明), dan A Journey to Love (一念关山). Perannya yang kecil membuat publik tidak terlalu mengingat keberadaannya. Baru setelah popularitasnya meroket, netizen mulai mencari kembali cuplikan-cuplikan kemunculannya di drama tersebut dan merasa sayang karena kemampuan aktingnya baru mendapatkan perhatian saat ini.
Kesuksesan Summer Rose membuka pintu langkah baru baginya. Setelahnya, Guo Yuxin menjadi pemeran utama dalam drama pendek bertema hukum produksi CNR Thorn Flowers Bloom (荆棘花开). Kini, ia kembali ke drama panjang, sebuah momentum penting untuk memperluas karier aktingnya di proyek berskala besar.

Guo Yuxin didapuk menjadi pemeran perempuan kedua dalam drama era Republik Tiongkok The Lament of Autumn (玉簟秋), yang disutradarai Ju Jue Liang dan dibintangi Cheng Lei serta Xu Rohan sebagai pemeran utama. Peran barunya kali ini sarat tantangan dalam transformasi karakter yang intens.
Di dalam drama, ia memerankan Tao Ziyi, putri seorang taipan kaya raya. Pada awalnya, ia digambarkan sebagai wanita manja, punya harga diri tinggi, dan memiliki obsesi kuat terhadap tokoh pria utama. Namun, kehidupannya berbalik ketika keluarga mengalami kehancuran. Dalam tekanan situasi politik dan konflik emosional, Tao Ziyi perlahan terjerumus ke sisi gelap. Ia dipaksa masuk ke pernikahan politik tanpa cinta dengan tokoh pria kedua dan menerima nasib tragis dalam ikatan yang penuh penderitaan.
Kontras karakter yang begitu besar ini dipahami sebagai ujian akting yang potensial bagi Guo Yuxin untuk membuktikan kedalaman emosinya di layar. Tak heran bila para penggemar mulai ramai menantikan performanya dalam drama tersebut.
Dengan pesona yang makin dikenal dan kemampuan akting yang semakin diakui, Guo Yuxin tampak berada di jalur emas menuju generasi baru aktris Tiongkok yang bersinar di panggung drama panjang. Publik berharap The Lament of Autumn akan semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu talenta yang layak diperhitungkan di industri hiburan.










