LayarHijau.com – Drama panjang yang sangat dinantikan, The Heir (sebelumnya dikenal sebagai Family Business), yang dibintangi aktris papan atas Yang Zi, tengah menjadi sorotan kontroversial industri hiburan Tiongkok. Produser Huace Film & TV mengecam keras munculnya sebuah drama pendek yang meniru materi promosi dan adegan kunci The Heir secara terang-terangan, jauh sebelum drama aslinya ditayangkan.
Replika Murahan Mengintai Produksi Mahal
The Heir bercerita tentang Li Zhen (Yang Zi), pewaris termuda yang berjuang memulihkan bisnis keluarga pembuat tinta tradisional, salah satu warisan budaya tak benda Tiongkok, setelah bisnis keluarga mengalami kejatuhan.
Drama ini digarap dengan sangat serius. Kru produksi menghabiskan 90 hari untuk mereplikasi bengkel tinta di Shexian, Anhui, dan para aktor, termasuk Yang Zi, berlatih teknik pembuatan tinta selama tiga bulan. Total biaya produksi disebut mencapai 320 juta Yuan (Rp751 miliar).

Di sisi lain, muncul drama pendek berjudul The Lingering Fragrance of Ink, The Matrilocal Son-in-Law is Actually a Capitalist (Mo Xiang Qian Quan, Zhui Xu Jing Shi Zi Ben Jia/《墨香缱绻,赘婿竟是资本家》) yang meniru adegan seperti meracik tinta dan mengirim delapan tuan dari trailer The Heir. Tiruan ini bahkan meniru sudut kamera dan poster depan.
Analis menyebut properti drama pendek ini terbuat dari bahan murah seperti foam, tinta dari tiruan batu bara, dan biaya produksi hanya ratusan ribu Yuan dengan pengerjaan maksimal satu minggu. Meski kasar, drama ini berhasil menarik lebih dari satu juta penonton dalam tiga hari, membuktikan efektivitas “jalan pintas” untuk mencuri popularitas dari IP yang sudah lama dibangun.
Ancaman Jangka Panjang untuk Drama Besar
Kasus The Heir bukan yang pertama. Fenomena “mendahului” ini menimpa judul-judul besar lain:
The Prisoner of Beauty (Zhē Yāo) – kabar rencana adaptasi drama pendek mulai muncul saat drama panjang masih tayang, bahkan sempat trending di media sosial.
The Rebirth of the Malicious Empress of Military Lineage (Jiàng Mén Dú Hòu) – drama pendek merilis versi lebih dulu, membuat penonton keliru mengira itu versi resmi.
Veil of Shadows (Yuè Lín Qǐ Jì) dan Sniper Butterfly (Jū Jī Hú Dié) juga mengalami hal serupa, dengan kostum dan alur cerita kunci dijiplak lebih awal.
Efek “Spoiler” dan Kerugian IP
Drama panjang memerlukan waktu 12–18 bulan untuk produksi, sementara drama pendek hanya 1–3 bulan. Dengan meniru IP dan adegan ikonik, drama pendek bisa meraup keuntungan promosi tanpa biaya kreatif besar.
Dampaknya serius:
Mengikis kesabaran penonton: Penonton bisa merasa sudah melihat klimaks atau spoiler (bocoran cerita) lebih dulu, sehingga kehilangan minat mengikuti cerita panjang.
Menurunkan nilai IP: Perubahan alur cerita yang asal-asalan menurunkan citra IP asli di mata penonton.
Lingkungan industri tidak sehat: Setiap proyek besar yang menghadapi penjiplakan dan kebocoran plot berisiko merusak iklim kreasi orisinal dan investasi besar.
Huace Film & TV mengecam praktik ini sebagai pelanggaran etika serius dan berjanji mengambil langkah hukum. Kekacauan ini mencerminkan tekanan trafik di tahap awal industri drama pendek, diperparah oleh biaya pelanggaran hak cipta rendah dan pengawasan yang minim.










