Penggarapan Naskah Love and Crown Diduga Kacau, Penonton: Kasihan Ren Jialun dan Peng Xiaoran!

Timotius Ari
Disclosure: Situs ini mungkin berisi tautan afiliasi, yang berarti kami bisa mendapatkan komisi jika kalian mengklik tautan tersebut dan melakukan pembelian. Kami hanya merekomendasikan produk atau layanan yang kami yakin bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih atas dukungan kalian!
Dukung Kami
- Advertisement -

LayarHijau.com – Drama kostum Love and Crown yang dibintangi Ren Jialun dan Peng Xiaoran tengah menjadi sorotan publik setelah muncul dugaan kekacauan dalam proses penggarapan naskah. Ren Jialun, yang sebelumnya sukses besar di The Demon Hunter’s Romance, kali ini menghadapi pengalaman berbeda: drama ini justru menuai kritik jelang penayangan episode terakhirnya.

Beberapa netizen membocorkan fakta mengejutkan terkait produksi Love and Crown. Sebelum syuting dimulai, naskah drama disebut belum sepenuhnya selesai. Pada hari pertama syuting, Ren Jialun hanya memiliki tiga halaman naskah untuk adegan yang akan ia rekam.

Di sisi lain, Peng Xiaoran mengungkapkan pengalaman pribadinya terkait penggarapan naskah. Ia hanya menerima 10 episode pertama saat awal persiapan syuting. Namun, sebagian besar episode tersebut kemudian dibatalkan dan ditulis ulang, sementara naskah selanjutnya dikirim secara bertahap seiring berjalannya syuting. Menurut Peng Xiaoran, situasi ini membuat konsistensi karakter sangat sulit dijaga dan aktor hanya bisa fokus adegan demi adegan, bukan merancang keseluruhan alur cerita. Ia juga menegaskan bahwa semua keputusan kreatif—termasuk perubahan besar pada tokoh dan jalan cerita—ditentukan oleh tim produksi, bukan aktor.

- Advertisement -

Selain itu, dalam foto di balik layar, terlihat mesin cetak (printer) dibawa di mobil pengawal Ren Jialun, menurut netizen. Ada dugaan printer tersebut digunakan untuk mencetak naskah baru yang ditulis penulis skenario langsung di lokasi. Kondisi ini membuat banyak penonton kaget dan dianggap praktik produksi yang tidak biasa, sehingga alur cerita terasa tidak logis bagi sebagian orang.

Love and Crown juga tidak mengadakan kegiatan promosi bersama Ren Jialun maupun Peng Xiaoran. Beredar rumor drama ini dibeli hak tayangnya oleh perusahaan lama Ren Jialun, Huanrui Century, yang diduga buru-buru menyelesaikan syuting sebelum masa hak tayang habis. Setelah dijual ke platform Youku, biaya produksi disebut sudah kembali, sementara kontrak Ren Jialun dan Peng Xiaoran telah berakhir. Beberapa pihak menilai Huanrui Century tidak menyiapkan dana promosi, sehingga drama ini dibiarkan “hidup sendiri” dan akhirnya mendapatkan rating rendah 4,8 di Douban, dinobatkan sebagai salah satu drama kostum terburuk tahun ini.

Di sisi cerita, karakter Ren Jialun berada dalam tekanan besar. Adiknya tewas akibat intrik Permaisuri dan Penasihat Kerajaan, sementara adik laki-lakinya salah paham mengira kematian itu ulah sang kakak. Kesalahpahaman ini memicu konflik keluarga yang kompleks. Untuk menyelamatkan diri, Ren Jialun memutuskan berpura-pura mati, menyerahkan simbol kekaisaran kepada Permaisuri yang diperankan Peng Xiaoran, lalu melompat dari panggung istana. Adegan ini menjadi sorotan penonton karena dramatis dan emosional.

- Advertisement -

Meski akting Ren Jialun dipuji, banyak netizen mengkritik alur cerita yang penuh kesalahpahaman dan terkesan usang. Peng Xiaoran juga mengalami perubahan karakter drastis dibanding versi novel, dari sosok wanita pemberani menjadi permaisuri yang terlalu fokus pada urusan asmara. Ia mengaku hanya menerima naskah satu episode sehari sebelum syuting, sesuai laporan netizen tentang proses “menulis sambil syuting”. Banyak yang menyayangkan pihak Huanrui Century yang dinilai tidak profesional, sementara Ren Jialun tetap menyelesaikan syuting demi menyudahi kontrak dengan perusahaan tersebut.

Preorder Novel Hidden Love & The First Frost
Preorder Novel Hidden Love dan The First Frost Bahasa Indonesia sudah dibuka
- Advertisement -
Share This Article
Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments