Fakta Mengejutkan! Dominasi Global Solo Leveling Tak Berarti di Jepang, Gagal Masuk Top 10 Pencarian Anime 2025

Timotius Ari
Disclosure: Situs ini mungkin berisi tautan afiliasi, yang berarti kami bisa mendapatkan komisi jika kalian mengklik tautan tersebut dan melakukan pembelian. Kami hanya merekomendasikan produk atau layanan yang kami yakin bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih atas dukungan kalian!
Dukung Kami
- Advertisement -

LayarHijau.com – Solo Leveling mungkin punya reputasi yang cukup memecah belah di kalangan penggemar anime, tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa serial ini menjadi salah satu fenomena terbesar di era 2020-an. Setelah musim pertama yang tayang pada 2024 dan berhasil menyabet penghargaan Anime of the Year, musim keduanya yang hadir pada awal 2025 bahkan memecahkan berbagai rekor penayangan global.

Selama dua tahun terakhir, hampir mustahil bagi penggemar anime untuk tidak mendengar nama Solo Leveling—terlebih setelah serial ini nyaris menyapu bersih penghargaan di ajang Crunchyroll Awards pada Maret lalu. Namun, fakta mengejutkan muncul ketika Google Trends merilis daftar anime yang paling banyak dicari di Jepang sepanjang 2025: Solo Leveling tidak masuk dalam 10 besar.

Anime of the Year, Tapi Tak Masuk Daftar Paling Banyak Dicari

Menurut data Google Trends, tiga besar anime yang paling banyak dicari oleh pengguna internet di Jepang tahun ini adalah Takopi’s Original Sin, Mobile Suit Gundam GQuuuuuuX, dan Sakamoto Days. Menyusul kemudian sejumlah judul populer lain seperti The Summer Hikaru Died, The Fragrant Flower Blooms With Dignity, dan Orb: On the Movements of the Earth.

- Advertisement -

Tidak munculnya Solo Leveling dalam daftar tersebut menjadi indikasi bahwa dominasi globalnya tidak otomatis berbanding lurus dengan pamornya di negara asal industri anime. Sekalipun berhasil memecahkan rekor penayangan dan menyalip berbagai hit besar seperti One Piece dan Chainsaw Man, antusiasme penonton Jepang tampaknya tidak setinggi di negara-negara Barat.

Salah satu alasan yang mungkin menjelaskan fenomena ini adalah waktu rilis. Hampir semua judul dalam daftar tersebut merupakan anime baru yang debut pada 2025. Sementara Solo Leveling sudah lebih dulu mapan sebelum musim keduanya tayang, sehingga minat pencarian di mesin pencari mungkin menurun karena penonton tidak perlu mencari informasi lebih lanjut.

Namun, data Google Trends juga kembali menegaskan satu hal yang telah lama didiskusikan: Solo Leveling memang tidak pernah benar-benar sebesar itu di Jepang.

- Advertisement -

Solo Leveling Tak Sejaya di Jepang Dibandingkan di Barat

Meski meraih sukses besar secara internasional, performa Solo Leveling di pasar Jepang sendiri sebenarnya tidak terlalu menonjol. Pada musim anime Winter 2025, serial ini kalah rating dari kompetitor utamanya, The Apothecary Diaries. Solo Leveling juga tidak muncul dalam jajak pendapat popularitas anime paruh pertama 2025 yang dirilis oleh Tsumiki Co., Ltd.

Sulit menunjuk satu penyebab spesifik mengapa Solo Leveling kurang diterima di Jepang. Beberapa penggemar berspekulasi bahwa pasar lokal sudah jenuh dengan genre power fantasy, sehingga serial ini tidak menawarkan sesuatu yang dianggap benar-benar baru. Ada juga yang menilai bahwa adaptasi anime-nya lebih menarik bagi penonton internasional dibandingkan penonton domestik.

Terlepas dari penerimaannya yang biasa saja di Jepang, tidak ada yang bisa membantah bahwa Solo Leveling adalah fenomena global. Serial ini terus mencatat prestasi di pasar Barat dan telah dikonfirmasi akan berlanjut ke musim ketiga.

Solo Leveling mungkin bukan raksasa baru industri anime di Jepang, tetapi statusnya sebagai salah satu anime terbesar dekade ini di dunia tetap tidak terbantahkan.

Preorder Novel Hidden Love & The First Frost
Preorder Novel Hidden Love dan The First Frost Bahasa Indonesia sudah dibuka
- Advertisement -
Share This Article
Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments