LayarHijau.com – Episode terakhir drama Love on the Turquoise Land resmi tayang untuk para penonton umum pada 11 Desember 2025. Dalam episode 32, dua sosok misterius muncul di akhir cerita dan menimbulkan tanda tanya di hati para penonton soal identitas keduanya dan apa arti kehadiran keduanya untuk drama tersebut.
Peringatan spoiler: penjelasan di bawah mengandung bocoran terkait akhir cerita drama.
Seperti yang ditulis LayarHijau sebelumnya, paska pertarungan mati-matian antara Pasukan Pemburu Gunung Nan dan kelompok iblis bumi (di xiao), Nie Jiuluo (diperankan Dilraba Dilmurat) dipulihkan kembali di dasar sungai. Tapi saat Yan Tuo (diperankan oleh Oliver Chen) membawa Nie Jiuluo kembali, wanita itu kehilangan ingatan jangka pendeknya.
Dia tidak mengingat apapun yang terjadi selama beberapa bulan terakhir termasuk soal pertarungan hidup dan mati di Gerbang Jinmen dan identitas Yan Tuo. Pada episode 32, lewat pertarungan dramatis antara keduanya, Nie Jiuluo akhirnya ingat kembali soal identitas sang kekasih.
Keesokan harinya, Nie Jiuluo mengungkapkan keinginannya untuk mengunjungi sang ibu di Gerbang Jinmen. Yan Tuo kemudian menemani sang kekasih bertemu dengan sang ibu yang sudah berubah menjadi Hantu Putih. Pertemuan ini berlangsung mengharukan.
Sebelumnya Yan Tuo mengungkap jika setelah apa yang dialami Nie Jiuluo di dasar sungai membuat semua luka di tubuhnya pulih sepenuhnya. Selain itu, potensi bakat Nie Jiuluo juga berkembang pesat hingga dia mampu memahat beberapa karya seni yang memukau.
Cita-cita wanita itu untuk menggelar pameran tunggal akhirnya terwujud. Dalam pameran itu, Manager Lu terlihat berbincang-bincang dengan seorang pria berkacamata, bertubuh tinggi dan berambut gondrong. Rupanya pria itu tertarik untuk membeli karya-karya Nie Jiuluo. Tidak tanggung-tanggung, dia ingin membeli semua pahatan yang dipamerkan saat itu.
Adegan beralih ke momen romantis antara Nie Jiuluo dan Yan Tuo. Dalam percakapan di antara keduanya, Yan Tuo bertanya apa yang akan dilakukan kekasihnya itu jika ternyata iblis bumi kembali muncul. Nie Jiuluo berkata jika dulu dia memilih melarikan diri karena pikiran naif untuk mencari kehidupan yang dia impikan. Sekarang dia sudah memiliki kehidupan yang selama ini dia impikan, jadi jika ada makhluk apapun yang muncul dan mengancam kehidupannya, dia akan berjuang sekuat tenaga untuk melawan makhluk tersebut. Yan Tuo kemudian berkata jika dia ingin Nie Jiuluo untuk mengajaknya baik dalam menjalani kehidupan yang dia impikan atau bertarung mati-matian melawan iblis bumi.
Drama ini diakhiri dengan percakapan pria gondrong misterius yang memborong semua patung pahatan Nie Jiuluo. Dia menelepon seseorang yang dia panggil sebagai kakek. Sang kakek rupanya memerintahkan pria itu untuk memborong karya Nie Jiuluo. Tapi dia hanya ingin sebuah pahatan yang menjadi masterpiece dalam pameran itu, semua patung yang menyerupai tahta.
Sang cucu bertanya kenapa sang kakek tertarik dengan patung itu. Sang kakek menjawab jika patung itu mengingatkannya pada kampung halaman. Di usianya saat ini, dia gampang merindukan kampung halaman. Sekalipun dalam episode terakhir ini, tidak ada penjelasan soal asal usul patung yang menyerupai tahta itu, dilihat dari desainnya, kita bisa menyimpulkan jika tahta ini merupakan salah satu benda yang ada di Gerbang Jinmen.

Pertanyaan yang muncul di hati para penonton adalah siapa kakek itu yang mengaku jika patung itu mengingatkannya pada kampung halaman? Apakah dia juga merupakan iblis bumi seperti Li Xinruo? Atau dia makhluk yang berbeda dengan Li Xinruo?

Sayangnya episode 32 berakhir dengan percakapan di antara kakek dan cucu ini. Kehadiran dua sosok misterius ini merupakan bagian cerita dalam bab 161. Pria muda itu bernama Yan Xianyi. Tapi identitas dari sang kakek tidak dijelaskan. Apakah hal ini berarti tim produksi berencana untuk melanjutkan cerita drama itu ke season 2?

Untuk saat ini, belum ada informasi terkait hal tersebut, mengingat drama itu baru saja tamat. Tapi melihat kesuksesan Love on the Turquoise Land, ada kemungkinan jika Tencent Video tertarik untuk menggarap kelanjutan ceritanya. Jika platform streaming itu akhirnya memutuskan menggarap season 2, maka itu berarti tim produksi akan memakai naskah original yang tidak ada di novel. Hal ini tentunya akan menarik melihat kelanjutan petualangan Nie Jiuluo dan Yan Tuo. Apakah mereka akan kembali berhadapan dengan para iblis bumi atau dengan makhluk lain yang lebih kuat?
Selain teori adanya kemungkinan season 2, dari penelusuran LayarHijau terungkap jika Kakek Yan adalah salah satu karakter penting dalam novel lain karya Wei Yu, Flesh and Bone Cage. Jadi ada teori jika kemunculan Yan Xianxi ini adalah penghubung dengan drama lain yang diangkat dari novel Flesh and Bone Cage.
Catatan editor:
Sebelumnya dalam artikel, kita menulis jika kedua karakter misterius itu tidak ada dalam novel. Tapi rupanya keduanya ada dalam novel di bab terakhir.










