Drama The Vendetta of An Populer, Cheng Yi Dipuji Mampu Imbangi Akting Para Bintang Senior

Timotius Ari
Disclosure: Situs ini mungkin berisi tautan afiliasi, yang berarti kami bisa mendapatkan komisi jika kalian mengklik tautan tersebut dan melakukan pembelian. Kami hanya merekomendasikan produk atau layanan yang kami yakin bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih atas dukungan kalian!
Dukung Kami
- Advertisement -

LayarHijau.com – Drama kostum China The Vendetta of An (長安二十四計) yang dibintangi Cheng Yi resmi tayang pada 12 Desember dan langsung mencuri perhatian publik. Mengusung latar Dinasti Tang dengan tema balas dendam dan intrik politik tingkat tinggi, drama ini sudah ramai dibicarakan sejak sebelum penayangan berkat jajaran pemainnya yang diisi oleh banyak aktor senior peraih penghargaan akting bergengsi di industri film dan televisi China.

Begitu ditayangkan, respons pasar pun terbilang sangat kuat. Rating penayangan di CCTV dilaporkan menembus angka 2, sementara popularitas versi daringnya melampaui 7.500. Interaksi penonton juga sangat masif, dengan jumlah komentar langsung (danmu) yang disebut mencapai lebih dari 900 juta. Pada penayangan perdananya, drama itu meraih posisi ketiga dalam daftar drama China populer versi Maoyan. Capaian ini membuat The Vendetta of An disebut sebagai drama yang sukses besar baik di televisi maupun platform streaming.

Dalam materi promosi, drama ini sempat dijuluki menghadirkan “lima yingdi dan shidi”—istilah khas industri hiburan China untuk aktor dan aktris yang pernah meraih penghargaan pemeran terbaik di ajang film maupun drama televisi. Julukan tersebut digunakan untuk menegaskan kuatnya kualitas akting para pemain, terutama aktor-aktor senior yang sudah lama diakui secara profesional.

- Advertisement -

Cheng Yi sendiri memerankan Xie Huai’an, seorang ahli strategi tanpa kemampuan bela diri yang tampak lembut dan rapuh, namun menyimpan dendam selama sepuluh tahun. Demi peran ini, Cheng Yi menurunkan berat badan sekitar 7,5 kilogram. Penampilannya dengan rambut putih dan citra sarjana sakit-sakitan memperkuat kesan rapuh sekaligus getir, yang menjadi ciri khas karakter tersebut.

Sejumlah penonton memuji Cheng Yi karena mampu mengimbangi akting para aktor senior. Akting lewat tatapan mata yang muram dan penuh kebencian dianggap kuat dan meninggalkan kesan dingin. Namun, ada pula kritik yang menyebut kesan “rakyat jelata” pada penampilannya terlalu dominan sehingga dianggap kurang memiliki aura tokoh utama. Beberapa penonton di China juga menyoroti pengucapan dialognya, terutama dalam adegan pembacaan puisi.

Dari sisi cerita, The Vendetta of An menuai pujian berkat ritme yang cepat dan padat. Dalam sepuluh menit pertama episode pembuka, latar tragedi pembantaian keluarga sudah disampaikan. Dua episode awal bahkan menghadirkan beberapa pembalikan situasi penting, termasuk upaya pembunuhan terhadap Xie Huai’an yang justru dimanfaatkan untuk menyingkirkan musuh lewat strategi “membunuh dengan tangan orang lain”. Banyak penonton menilai drama ini nyaris tanpa adegan sia-sia dan sulit ditonton dengan kecepatan tinggi. Pembangunan set Kota Chang’an yang dilakukan secara nyata juga disebut setara dengan produksi film layar lebar.

- Advertisement -

Kehadiran para aktor senior menjadi salah satu kekuatan utama drama ini. Liu Yijun tampil sebagai Kaisar baru Xiao Wuyang yang tenang dan dingin, mampu mengubah arah situasi hanya dengan beberapa kalimat. Wang Jinsong memerankan Wu Zhongheng, sosok misterius dengan langkah sulit ditebak yang menjadi variabel penting dalam konflik politik cerita. Ditambah penampilan Ni Dahong dan Zhang Hanyu, dinamika kekuasaan dalam drama ini terasa lebih berlapis dan kompleks.

Sebagian penonton kemudian membandingkan The Vendetta of An dengan drama klasik Nirvana in Fire, terutama dari tipe karakter utama dan kerangka cerita tentang tokoh jenius strategi yang memikul dendam besar dan perlahan mengguncang istana. Meski demikian, tidak sedikit pula yang menilai perbandingan tersebut masih terlalu dini, dan kualitas akhir drama ini akan sangat ditentukan oleh perkembangan cerita di episode-episode selanjutnya.

Preorder Novel Hidden Love & The First Frost
Preorder Novel Hidden Love dan The First Frost Bahasa Indonesia sudah dibuka
- Advertisement -
Share This Article
Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments