Tim Penata Gaya Drama On My Way Minta Maaf pada Zhang Jingyi dan Penggemarnya Terkait Kontroversi Gaya Busana

Timotius Ari
Disclosure: Situs ini mungkin berisi tautan afiliasi, yang berarti kami bisa mendapatkan komisi jika kalian mengklik tautan tersebut dan melakukan pembelian. Kami hanya merekomendasikan produk atau layanan yang kami yakin bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih atas dukungan kalian!
Dukung Kami
- Advertisement -

LayarHijau.com – Pada 15 Desember, pihak THE MIRROR HOUSE selaku tim penata gaya drama On My Way merilis pernyataan permintaan maaf resmi terkait kontroversi gaya busana dan penampilan karakter yang belakangan memicu perdebatan publik. Dalam pernyataannya, mereka secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada Zhang Jingyi, tim produksi drama, serta para penonton dan penggemar yang merasa tersinggung.

Kontroversi ini bermula dari pernyataan tidak pantas yang dilontarkan oleh pengelola akun tim penata gaya saat beradu argumen dengan warganet. Salah satu kalimat yang beredar luas berbunyi, “Kami hanya berusaha semampu kami. Jika penggemar merasa hasilnya jelek, itu karena kemampuan kami memang terbatas.” Ucapan tersebut dianggap meremehkan kritik penonton dan langsung memicu kemarahan di media sosial.

Perdebatan memanas ini dipicu dari beredarnya foto-foto lokasi syuting On My Way secara luas di internet. Dalam foto tersebut, Zhang Jingyi terlihat mengenakan riasan dan busana yang sengaja dibuat kusam, dengan alis tebal mencolok, pakaian kerja pasar yang tampak pudar, serta tatanan rambut berantakan. Banyak warganet menilai penampilan ini terlalu berlebihan dan tidak mencerminkan “realisme”, melainkan terkesan merendahkan.

- Advertisement -

Sebagai drama urban yang sebelumnya cukup dinantikan, On My Way disebut ingin menampilkan kehidupan perempuan dari latar sederhana secara apa adanya. Namun, pendekatan visual yang diambil justru menuai kritik karena dianggap menyamakan kehidupan kelas bawah dengan citra kotor, tidak rapi, dan tidak terawat. Sejumlah penggemar menegaskan bahwa sederhana tidak berarti kumal, dan realisme tidak seharusnya mengorbankan martabat karakter.

Pernyataan lanjutan dari tim penata gaya yang menyebut keterbatasan kemampuan sebagai alasan juga dinilai sebagai bentuk pengalihan tanggung jawab. Publik mempertanyakan mengapa konsep karakter tidak dikomunikasikan dengan lebih matang sejak awal, baik dengan pihak produksi, aktor, maupun pembaca novel asli, sehingga perbedaan tafsir soal karakter tidak berkembang menjadi konflik terbuka.

- Advertisement -

Di tengah kritik, muncul pula spekulasi bahwa konsep penampilan ini merupakan bagian dari rencana transformasi karakter di paruh cerita selanjutnya. Disebutkan bahwa karakter yang diperankan Zhang Jingyi akan mengalami perubahan besar seiring perkembangan cerita. Namun, banyak penonton menilai strategi semacam ini berisiko, karena menuntut penonton menerima tampilan visual yang tidak nyaman sejak awal.

Hingga kini, Zhang Jingyi belum memberikan tanggapan pribadi terkait polemik tersebut. Meski demikian, perbedaan mencolok antara citra segar yang selama ini melekat pada dirinya dengan penampilan di On My Way membuat sebagian penggemar merasa kecewa. Pembaca novel asli pun ikut bersuara, menyebut bahwa tokoh perempuan dalam cerita digambarkan sederhana namun tetap bersih, tangguh, dan memiliki semangat hidup.

Kasus ini kembali memunculkan diskusi lama dalam industri drama China, yakni kecenderungan mengatasnamakan “realisme” untuk membenarkan pilihan visual yang dianggap berlebihan dan stereotipikal. Bagi banyak penonton, realisme seharusnya hadir melalui emosi, konflik, dan pengalaman hidup karakter, bukan lewat penggambaran fisik yang terasa menghakimi.

Saat ini, diskusi terkait gaya busana dan penampilan karakter Zhang Jingyi di On My Way masih ramai diperbincangkan di media sosial. Permintaan maaf telah disampaikan, namun publik menilai sikap dan langkah lanjutan dari tim produksi akan menjadi penentu apakah kontroversi ini benar-benar bisa mereda.

Preorder Novel Hidden Love & The First Frost
Preorder Novel Hidden Love dan The First Frost Bahasa Indonesia sudah dibuka
- Advertisement -
Share This Article
Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments