LayarHijau.com – Atlet esports Thailand, Tokyogurl, resmi diberhentikan dari manajemen tim esports TALON setelah dinyatakan melanggar aturan dalam pertandingan esports cabang Arena of Valor (AOV) putri di SEA Games 2025. Keputusan tersebut diumumkan TALON pada 16 Desember 2025, menyusul sanksi diskualifikasi yang dijatuhkan kepada sang atlet oleh panitia SEA Games.
Dalam pernyataan resminya, TALON menyatakan bahwa mereka menerima dan menghormati hasil temuan serta keputusan Technical Delegate cabang esports AOV putri di SEA Games ke-33 yang berlangsung pada 15 Desember 2025. Tokyogurl, yang memiliki nama asli Naphat Worasit, dinyatakan melanggar aturan penting selama kompetisi dan akhirnya didiskualifikasi dari ajang tersebut.
“TALON menyetujui hasil temuan dan keputusan Technical Delegate pada kompetisi esports AOV tim putri di SEA Games ke-33. Atlet esports atas nama Ms. Naphat Worasit telah melanggar aturan utama dalam pertandingan dan dinyatakan didiskualifikasi,” tulis pihak TALON dalam pernyataan tersebut.
Tokyogurl sendiri merupakan bagian dari tim nasional Thailand yang berlaga di nomor Arena of Valor kategori tim putri, salah satu cabang esports resmi yang dipertandingkan di SEA Games 2025. Pada ajang tersebut, Thailand dijadwalkan bersaing dengan sejumlah negara kuat di kawasan Asia Tenggara, termasuk Vietnam dan Indonesia, yang dikenal memiliki performa kompetitif di skena AOV putri.
Namun, perjalanan Thailand di cabang tersebut terhenti setelah muncul temuan pelanggaran teknis. Berdasarkan pembahasan yang berkembang di media sosial pada 16 Desember 2025, Tokyogurl diduga memasang perangkat lunak yang tidak diizinkan pada peralatan pertandingan resmi. Tindakan ini dinilai melanggar regulasi teknis yang ditetapkan panitia SEA Games.
Selain pelanggaran teknis, Tokyogurl juga menuai sorotan setelah secara tidak sengaja melakukan gestur tidak sopan ke arah kamera saat siaran langsung pertandingan yang disaksikan oleh penonton di berbagai negara ASEAN. Meski disebut terjadi tanpa unsur kesengajaan dan sempat dicegah oleh rekan-rekannya, insiden tersebut tetap dianggap melanggar etika atlet dalam ajang internasional.
Akibat rangkaian pelanggaran tersebut, Asosiasi Esports Thailand dilaporkan menarik partisipasi Thailand dari cabang esports AOV putri SEA Games 2025 karena dinilai melanggar ketentuan kompetisi, termasuk aturan yang tercantum dalam regulasi 9.4.3.
Sebagai tindak lanjut, manajemen TALON mengumumkan bahwa mereka telah mengakhiri hubungan kerja dengan Tokyogurl. Pemutusan kontrak tersebut berlaku efektif mulai 16 Desember 2025. TALON juga menegaskan bahwa keputusan ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku di tingkat internasional.
Menutup pernyataannya, TALON menyampaikan apresiasi kepada para penggemar dan pihak yang selama ini memberikan dukungan kepada tim dan organisasinya.










