Karakter Lai Weiming di Shine On Me Tuai Pro Kontra: Kasihan Tapi Menyebalkan?

Timotius Ari
Disclosure: Situs ini mungkin berisi tautan afiliasi, yang berarti kami bisa mendapatkan komisi jika kalian mengklik tautan tersebut dan melakukan pembelian. Kami hanya merekomendasikan produk atau layanan yang kami yakin bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih atas dukungan kalian!
Dukung Kami
- Advertisement -

LayarHijau.com – Drama adaptasi novel Gu Man, Shine On Me (骄阳似我), resmi mengudara dan langsung mencuri perhatian sejak hari pertama penayangan. Antusiasme penonton melonjak tajam, terlebih setelah Gu Man—yang bertindak sebagai penulis asli sekaligus penulis skenario—menyebut drama ini sebagai karya yang paling mendekati nuansa My Sunshine (何以笙箫默) yang tayang sekitar sepuluh tahun lalu. Pernyataan tersebut memicu gelombang diskusi tentang “estetika cinta diam-diam ala Gu Man” yang kembali hadir dalam cerita terbaru ini.

Di tengah hubungan Lin Yusen dan Nie Xiguang yang perlahan berkembang, karakter pria kedua justru menjadi pusat perdebatan. Zhuang Xu, yang diperankan oleh Lai Weiming, menghadirkan sosok dengan emosi berlapis: lembut di permukaan, namun kerap melontarkan sikap dan ucapan yang menyakitkan. Reaksi penonton di China pun terbelah tajam—antara rasa iba dan kejengkelan.

Sebagian penonton merasa simpati pada Zhuang Xu yang terjebak dalam cinta sepihak penuh tekanan batin. Namun di sisi lain, banyak pula yang geram dengan sikapnya yang dinilai munafik dan standar ganda. Ia kerap merendahkan Nie Xiguang dengan komentar pedas, seperti menyindirnya terlalu bergantung pada keluarga atau mengejek pilihannya memakai sepatu hak tinggi demi penampilan. Ironisnya, di saat bersamaan ia juga membantu menyusun data akademik dan mengurus lamaran kerja sang tokoh perempuan. Kontradiksi ini membuatnya dicap sebagai karakter dengan “mental sempit” dan “terlalu pandai bersandiwara”.

- Advertisement -

Label “kasihan tapi menyebalkan” pun melekat kuat pada Zhuang Xu. Latar belakangnya yang berasal dari keluarga kurang mampu membentuk rasa rendah diri saat berhadapan dengan Nie Xiguang yang tumbuh di lingkungan berada. Arogansi dan sinisme yang ia tunjukkan kerap dibaca sebagai mekanisme pertahanan diri—takut ditolak, sehingga memilih mendorong orang lain menjauh lebih dulu. Pola ini membuat sebagian penonton merasa relate, sementara yang lain justru menilainya sebagai bentuk keegoisan emosional yang hanya berujung pada luka berulang.

Peran ini membawa sorotan besar bagi Lai Weiming. Banyak warganet di China menyebutnya sebagai “perwujudan paling nyata cinta pertama”, terutama karena aura getir dan rapuh yang melekat pada karakter Zhuang Xu. Perhatian penonton tidak hanya tertuju pada jalan cerita, tetapi juga pada detail akting yang ia tampilkan.

Sejumlah penonton jeli menyoroti penggunaan tatapan mata dan ekspresi mikro Lai Weiming. Cara ia memandang Nie Xiguang dengan perasaan yang tertahan—penuh kasih, namun dibalut rasa ragu dan kesepian—dianggap berhasil menyampaikan emosi “mencintai tapi tak berani mengungkapkan”. Banyak yang mengaku merasa seperti melihat refleksi diri mereka sendiri yang pernah menyimpan perasaan dalam diam.

- Advertisement -

Lai Weiming kini berusia 24 tahun dan baru tiga tahun terjun ke industri hiburan. Ia sebelumnya tampil dalam drama remaja When I Fly Towards You serta drama kostum Fangs of Fortune (大梦归离). Berkat konsistensi dan keseriusannya menghidupkan peran pendukung yang kompleks, ia mulai dikenal luas dan bahkan dijuluki sebagian penonton sebagai salah satu “pria kedua paling pekerja keras” di dunia drama Tiongkok.

Preorder Novel Hidden Love & The First Frost
Preorder Novel Hidden Love dan The First Frost Bahasa Indonesia sudah dibuka
- Advertisement -
Share This Article
Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments