LayarHijau.com – Drama China Love Between Lines (轧戏) resmi tayang perdana pada 9 Januari di Dragon TV dan iQIYI. Sehari setelah penayangan, tepatnya pada 10 Januari, drama yang dibintangi Chen Xingxu dan Lu Yuxiao ini menempati posisi ke-7 dalam daftar popularitas Maoyan. Sejak awal penayangannya, Love Between Lines langsung memancing perbincangan hangat di media sosial China, terutama Weibo, berkat konsep cerita yang dinilai berbeda dari drama romantis modern pada umumnya.
Love Between Lines mengisahkan Hu Xiu, yang diperankan oleh Lu Yuxiao, seorang perempuan yang baru saja mengalami kegagalan besar dalam hidupnya. Ia diputuskan oleh tunangannya dan terjebak dalam pekerjaan yang tidak sesuai impiannya sebagai desainer arsitektur, setelah tiga tahun hanya dijadikan asisten oleh atasannya. Dalam kondisi terpuruk, Hu Xiu mengikuti saran temannya untuk mencoba murder mystery game (permainan pemecahan misteri pembunuhan) sebagai cara melarikan diri dari tekanan hidup.
Di dalam permainan itulah Hu Xiu pertama kali bertemu dengan Xiao Zhi Yu, yang diperankan oleh Chen Xingxu, seorang pemain berpengalaman yang dikenal licik dan penuh strategi. Pertemuan awal mereka di dunia game berakhir buruk, karena Hu Xiu tertipu dan menjadi pemain pertama yang tersingkir. Tidak terima dengan kekalahan tersebut, Hu Xiu kembali masuk ke permainan untuk membalas kekalahan, dan sejak saat itu hubungan keduanya mulai terjalin.
Tak hanya di dalam game, pertemuan mereka berlanjut di dunia nyata. Xiao Zhi Yu ternyata menyewa rumah milik Hu Xiu, menjadikan mereka terhubung sebagai pemilik rumah dan penyewa. Lebih jauh lagi, Hu Xiu melamar pekerjaan di perusahaan arsitektur tempat Xiao Zhi Yu menjadi pemilik sekaligus bos. Dari sinilah terbentuk tiga lapis hubungan antara keduanya: sebagai sesama pemain di dalam game, sebagai pemilik rumah dan penyewa, serta sebagai atasan dan karyawan di dunia kerja.
Struktur hubungan berlapis inilah yang banyak dipuji penonton China. Di Weibo, warganet menilai Love Between Lines berhasil menghadirkan bentuk romansa yang segar. Salah satu komentar yang mewakili pujian tersebut berbunyi, “Chen Xingxu dan Lu Yuxiao seperti sedang menjalani jenis cinta yang sangat baru. Di dunia nyata mereka adalah pemilik rumah dan penyewa, juga bos dan karyawan. Di dalam game, mereka saling beradu kecerdikan dengan identitas palsu. Tiga lapis hubungan ini membuat drama modern terasa hidup dan berbeda.”
Komentar lain menyebut dinamika tersebut mendorong emosi berkembang secara bertahap, dari saling curiga, beradu strategi, hingga perlahan tumbuh rasa ketergantungan. Bahkan ada penonton yang menggoda dengan menyebut hubungan mereka sebagai “sastra serigala dan kelinci ala Jinjiang yang menjadi nyata,” merujuk pada tarik-ulur kekuasaan dan emosi antara dua karakter dengan posisi tidak seimbang.
Meski menuai banyak pujian, Love Between Lines juga tidak lepas dari kritik. Sebagian penonton menilai alur awal terlalu rumit dan terasa kurang logis karena perpindahan cepat antara dunia permainan dan kehidupan nyata. Ada pula yang merasa perkembangan perasaan Hu Xiu terhadap Xiao Zhi Yu terlalu cepat, mengingat interaksi mereka di awal hanya terjadi dalam satu atau dua sesi permainan.
Kritik lainnya diarahkan pada chemistry pasangan utama yang dinilai belum terasa kuat oleh sebagian penonton, serta pelafalan dialog Lu Yuxiao yang dianggap kurang jelas karena menggunakan suara asli tanpa sulih suara. Faktor-faktor ini disebut menjadi penyebab mengapa popularitas awal drama ini masih kalah dibanding drama lain yang tayang di periode sama.
Meski begitu, diskusi di media sosial menunjukkan bahwa Love Between Lines tetap memiliki daya tarik tersendiri bagi penonton yang mencari cerita romansa dengan struktur tidak konvensional. Dengan konsep tiga identitas yang terus bersinggungan dan hubungan karakter yang masih berkembang, drama ini dinilai masih menyimpan potensi untuk menarik perhatian seiring berjalannya episode.










