LayarHijau.com – Nama Zhao Lusi kembali menjadi perbincangan hangat setelah ia terlihat berjualan di pasar malam Hainan. Pada 22 Januari, sejumlah netizen membagikan foto dan video yang memperlihatkan sang aktris mengenakan celemek, bertopi, nyaris tanpa riasan, sibuk membuat dan menjual egg pancake (kue telur khas Tiongkok yang dimasak di atas wajan). Dengan gerakan yang tampak sudah terbiasa, Zhao Lusi melayani pembeli satu per satu, menyapa dengan ramah, bahkan meluangkan waktu berfoto dan mengobrol santai dengan warga yang mengenalinya.
Kehadirannya di tengah keramaian pasar malam langsung memicu reaksi publik. Banyak yang mengaku terkejut dan sempat tak percaya dengan apa yang mereka lihat. “Apa aku salah lihat? Zhao Lusi bikinin aku egg pancake (kue telur)?” tulis seorang netizen. Komentar lain berspekulasi bahwa aktivitas tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan peran baru, mengaitkannya dengan metode “mengalami langsung kehidupan” demi mendalami karakter.
Namun, bagi sebagian penggemar, momen ini terasa lebih personal daripada sekadar kebutuhan akting. Aksi berjualan di pasar malam itu mengingatkan publik pada siaran langsung Zhao Lusi pada Agustus 2025 lalu, ketika ia sempat mengatakan bahwa di masa depan ia tak keberatan mencari nafkah dengan berjualan. Saat itu, di tengah konflik keras dengan mantan agensinya, Galaxy Cool Entertainment, Zhao Lusi menyebut membuka warung mi kecil atau berdagang kaki lima pun bukan masalah selama cukup untuk hidup. Pernyataan tersebut dianggap sebagai bentuk penolakannya terhadap hidup yang terlalu dikendalikan oleh orang lain.
Recently, Chinese netizens found out that #zhaolusi selling egg pancake at a night market in Hainan pic.twitter.com/3g02B3Nr9Z
— Layar Hijau (@layar_hijau) January 22, 2026
Karena itu, meski ada yang menyebut aktivitas ini sebagai “pengalaman hidup demi peran”, banyak pula yang melihatnya sebagai wujud nyata dari keinginannya menjalani hidup yang lebih sederhana. Zhao Lusi sebelumnya beberapa kali menegaskan bahwa apa pun pekerjaannya, selama membuatnya bahagia, itu sudah cukup. Ia bahkan pernah menonaktifkan fitur donasi saat siaran langsung dan mengingatkan penggemar agar lebih memikirkan kehidupan mereka sendiri, bukan terus-menerus mengkhawatirkan dirinya.
Kemunculan Zhao Lusi di pasar malam ini juga kembali membuka ingatan publik pada perjalanan hidupnya yang penuh gejolak dalam setahun terakhir. Pada akhir 2024, ia menghentikan seluruh aktivitas kerja akibat depresi dan gangguan kecemasan berat, hingga harus menjalani perawatan dan sempat terlihat menggunakan kursi roda. Agustus 2025 menjadi titik paling kelam ketika ia secara terbuka menuduh mantan agensinya melakukan perlakuan tidak manusiawi, termasuk kekerasan verbal dan fisik, yang membuatnya menutup akun Weibo dan menyatakan “tidak ingin bekerja lagi”.
Pada November 2025, di acara ulang tahunnya, Zhao Lusi mengaku sambil menangis bahwa ia sempat berpikir tidak akan bisa kembali menjadi aktris. Tak lama setelah itu, ia mengumumkan pendirian studio pribadi sebagai langkah untuk mengendalikan kariernya sendiri. Sementara itu, terkait kabar bahwa ia akan menandatangani kerja sama dengan Huajing Entertainment, hingga kini informasi tersebut masih sebatas rumor yang beredar di kalangan industri dan belum pernah dikonfirmasi secara resmi oleh Zhao Lusi maupun pihak terkait.
Dibandingkan citra selebritas yang identik dengan sorotan kamera dan tampilan sempurna, sosok Zhao Lusi di balik wajan kecil pasar malam terasa kontras sekaligus membumi. Beberapa pengunjung yang membeli dagangannya bahkan memuji rasa egg pancake (kue telur) buatannya. Perpindahannya yang nyaris tanpa jarak antara “bintang populer” dan “penjual jajanan kaki lima” memunculkan kesan ketangguhan sekaligus kebebasan dalam menjalani hidup.
Lebih dari sekadar kabar hiburan, momen ini dianggap sebagai potret Zhao Lusi yang lebih utuh dan santai. Ketika ucapan “tak masalah berjualan” yang dulu terdengar seperti candaan akhirnya benar-benar terwujud di bawah lampu pasar malam, publik melihat seorang perempuan yang berani melepaskan label demi menjalani hidup sesuai pilihannya. Dalam dunia yang serba mengejar citra dan “kesan”, mungkin inilah bentuk ketenangan yang sesungguhnya: mengenakan celemek, menyiapkan egg pancake (kue telur) satu per satu, dan menikmati hidup apa adanya—tanpa harus selalu berada di bawah sorotan.










