LayarHijau.com – Aktor Tiongkok Yang Yang terseret isu pribadi setelah aktris Yi Yizi mengungkap cerita kontroversial dalam sebuah siaran langsung. Dalam live tersebut, Yi Yizi mengklaim memiliki seorang teman yang pernah bertemu dengan Yang Yang di sebuah hotel, bahkan menyebut bahwa di antara keduanya “ada sesuatu”, yang ia isyaratkan sebagai aksi berciuman.
Pernyataan tersebut dengan cepat menyebar di media sosial dan memicu perbincangan luas di kalangan warganet. Menanggapi kabar yang beredar, pihak Yang Yang langsung memberikan klarifikasi resmi. Pada malam 23 Januari, studio Yang Yang melalui akun Weibo resmi @杨洋资讯站 (Yang Yang Information Station) mengeluarkan pernyataan bantahan dan menegaskan bahwa klaim yang disampaikan Yi Yizi tidak benar. Studio menyebut informasi tersebut sebagai rumor yang tidak memiliki dasar fakta.

Berdasarkan data publik, Yi Yizi memiliki nama asli Yi Qiulan. Ia lahir pada 8 November 1987 di Chengdu, Provinsi Sichuan. Yi Yizi dikenal sebagai penyanyi sekaligus aktris, meski dalam beberapa tahun terakhir namanya tidak terlalu sering muncul dalam proyek layar lebar maupun drama televisi.

Sementara itu, Yang Yang lahir pada 9 September 1991 di Shanghai. Ia merupakan lulusan Akademi Budaya Militer Universitas Pertahanan Nasional Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok, angkatan 2003, jurusan tari. Kariernya di dunia hiburan dimulai pada 2007 setelah ia terpilih memerankan Jia Baoyu versi dewasa dalam drama klasik Dream of the Red Chamber garapan sutradara Li Shaohong.
Sejak debut tersebut, Yang Yang terus membangun reputasi sebagai salah satu aktor papan atas Tiongkok. Ia telah membintangi berbagai film dan drama populer, di antaranya Left Ear, The Lost Tomb, Whirlwind Girl, Love O2O, I Belonged to You, Eternal Love, Glory of Special Forces, serta Who Rules the World. Dengan popularitas dan citra publik yang tinggi, kehidupan pribadinya kerap menjadi sorotan.
Hingga kini, pihak studio menegaskan akan tetap bersikap tegas terhadap penyebaran rumor yang dinilai merugikan nama baik sang aktor, serta mengimbau publik untuk tidak mudah mempercayai klaim sepihak yang belum terverifikasi kebenarannya.










