
Sinopsis:
Xiao Zhi Yu dan Hu Xiu pertama kali bertemu saat bermain permainan misteri pembunuhan. Dengan latar suasana era Republik China, mereka mengambil identitas palsu dan memainkan plot fiksi, namun secara perlahan keduanya mulai penasaran dengan sosok asli satu sama lain.
Kemudian, di dunia nyata, Xiao Zhi Yu dan Hu Xiu juga bertemu seolah takdir mempertemukan mereka. Dari sini, cerita berjalan dalam dua narasi paralel—satu mengikuti alur fiksi permainan misteri pembunuhan, sementara yang lain menggambarkan pertemuan mereka di kehidupan nyata.
Di tengah permainan antara ilusi dan kenyataan, keduanya perlahan menyadari perasaan sebenarnya. Akankah mereka berhasil menemukan jalan menuju satu sama lain, dan meraih kebahagiaan bersama?
Review:
Cerita tentang karakter utama yang bertemu dan jatuh cinta karena game dalam film dan drama bukanlah hal baru. Sebelum Love Between Lines, sudah ada beberapa drama China dengan premis serupa, misalnya You Are My Glory, Love Scenery, dan Everyone Loves Me. Namun, Love Between Lines mampu mengemas cerita ini secara berbeda.
Tidak hanya memakai unsur game dalam cerita, drama ini juga membawa elemen lain yang umum dalam genre serupa, misalnya kisah cinta antara atasan dan bawahan, serta kisah cinta antara pemilik apartemen dan penyewa. Jadi, Love Between Lines bisa dikatakan cukup murah hati karena menawarkan tiga elemen sekaligus dalam satu kemasan.
Selain itu, lewat game virtual reality dalam ceritanya, penonton bisa melihat para karakter berada dalam dua zaman berbeda, yaitu era Republik China dan zaman modern.
Dua karakter utama juga terikat dengan kesamaan minat dan profesi. Xiao Zhi Yu adalah arsitek muda berbakat sekaligus pimpinan sebuah firma arsitek. Hu Xiu sudah lama mengagumi reputasi dan bakat Xiao Zhi Yu, meskipun dia tidak tahu seperti apa penampilan pria itu. Akhirnya, Hu Xiu bekerja di firma arsitek dari sosok yang dia kagumi.
Nuansa asmara dalam drama ini terasa kuat berkat sinematografi yang digunakan, mulai dari pemilihan warna, setting tempat, hingga kostum. Sensasi visual terasa lebih imersif dengan alunan lagu-lagu soundtrack, meninggalkan kesan mendalam dan memperkuat nuansa romantis.
Kontras antara kepribadian dua karakter utama—Xiao Zhi Yu (diperankan oleh Chen Xingxu) dan Hu Xiu (diperankan oleh Lu Yuxiao)—juga dioptimalkan untuk menawarkan kisah cinta yang menarik. Love Between Lines mampu menampilkan transisi yang rapi dan alami di antara ketiga jenis hubungan mereka, mulai dari saat masih asing dan bermusuhan dalam game, hingga menjadi atasan dan bawahan.
Kehadiran pasangan kedua, sahabat lama Hu Xiu, Zhao Xiao Rou dan Wang Guang Ming, menawarkan sisi yang mewakili realita: pasangan muda yang berjuang menyeimbangkan kehidupan pernikahan dan kesibukan kerja. Chemistry antara Zhao Xiao Rou dan Wang Guang Ming terasa alami dan seolah menjadi contoh teladan untuk pasangan ideal.
Hal yang membedakan drama ini dari drama sejenis adalah interaksi para karakter tidak terlalu memanipulasi cara-cara umum dalam genre romansa. Misalnya, ada konflik tajam terkait isu perselingkuhan.
Di awal cerita, Hu Xiu ditinggal lari oleh pacarnya di acara pertunangan. Pada akhirnya terungkap bahwa dia hanya dijadikan selingkuhan oleh mantan pacarnya. Kejutan luar biasa muncul dari kisah cinta pasangan kedua. Zhao Xiao Rou mengalami nasib yang sama dengan Hu Xiu. Wang Guang Ming menjadi pria kedua dengan tipe yang mirip mantan Hu Xiu: lembut dan berdedikasi, tapi ternyata tidak setia.
Ada juga unsur kesalahpahaman dan kecemburuan yang muncul karena Pei Zhen, kakak tiri Xiao Zhi Yu, yang menyukai Hu Xiu. Selain itu, kehadiran singkat sahabat masa kecil Xiao Zhi Yu dipakai dalam cerita ini untuk memancing kecemburuan Hu Xiu sehingga menyeimbangkan nuansa cerita.
Saat pasangan utama akhirnya resmi berpacaran, chemistry dan kisah cinta mereka tetap terasa hidup, tidak memudar seperti beberapa drama lain. Love Between Lines terus menawarkan interaksi menarik antara Xiao Zhi Yu dan Hu Xiu.
Berbicara soal akting, Chen Xingxu, Lu Yuxiao, dan para pemeran pendukung mampu membawakan akting yang alami dan kuat. Desain karakter juga menarik. Salah satu yang patut disorot adalah Pei Zhen, kakak tiri karakter utama pria yang menjadi rival dalam bisnis dan asmara.
Jika ada kritik, hal itu terkait salah satu bagian yang seharusnya menjadi pembeda terbesar Love Between Lines, yaitu cerita Xiao Zhi Yu menyelidiki kematian ayahnya yang diduga melibatkan ayah tirinya. Dalam cerita, sang ayah dikatakan mengakhiri hidupnya untuk lari dari tanggung jawab kecelakaan akibat desain bangunan yang ia buat. Xiao Zhi Yu ternyata memiliki nama dan identitas asli yang disembunyikan oleh ayah tiri dan ibunya saat dia kecil.
Pei Kang Hua digambarkan sebagai pengusaha yang rela melakukan berbagai hal demi keuntungan. Dia juga berhati-hati, hingga menurut penjelasan Xiao Zhi Yu, mengirim orang mengawasinya saat kuliah di luar negeri. Pei Kang Hua juga mengirim orang untuk mengawasi Hu Xiu ketika ada indikasi Pei Zhen menyukainya.
Namun, Pei Kang Hua kecolongan ketika anak tirinya menyelidiki kasus 20 tahun lalu. Dalam proses penyelidikan, dia tidak menampilkan halangan berarti, meski memiliki sumber daya finansial dan manusia. Contohnya, hanya ada satu suruhan yang tidak terlihat wujudnya yang berusaha menculik dan membunuh Hu Xiu. Hal ini menjadi kelemahan cerita yang membuat drama terasa kurang realistis karena lawan mudah ditaklukkan.
Kelemahan kecil lainnya adalah penggambaran game VR. Teknologi VR yang terlalu realistis dan sempurna membuat drama terasa seperti dunia fantasi, kontras dengan usaha Love Between Lines menghadirkan kisah cinta indah tapi realistis. Selain itu, beberapa episode terakhir terasa emosional dan berat, sehingga minat menonton sempat berkurang.
Kelemahan tambahan yang perlu dicatat adalah terkait pengalaman perselingkuhan yang dialami karakter utama wanita dan sahabatnya. Dua pria dengan karakter yang serupa ternyata tidak sesempurna image mereka di depan umum. Secara logika, hal ini tentu menimbulkan dampak pada cara kedua wanita ini memandang cinta. Kedua karakter digambarkan secara realistis mengalami penderitaan karena diselingkuhi, tetapi Love Between Lines memutuskan mengabaikan bagaimana pengalaman masa lalu Hu Xiu memengaruhi hubungannya dengan Xiao Zhi Yu. Seolah pengalaman pahit ini hanya sebuah mimpi bagi Hu Xiu.
Drama ini akan lebih baik jika penulis bisa menggambarkan konflik Xiao Zhi Yu dengan Pei Kang Hua dan Pei Zhen lebih realistis, serta memperlihatkan dampak emosional pengalaman masa lalu karakter utama. Namun, bagi penonton yang fokus pada interaksi dua karakter utama dan kisah cinta mereka, kelemahan-kelemahan ini mungkin bukan penghambat.










