Song Weilong Tanggapi Julukan “Pria Tampan tapi Kaku”, Bicara Santai Soal Kepribadian dan Kritik

Timotius Ari
Disclosure: Situs ini mungkin berisi tautan afiliasi, yang berarti kami bisa mendapatkan komisi jika kalian mengklik tautan tersebut dan melakukan pembelian. Kami hanya merekomendasikan produk atau layanan yang kami yakin bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih atas dukungan kalian!
Dukung Kami
- Advertisement -

LayarHijau.com – Aktor muda Song Weilong akhirnya menanggapi julukan “pria tampan tapi kaku” yang kerap disematkan padanya. Dalam wawancara terbarunya bersama Vogue, dia menunjukkan sisi yang santai, humoris, sekaligus jujur saat membahas persepsi publik terhadap dirinya.

Menanggapi julukan tersebut, Song Weilong tidak terlihat tersinggung. Dia justru menilai bahwa setiap orang memiliki kepribadian dan kelebihan masing-masing. Menurutnya, seseorang tidak seharusnya dinilai hanya dari penampilan luar atau label tertentu yang dilekatkan oleh orang lain.

- Advertisement -

Saat berbicara tentang komentar negatif, aktor itu mengakui bahwa dulu ia cukup terpengaruh. Ia pernah merasa sedih ketika membaca kritik yang tidak menyenangkan. Namun kini, ia mengaku sudah jauh lebih tenang dalam menyikapinya. Ia tidak lagi mengalami gejolak emosi sebesar sebelumnya dan lebih selektif dalam menanggapi pendapat orang lain.

Song Weilong menjelaskan bahwa dirinya tetap terbuka terhadap masukan. Jika kritik yang diberikan memang membangun, ia akan menerimanya. Namun jika tidak, ia memilih untuk tidak terlalu memikirkannya.

Mengenai kebiasaan overthinking atau “menguras energi batin”, ia mengatakan bahwa sekarang dirinya bisa lebih cepat keluar dari kondisi tersebut. Ia akan terlebih dahulu mengevaluasi diri—apakah memang ada kesalahan yang perlu diperbaiki. Jika tidak menemukan masalah, ia tidak akan mengubah dirinya hanya karena penilaian orang yang tidak dikenal.

Dalam kesempatan yang sama, Song Weilong juga membahas soal hal-hal yang ingin ia hindari. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak akan memaksakan diri melakukan sesuatu yang tidak ia inginkan. Termasuk dalam pergaulan, ia tidak akan melanggar prinsip pribadi hanya demi menjalin hubungan atau menghadiri suatu acara.

Menutup wawancara dengan nada santai, ia sempat melontarkan candaan terkait tren perawatan penampilan. Ia menyebut ada anggapan bahwa “perawatan terbaik untuk pria adalah perawatan estetika”, namun untuk saat ini, ia belum memiliki rencana untuk mengikuti tren tersebut.

- Advertisement -
Preorder Novel Hidden Love & The First Frost
Preorder Novel Hidden Love dan The First Frost Bahasa Indonesia sudah dibuka
- Advertisement -
Share This Article
Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments