Burung Raksasa Menyebrang Jalan di Provinsi Jilin, China Viral, Disebut Mirip Elang Raksasa di The Return of the Condor Heroes, Netizen: Yo Ko, Burungmu Kabur!

Timotius Ari
Disclosure: Situs ini mungkin berisi tautan afiliasi, yang berarti kami bisa mendapatkan komisi jika kalian mengklik tautan tersebut dan melakukan pembelian. Kami hanya merekomendasikan produk atau layanan yang kami yakin bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih atas dukungan kalian!
Dukung Kami
- Advertisement -

LayarHijau.com – Seekor “burung raksasa” baru-baru ini terlihat di wilayah Jingxin, Kota Hunchun, Provinsi Jilin, China. Dalam video yang beredar, burung hitam berukuran besar itu tampak menutup sayapnya sambil berjalan santai menyeberangi jalan dari satu sisi ke sisi lain, hingga membuat kendaraan yang melintas berhenti untuk memberinya jalan.

Rekaman tersebut langsung viral dan memicu berbagai reaksi warganet. Banyak yang terkejut dengan ukurannya yang besar, bahkan menyebut burung itu mirip elang raksasa shendiao, yakni burung legendaris dalam novel The Return of the Condor Heroes (神雕侠侣) karya Jin Yong. Sejumlah komentar juga bercanda dengan mengatakan, “Yo Ko, burungmu kabur.” Namun, ada pula yang meragukan keasliannya dan menduga burung tersebut hanyalah manusia yang mengenakan kostum.

Video itu direkam oleh seorang wanita bermarga Li di ruas Jalan Nasional 302, tepatnya di Desa Jiushaping. Ia mengatakan kejadian tersebut terjadi sekitar pukul dua siang saat dirinya sedang berkendara. Saat itu, burung tersebut berdiri dengan tinggi hampir satu meter dan tidak menunjukkan rasa takut terhadap manusia. Burung itu berjalan santai di jalan, sementara sejumlah orang berhenti untuk mengambil foto.

- Advertisement -

Menurut Li, burung tersebut hanya berada di jalan selama beberapa puluh detik sebelum akhirnya menyeberang.

Ia juga menjelaskan bahwa wilayah Jingxin berada di kawasan lahan basah, yang setiap musim semi dan musim gugur menjadi tempat berkumpulnya banyak burung migran. Meski warga setempat sering melihat berbagai jenis burung, melihat “zuo shan diao” (座山雕), sebutan lokal untuk burung nasar besar, dari jarak dekat seperti ini tetap menjadi pengalaman langka.

Kepala Desa Jiushaping, ketua tim perlindungan burung, sekaligus anggota asosiasi perlindungan satwa liar Hunchun, Lin Wei, memastikan bahwa burung dalam video tersebut memang “zuo shan diao”, yaitu burung nasar yang termasuk satwa dilindungi tingkat pertama di China. Ia menjelaskan bahwa burung ini memiliki panjang tubuh hingga sekitar 120 sentimeter dengan rentang sayap mencapai dua meter.

Lin Wei menambahkan bahwa di kawasan lahan basah Jingxin, pada awal musim semi sering ditemukan ikan yang mati karena membeku lalu membusuk, sehingga menarik burung pemakan bangkai seperti burung nasar untuk turun mencari makan. Karena itu, kemunculan burung tersebut relatif lebih mudah ditemui pada periode tersebut.

Ia juga mengingatkan bahwa jika masyarakat bertemu burung tersebut di alam liar, sebaiknya tetap menjaga jarak dan tidak mengganggu, mengingat statusnya sebagai hewan langka yang dilindungi.

- Advertisement -

Dalam novel The Return of the Condor Heroes (神雕侠侣) karya Jin Yong, shendiao digambarkan sebagai elang raksasa yang luar biasa besar dan cerdas. Burung ini bukan sekadar hewan biasa, melainkan makhluk yang memiliki aura legendaris—bertubuh jauh lebih besar dari elang pada umumnya, dengan kekuatan yang mampu menandingi manusia. Shendiao juga memiliki kesetiaan tinggi dan menjadi pendamping setia Yo Ko, sering muncul dalam momen-momen penting sebagai simbol kekuatan dan kebebasan.

Dalam cerita, hubungan antara Yo Ko dan shendiao berkembang sangat dalam, hampir seperti sahabat sejati. Elang raksasa ini bahkan membantu Yo Ko dalam latihan bela diri, menemaninya melewati masa-masa sulit, serta menjadi saksi perjalanan hidupnya. Karena itu, shendiao tidak hanya dikenal sebagai makhluk kuat, tetapi juga sebagai simbol kesetiaan, keteguhan, dan ikatan emosional yang jarang terlihat antara manusia dan hewan dalam kisah wuxia.

Di Indonesia, kisah ini juga sangat populer melalui berbagai adaptasi drama televisi dari The Return of the Condor Heroes. Salah satu versi yang paling dikenal adalah adaptasi tahun 1995 yang dibintangi Louis Koo sebagai Yo Ko dan Carman Lee sebagai Xiaolongnü, yang sempat tayang di televisi Indonesia pada akhir 1990-an hingga awal 2000-an. Selain itu, versi 2006 yang dibintangi Huang Xiaoming dan Liu Yifei juga cukup dikenal dan beberapa kali ditayangkan ulang, membuat kisah elang raksasa dan petualangan Yo Ko tetap melekat di ingatan penonton Indonesia.

Preorder Novel Hidden Love & The First Frost
Preorder Novel Hidden Love dan The First Frost Bahasa Indonesia sudah dibuka
- Advertisement -
Share This Article
Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments