Perjuangan 8 Bulan Gagal, Produser Ungkap Sempat Hubungi Zhao Liying dan Lin Gengxin untuk Bintangi Sekuel Princess Agents, Rebirth

Timotius Ari
Disclosure: Situs ini mungkin berisi tautan afiliasi, yang berarti kami bisa mendapatkan komisi jika kalian mengklik tautan tersebut dan melakukan pembelian. Kami hanya merekomendasikan produk atau layanan yang kami yakin bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih atas dukungan kalian!
Dukung Kami

Kami berusaha menghadirkan konten yang bisa tetap diakses semua orang tanpa batas.

Dukungan kecil dari kalian membantu kami tetap berjalan dan menjaga kemandirian.

Kalau kalian berkenan, dukungan bisa dimulai dari Rp5.000 lewat Trakteer.


- Advertisement -

LayarHijau.com— Penantian sembilan tahun penggemar setia Princess Agents untuk melihat kelanjutan nasib Yuwen Yue yang tenggelam di danau es akhirnya terjawab melalui realita yang berbeda dari harapan awal. Produser Zhang Meng baru-baru ini membagikan cerita mengenai upayanya di balik layar demi membawa kembali pasangan ikonik Zhao Liying dan Lin Gengxin. Meskipun telah diupayakan melalui berbagai proses komunikasi, sekuel yang kini bertajuk Rebirth ini akhirnya diproduksi tanpa kehadiran bintang aslinya, sebuah keputusan yang memberikan tantangan tersendiri pada penerimaan publik saat penayangannya.

Zhang Meng mengungkapkan bahwa dirinya telah menempuh upaya diplomasi yang sangat panjang selama delapan bulan hanya untuk menyatukan kembali Zhao Liying dan Lin Gengxin. Ia bahkan melakukan penyesuaian pada naskah agar karakter Yuwen Yue memiliki alur cerita yang lebih kuat dan bermakna bagi Lin Gengxin. “Ketika Liying akhirnya mengirimkan surat penolakan sepanjang tiga halaman, saya menghabiskan sepanjang malam memandangi matahari terbenam di Danau Weiyang sambil meminum teh putih,” ujar Zhang Meng saat mengenang momen tersebut. Alasan utama di balik keputusan ini adalah komitmen Zhao Liying pada peran-peran yang lebih serius serta keinginan Lin Gengxin untuk mengeksplorasi karakter yang berbeda dari bayang-bayang peran lamanya.

- Advertisement -

Sebagai gantinya, Zhang Meng memilih Huang Yang Tian Tian untuk memerankan Chu Qiao baru. Pemilihan ini didasari alasan emosional karena aktris tersebut sebelumnya pernah memerankan versi muda Chu Qiao di seri pertama. Namun, pemilihan ini mengundang beragam reaksi dari publik. Selain adanya perbedaan usia 11 tahun dengan lawan mainnya, Li Yunrui, Huang juga sempat menjadi sorotan terkait gaya hidupnya setelah terlihat mengenakan perhiasan mewah. Meskipun ia telah memberikan klarifikasi bahwa perhiasan tersebut adalah milik ibunya, publik tetap memberikan perhatian khusus pada latar belakang keluarganya yang memicu perdebatan di media sosial.

- Advertisement -

Besarnya perhatian publik membuat tim produksi sempat berada di bawah tekanan untuk mempertimbangkan pergantian pemain di tengah proses produksi. Tim produksi bahkan sempat menyiapkan beberapa opsi untuk merespons masukan netizen yang merasa sang aktris masih terlalu muda untuk memerankan citra Jenderal Xiu Li yang tangguh. Namun, produser tetap melanjutkan proyek tersebut dan mencoba memberikan nilai tambah melalui penampilan khusus dari aktris populer asal Thailand, Mai Davika. Sayangnya, langkah ini juga memicu diskusi di kalangan penggemar karena riasan Mai Davika dianggap kurang selaras dengan atmosfer drama serta arahan estetika sutradara Lu Hao Ji Ji.

Plot cerita yang mengalami perubahan signifikan, termasuk elemen amnesia yang dialami oleh karakter Chu Qiao, dianggap mengubah esensi karakter wanita mandiri yang selama ini melekat pada seri pertama. Hasilnya, drama yang masuk dalam kategori produksi besar ini harus tayang tanpa dukungan sponsor yang masif atau yang dikenal dengan istilah naked broadcast. Kondisi ini mencerminkan sikap hati-hati dari pihak pasar terhadap proyek yang mengalami perubahan besar pada jajaran pemain utamanya. Para investor tampaknya sangat memperhatikan reaksi dari basis penggemar orisinal yang sulit menerima pergantian pemain secara menyeluruh.

Reaksi penonton di berbagai platform diskusi juga cukup beragam, dengan banyak yang menyoroti perbedaan chemistry antara Huang Yang Tian Tian dan Li Yunrui dibandingkan dengan versi sebelumnya. Kondisi ini akhirnya membuat Zhang Meng menyampaikan penjelasan dan ungkapan perasaannya secara terbuka dalam sebuah sesi siaran langsung. Perjalanan produksi Rebirth menjadi pengalaman berharga bagi industri hiburan bahwa sebuah sekuel sangat bergantung pada koneksi emosional antara penonton dan aktor yang telah menghidupkan karakter tersebut sejak awal.

Share This Article
Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments