Fakta Menarik di Balik Pembuatan Drama The Dance of the Storm

Timotius Ari
Disclosure: Situs ini mungkin berisi tautan afiliasi, yang berarti kami bisa mendapatkan komisi jika kalian mengklik tautan tersebut dan melakukan pembelian. Kami hanya merekomendasikan produk atau layanan yang kami yakin bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih atas dukungan kalian!
Dukung Kami
- Advertisement -

Kepitingnya sudah dimakan dan The Dance of the Storm dibuat. Lantas apa hubungannya kepiting dengan The Dance of the Storm? Simak penjelasannya di bawah. Menurut informasi sumber dari dalam industri hiburan, 2016 merupakan tahun yang menjadi penanda perubahan besar dalam industri. Jumlah drama online yang diproduksi naik 196 persen year-on-year.

“Saat itu, pasar sedang dibanjiri dengan ide-ide kreatif dan banyak perusahaan produksi yang menguji genre-genre baru,” ungkap Gao Feng, seorang produser veteran dengan Ciwen Media yang dikenal untuk drama seperti Journey to the West dan Princess Agents.

Di sinilah si kepiting muncul. Gao mengingat jika dia ingin menjadi orang pertama yang makan kepiting, sebuah peribahasa di China yang menggambarkan orang-orang yang berani mencoba hal yang baru tapi berisiko. Gao dan rekan lamanya, penulis naskah, An Zhiyong mencoba peruntungan mereka tahun itu.

- Advertisement -

Ciwen Media membeli hak cipta untuk drama mata-mata populer Korea Selatan, Iris. Mereka berencana mengadaptasi sebuah kisah tentang mata-mata China yang menyelamatkan dunia. Hasilnya? The Dance of The Storm.

Selanjutnya–>

- Advertisement -
Preorder Novel Hidden Love & The First Frost
Preorder Novel Hidden Love dan The First Frost Bahasa Indonesia sudah dibuka
- Advertisement -
Share This Article
Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments