LayarHijau.com – Dunia perfilman Tiongkok tengah diguncang wacana besar yang bisa berdampak langsung pada para idola kesayangan kita. Dalam pembukaan Festival Film Internasional Shanghai tahun ini, sejumlah tokoh besar industri secara terbuka menyerukan perlunya memangkas biaya produksi film—termasuk honor para bintang papan atas.
Wacana ini bukan sekadar isu sepele. Beberapa petinggi industri film seperti Wang Changtian (Ketua Enlight Media), Li Jie (Presiden Damai Entertainment), dan Chen Zhixi (Ketua Wanda Films) secara terang-terangan menyatakan keprihatinan mereka atas membengkaknya biaya produksi, yang dianggap tak lagi sebanding dengan pendapatan box office yang terus menurun.
Menurut mereka, industri film saat ini menghadapi risiko tinggi. Jumlah penonton berkurang, pendapatan dari bioskop makin tidak stabil, tetapi biaya—terutama honor aktor dan sutradara terkenal—justru terus melonjak. Beberapa film bahkan tetap menawarkan harga honor di level “masa keemasan”, padahal pasar sudah jauh berubah, tulis Sohu.
Chen Zhixi menyebutkan bahwa dahulu film seperti Jian Bing Man bisa diproduksi hanya dengan 12 juta yuan. Sekarang? Angka 120 juta yuan pun sering kali masih dianggap kurang. Sutradara-sutradara muda yang dulu berhasil dengan proyek sederhana kini mulai menuntut produksi berskala besar, dengan standar yang tinggi dan proses pembuatan yang bisa memakan waktu tiga tahun atau lebih. Semua ini membuat beban biaya semakin besar.
Mereka juga menyoroti satu masalah utama: tingginya honor aktor. Di beberapa proyek yang baru disetujui, honor aktor utama masih dipatok pada level tertinggi, bahkan saat proyek itu diprediksi tak bisa mengembalikan modal dari box office saja. Bagi mereka, ini bukan hanya tidak realistis, tapi juga mengancam kelangsungan seluruh ekosistem industri film.
Siapa yang Terkena Imbas?
Jika kebijakan ini benar-benar diterapkan, tentu saja para aktor dan aktris besar akan langsung merasakannya. Honor yang selama ini menjadi sumber daya tarik utama mungkin akan diturunkan. Tak hanya itu, proyek-proyek mewah dengan set megah dan efek spesial besar kemungkinan akan dikurangi. Produser akan lebih memilih cerita kuat dengan biaya menengah atau kecil.
Para idola yang biasa tampil di proyek blockbuster berbudget tinggi mungkin harus beradaptasi dengan genre baru atau proyek yang lebih sederhana. Dan bagi para aktor muda, peluang mereka bisa jadi lebih besar, karena produser akan mencari wajah baru dengan bayaran lebih terjangkau.
Bagaimana Dampaknya untuk Penonton?
Sebagai penonton, kita mungkin harus bersiap menghadapi perubahan jenis tontonan. Film-film dengan visual luar biasa dan deretan aktor top mungkin tak akan seintens dulu. Tapi di sisi lain, kita bisa berharap lebih banyak cerita orisinal yang mengandalkan kekuatan naskah, bukan sekadar efek spesial atau popularitas pemeran.
Para petinggi industri juga mendorong agar pendapatan tidak hanya bertumpu pada box office. Produk turunan seperti merchandise dan penjualan ke luar negeri kini mulai dianggap penting. Bahkan teknologi AI dan studio virtual mulai digunakan demi efisiensi, tanpa mengorbankan kualitas.
Wacana ini juga menunjukkan bahwa penonton punya peran besar. Ketika kita menuntut kualitas, menolak film yang biasa-biasa saja, atau hanya mendukung aktor favorit tanpa melihat isi cerita, industri pun terdorong untuk berubah. Kini, selera penonton makin kritis, estetika makin tinggi, dan keinginan untuk merasa “terhubung” secara emosional jadi kunci.
Industri Harus Berubah, Tapi Apakah Kita Siap?
Industri film China jelas sedang berada di titik balik. Semua pihak, mulai dari produser hingga kreator muda, diminta untuk berinovasi dan berani memulai ulang. Tapi sebagai penggemar, kita pun perlu menyesuaikan ekspektasi.
Apakah kita siap menyambut era baru film Tiongkok yang lebih hemat tapi lebih tulus? Atau justru kehilangan ketertarikan saat idola favorit kita tak lagi muncul di layar lebar sesering dulu?
Akankah melebar ke dunia drama?
Meski fokus pembahasan kali ini adalah film, tak bisa dipungkiri bahwa industri drama juga menghadapi tantangan serupa. Apakah ke depan wacana efisiensi ini akan menjalar ke serial drama, yang juga dibanjiri aktor populer dengan bayaran selangit? Waktu yang akan menjawab.










