LayarHijau.com – Kutipan lawas dari aktor Tiongkok Wang Anyu kembali ramai diperbincangkan di Weibo kemarin, Kamis (19/6) dan menghangatkan hati banyak perempuan. Dalam sebuah podcast bertema Hari Perempuan yang tayang tiga tahun lalu, Wang menyampaikan pesan menyentuh bagi para gadis muda yang mengikuti perjalanannya. “Aku harap para perempuan tidak terpengaruh oleh chauvinisme laki-laki. Perempuan tetap harus punya pemikiran sendiri,” katanya kala itu.
Chauvinisme laki-laki (male chauvinism) sendiri merupakan pandangan bahwa laki-laki lebih unggul atau lebih layak memegang kuasa dibanding perempuan. Dalam masyarakat, pandangan ini sering kali membentuk batasan tak kasat mata yang membatasi pilihan, suara, dan arah hidup perempuan. Ucapan Wang Anyu dianggap sebagai penolakan langsung terhadap pola pikir usang tersebut.
Tak berhenti di situ, Wang melanjutkan, “Kesadaran diri seorang gadis harus dibangun sejak kecil. Kamu harus berusaha mendapatkan nilai lebih tinggi dari laki-laki di kelasmu. Tidak ada yang tidak bisa dibandingkan.”
Pernyataan ini bisa ditafsirkan dalam beberapa cara. Secara harfiah, Wang mendorong para perempuan muda untuk berprestasi dan percaya diri, tak merasa berada di “posisi kedua” dalam masyarakat hanya karena jenis kelamin. Tapi lebih dalam lagi, ia mengajak para perempuan untuk menumbuhkan keberanian bersaing secara setara, menyadari nilai diri, dan tidak ragu menjadi pemimpin atas hidup mereka sendiri.
Dalam wawancara lainnya, Wang juga pernah mengatakan bahwa menghormati perempuan bukan sekadar bersikap sopan, tapi mengakui bahwa setiap individu memiliki hak untuk menentukan jalan hidupnya tanpa dikungkung ekspektasi gender.
Netizen memuji pemikirannya yang dianggap dewasa dan penuh empati. Komentar-komentar yang muncul di Weibo pun mencerminkan dukungan luas:
“Orang yang menghormati perempuan pantas didukung.”
“Apakah ucapan Wang Anyu ini bertujuan mendorong perempuan agar mandiri dan tidak terikat pada pemikiran lama?”
“Benar-benar kata-kata yang bagus. Perempuan tidak seharusnya didefinisikan atau terikat oleh ‘isme’ tertentu. Kamu unik, jadi jadilah dirimu sendiri.”
“Dari dulu aku sudah bilang, ketampanan itu justru kelebihan paling biasa dari dia.”
Sikap Wang Anyu dianggap mewakili cara berpikir generasi muda Tiongkok yang mulai menantang nilai-nilai patriarkal yang telah lama mengakar. Ia bukan hanya menjadi aktor dengan wajah menarik, tapi juga suara yang penting dalam mendorong perubahan budaya yang lebih adil.










