LayarHijau.com – Drama xianxia The Immortal Ascension (凡人修仙传) yang dibintangi aktor Yang Yang berhasil menembus total 4 miliar view, menjadikannya drama yang menduduki ranking pertama dalam tangga popularitas drama Tiongkok saat ini. Raihan ini mengungguli Sword Rose (利剑玫瑰) yang dibintangi Dilraba Dilmurat dan The Wanted Detective (定风波) yang dibintangi Wang Xingyue dan Xiang Hanzhi. Di platform Netflix Taiwan, drama ini juga menempati posisi runner-up, hanya kalah dari drama Korea Beyond the Bar (夢想成為律師們的律師).
Yang Yang pun sukses memulihkan citranya lewat drama ini setelah menuai kritik pedas karena aktingnya dalam Fireworks of My Heart (我的人间烟火) bersama Wang Churan. Saat itu, karakter petugas pemadam kebakaran yang ia perankan digambarkan menggoda kekasihnya dengan alat pemadam, membuat sebagian masyarakat di China geram dan akhirnya drama tersebut menjadi salah satu tontonan paling dikritik tahun itu. Di tengah gelombang hujatan, Yang Yang langsung bergabung dengan produksi The Immortal Ascension. Ia dilaporkan rela menurunkan berat badan hingga 10 kilogram demi memerankan Han Li, sosok yang menjalani proses kultivasi spiritual yang ekstrem. Perjuangan tersebut menuai simpati dan pujian luas. Warganet menyebutnya sebagai aktor sejati yang tampil cemerlang meski berada di bawah tekanan.
Dalam episode terbaru, Han Li menghadapi pertarungan sengit melawan “Blood Jade Spider”, seekor makhluk berwarna darah yang mendiami gua tambang. Han Li pertama-tama menggunakan jurus api untuk membakar tubuh lawannya dan menurunkan kekuatan serangnya. Ketika warna darah di tubuh laba-laba memudar, ia memanggil jurus Qingyuan Sword Art, menghasilkan belasan pedang biru yang berputar mengelilinginya. Semua pedang lalu bergabung membentuk satu pedang raksasa yang menusuk laba-laba dari atas. Adegan ini dipuji karena efek visualnya yang megah dan koreografi pertarungan yang intens. “Aksi Yang Yang luar biasa, ini benar-benar kejutan yang menyenangkan!” ujar salah satu warganet.
Tak main-main, drama ini menghabiskan anggaran 300 juta RMB (sekitar Rp870 miliar), dengan 200 juta RMB khusus dialokasikan untuk efek visual. Meski pada awal penayangan sempat dicibir karena latar yang sederhana dan minim CGI, anggapan itu berubah setelah episode pertempuran Han Li melawan monster Mojiao tayang. Efek visual berkualitas tinggi langsung memicu diskusi hangat di dunia maya. Banyak yang menyebut The Immortal Ascension sebagai “standar tertinggi drama xianxia” berkat kombinasi visual menawan, desain produksi megah, dan narasi yang setia pada materi aslinya.
Semua adegan pertarungan dilakukan sendiri oleh Yang Yang tanpa pemeran pengganti. Dalam rekaman di balik layar, ia terlihat melakukan rotasi 720 derajat dengan pedang di tangan—gerakan yang secara teknis sulit, namun mampu ditampilkan dengan mulus olehnya. Penggemar versi animasi dan novel pun memuji bagaimana drama ini berhasil mewujudkan dunia kultivasi spiritual dengan akurat dan mengesankan secara sinematik.
Perlu diketahui, The Immortal Ascension merupakan adaptasi live-action dari novel populer yang versi animasinya dikenal dengan judul A Record of a Mortal’s Journey to Immortality. Adaptasi ini sempat diragukan oleh penggemar garis keras karena kekhawatiran bahwa versi live-action akan gagal menyaingi kualitas animasi. Namun, hasilnya justru sebaliknya: kualitas akting, sinematografi, dan eksekusi adegan berhasil menciptakan kembali pengalaman khas xianxia yang imersif dan menggetarkan.
Selain aksi, drama ini juga menyajikan momen emosional dan romantis, termasuk reuni antara Han Li dan kekasih lamanya Zhao Qing (diperankan Jin Chen) yang menatap kembang api bersama dalam adegan ikonik. Ada pula pertarungan dramatis melawan pemimpin sekte sesat (diperankan Wang Duo), yang membuat Han Li muntah darah dan memancing reaksi emosional penonton. Wang Duo sebelumnya dikenal lewat perannya sebagai guru negara dalam The Blossoming Love.
Dengan kombinasi akting solid, produksi kelas atas, dan adaptasi yang setia terhadap dunia xianxia, The Immortal Ascension berhasil membuktikan dirinya sebagai puncak pencapaian drama kultivasi spiritual Tiongkok modern.
Sumber: Upmedia.










