Isu Pemeriksaan Latar Aktor Hebohkan Industri Hiburan China, Produser Buka Suara

Timotius Ari
Disclosure: Situs ini mungkin berisi tautan afiliasi, yang berarti kami bisa mendapatkan komisi jika kalian mengklik tautan tersebut dan melakukan pembelian. Kami hanya merekomendasikan produk atau layanan yang kami yakin bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih atas dukungan kalian!
Dukung Kami
- Advertisement -

LayarHijau.com – Pada 29 Oktober, media sosial di China dihebohkan dengan kabar bahwa industri film dan televisi tengah memasuki apa yang disebut sebagai “era pemeriksaan latar belakang aktor”. Isu ini menyebutkan bahwa standar pemilihan aktor kini tidak lagi hanya menilai kemampuan akting dan popularitas, tetapi juga mencakup penyelidikan mendalam terhadap latar pribadi hingga keluarga.

Namun, sejumlah orang dalam industri membantah rumor tersebut saat dikonfirmasi oleh Sohu Entertainment. Mereka mengaku belum pernah mendengar adanya kebijakan resmi atau aturan baru seperti yang ramai dibicarakan warganet.

Menurut informasi yang beredar, pemeriksaan latar baru ini konon terbagi dalam tiga kategori utama: pemeriksaan latar belakang keluarga inti, peninjauan kepatuhan pajak pribadi dan pihak terkait, serta penyaringan potensi risiko moral pada aktor maupun keluarganya. Bahkan, disebutkan pula bahwa masa lalu seorang aktor muda—seperti kasus perundungan di sekolah atau rumor hubungan asmara—bisa menjadi bahan penilaian.

- Advertisement -

Produser Bai Zhi menjelaskan bahwa pemeriksaan latar sebenarnya bukanlah hal baru di industri film. “Sejak dulu sudah ada pemeriksaan dasar, biasanya hanya sebatas aktor dan keluarga intinya. Tapi yang beredar sekarang skalanya jauh lebih luas,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa sejak dua tahun terakhir, sejumlah rumah produksi memang mulai menambahkan klausul risiko dalam kontrak kerja sama dengan aktor. Melalui klausul ini, pihak produksi dapat menuntut tanggung jawab hukum jika di kemudian hari sang aktor atau keluarganya tersangkut kasus hukum atau pelanggaran moral.
“Walau tidak selalu bisa menutup kerugian sepenuhnya, klausul seperti itu setidaknya memberi dasar hukum untuk menuntut ganti rugi,” jelas Bai Zhi.

Menanggapi rumor pemeriksaan pajak dan risiko hukum, Bai Zhi menegaskan bahwa rumah produksi tidak memiliki jalur legal untuk mengakses data semacam itu. “Satu-satunya cara hanyalah meminta aktor membuat pernyataan tertulis bahwa pajaknya sudah sesuai aturan. Tapi di luar itu, tidak ada saluran resmi untuk memeriksa secara langsung,” katanya.

- Advertisement -

Bai Zhi menilai bahwa sistem pemeriksaan latar sebagaimana disebutkan di internet sulit diterapkan secara luas. “Mungkin hanya proyek-proyek drama besar atau yang dipimpin platform besar yang mampu melakukan audit menyeluruh seperti itu. Untuk rumah produksi biasa, itu hampir mustahil,” ujarnya.

Sementara itu, produser lain bernama Chen Cheng menilai bahwa sistem pemeriksaan latar yang terlalu ketat tidak cocok dengan sifat industri hiburan itu sendiri. “Drama dan aktor adalah karya seni, bukan produk standar yang bisa diukur dengan satu formula. Tidak ada tolok ukur tunggal untuk memilih aktor,” ujarnya.

Chen menambahkan bahwa perusahaan produksi televisi tidak memiliki kemampuan maupun kewenangan untuk memeriksa detail pajak, pekerjaan anggota keluarga, atau afiliasi bisnis seorang aktor. “Proses memilih aktor itu lebih seperti mencari pasangan kerja—harus ada kecocokan dan rasa saling percaya. Pemeriksaan yang terlalu mendalam seperti itu sangat sulit diterapkan,” jelasnya.

Kendati demikian, baik Bai Zhi maupun Chen sama-sama mengakui bahwa reputasi aktor tetap menjadi faktor krusial bagi keberlangsungan proyek. Di tengah menurunnya jumlah produksi baru, banyak rumah produksi kini lebih berhati-hati dalam menyeleksi pemain dan memastikan mereka bebas dari risiko hukum maupun moral.

Preorder Novel Hidden Love & The First Frost
Preorder Novel Hidden Love dan The First Frost Bahasa Indonesia sudah dibuka
- Advertisement -
Share This Article
Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments