Penonton di China Soroti Jarak Usia dan Kurangnya Chemistry Ding Yuxi dan Victoria Song di Drama Fight for Love

Timotius Ari
Disclosure: Situs ini mungkin berisi tautan afiliasi, yang berarti kami bisa mendapatkan komisi jika kalian mengklik tautan tersebut dan melakukan pembelian. Kami hanya merekomendasikan produk atau layanan yang kami yakin bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih atas dukungan kalian!
Dukung Kami
- Advertisement -

LayarHijau.com – Drama kostum romantis Fight for Love (山河枕) mulai tayang pada 30 Oktober 2025 di platform WeTV dan Tencent Video, menampilkan pemeran utama Victoria Song sebagai Chu Yu dan Ding Yuxi sebagai Wei Yun. Drama yang diadaptasi dari novel karya Mo Shu Bai ini mengisahkan Chu Yu yang, setelah ayahnya gugur dan kakaknya terluka parah, menjadi menantu tertua keluarga Wei untuk menyelidiki kebenaran di balik kehancuran mereka. Keluarga Wei sendiri mengalami kekalahan besar dalam peperangan, dan hanya tersisa Wei Yun sebagai pewaris tunggal. Chu Yu masuk ke keluarga Wei dengan identitas ini dan perlahan menjalin kerja sama dengan Wei Yun untuk menguak intrik serta membangun kembali kejayaan keluarga.

Meskipun tema drama ini mengangkat elemen intrik, cinta terlarang, dan tanggung jawab keluarga — dengan latar visual yang megah serta pemain papan atas — respons penonton di Tiongkok mulai menunjukkan kritik cukup tajam. Yang paling menonjol adalah jarak usia antara pemeran utama serta kurangnya chemistry romantis yang terasa alami.

“Victoria Song sekarang berusia 38 tahun dan Ding Yuxi jauh lebih muda. Sulit membayangkan mereka sebagai pasangan romantis, apalagi melihat ekspresi mereka di beberapa adegan,” tulis seorang penonton di Weibo.

- Advertisement -

Sementara yang lain berkomentar, “Hubungan Chu Yu dan Wei Yun lebih terasa seperti ibu dan anak daripada pasangan sejati, karena perbedaan usia dan bagaimana karakter pria digambarkan sejak kecil.”

Keluhan ini mencerminkan dua isu utama: pertama, Victoria Song (lahir 1987, usia sekitar 38) dan Ding Yuxi (lahir 1995, usia sekitar 30 tahun) memiliki selisih usia yang signifikan. Kedua, alur cerita di mana Chu Yu masuk ke keluarga Wei sebagai menantu tertua keluarga dan kemudian bersanding dengan Wei Yun yang jauh lebih muda dianggap menimbulkan dinamika romantis yang tidak seimbang atau kurang meyakinkan.

Di novel aslinya, Mountain and River Pillow (山河枕) karya Mo Shu Bai, usia Wei Yun saat keluarganya mengalami tragedi hampir punah adalah 14 tahun, sedangkan usia Chu Yu ketika masuk ke keluarga Wei adalah 15 tahun. Jadi perbedaan usia mereka hanya 1 tahun, jauh lebih kecil dibandingkan perbedaan usia aktor Victoria Song dan Ding Yuxi di layar, yang mencapai 8 tahun saat syuting.

- Advertisement -

Lebih lanjut, kritikus menyoroti bahwa meskipun kedua pemeran utama memiliki penampilan menawan dan biaya produksi besar, unsur kelekatan emosional (“chemistry”) antar mereka di layar dianggap belum optimal — misalnya ketika ekspresi, sinergi adegan bersama, atau relasi antara karakter yang berbeda usia terlihat kurang kuat. Salah satu komentar menyebut bahwa jika pemeran wanita diganti dengan sosok yang lebih muda seperti Esther Yu Shuxin, hasilnya mungkin akan berbeda.

Fenomena seperti ini bukanlah hal baru dalam dunia drama Asia. Sebagai contoh, drama Fox Spirit Matchmaker: Red‑Moon Pact yang dibintangi Yang Mi dan Gong  Jun juga mendapat sorotan serupa. Dalam drama ini, penonton memperhatikan perbedaan usia dan status kedua pemeran utama yang menimbulkan diskusi soal chemistry dan dinamika hubungan. Meski plot fantasi dan produksi visualnya megah, kritik yang muncul menunjukkan bahwa jarak usia yang mencolok dapat memengaruhi persepsi romansa antara karakter utama.

Meski begitu, Fight for Love memiliki sejumlah keunggulan yang tetap diakui — termasuk latar cerita yang kompleks (pengkhianatan, intrik keluarga, tanggung jawab sosial), setting zaman yang dramatik, dan produksi besar. Tantangan tersisa adalah bagaimana tim kreatif maupun pemeran utama mampu memperkuat kedekatan emosional antar karakter utama agar hubungan mereka terasa lebih meyakinkan di mata penonton.

Preorder Novel Hidden Love & The First Frost
Preorder Novel Hidden Love dan The First Frost Bahasa Indonesia sudah dibuka
- Advertisement -
Share This Article
Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments