Apa Makna Judul Novel dan Drama Love Beyond the Grave?

Timotius Ari
Disclosure: Situs ini mungkin berisi tautan afiliasi, yang berarti kami bisa mendapatkan komisi jika kalian mengklik tautan tersebut dan melakukan pembelian. Kami hanya merekomendasikan produk atau layanan yang kami yakin bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih atas dukungan kalian!
Dukung Kami

Kami berusaha menghadirkan konten yang bisa tetap diakses semua orang tanpa batas.

Dukungan kecil dari kalian membantu kami tetap berjalan dan menjaga kemandirian.

Kalau kalian berkenan, dukungan bisa dimulai dari Rp5.000 lewat Trakteer.


- Advertisement -

LayarHijau.com – Novel populer karya Li Qingran, 白日提灯 (Bái Rì Tí Dēng / Raising a Lantern in Daylight, terjemahan Indonesia: Mengangkat Lentera di Siang Hari), merupakan kisah roman fantasi berlatar sejarah alternatif yang pertama kali diserialkan di Jinjiang Literature City pada 1 Juni 2021 dan selesai pada Desember di tahun yang sama. Cerita ini kemudian dilanjutkan dengan bab tambahan hingga Februari 2022, sebelum akhirnya diterbitkan dalam bentuk novel fisik oleh Sichuan Literature and Art Publishing House pada Oktober 2023.

Dengan total lebih dari 385 ribu kata yang terbagi dalam 107 bab dan epilog, novel ini mengangkat kisah cinta yang unik antara He Simu, seorang raja arwah berusia 400 tahun, dan Duan Xu, seorang jenderal muda. Cerita berkembang ketika He Simu menyamar sebagai gadis lemah di medan perang dan tanpa sengaja dibawa pulang oleh Duan Xu yang mengiranya sebagai yatim piatu. Di balik kepura-puraannya yang tampak rapuh—mudah pingsan karena darah dan terlihat tak berdaya—ia menyimpan identitas aslinya sebagai penguasa arwah yang mampu menyalakan lentera roh untuk menuntun arwah dan menjaga keseimbangan antara dua dunia.

- Advertisement -

Interaksi keduanya menjadi semakin kompleks ketika He Simu mendekati Duan Xu bukan untuk “mengembalikan” sesuatu yang hilang, melainkan untuk merasakan hal yang sejak awal tidak pernah ia miliki. Terlahir sebagai arwah, ia tidak memiliki panca indera seperti manusia—penglihatannya hanya hitam dan putih, tanpa rasa, tanpa sentuhan, dan tanpa pengalaman inderawi lainnya. Melalui keterkaitannya dengan Duan Xu dan artefak yang ia miliki, He Simu untuk pertama kalinya dapat merasakan dunia secara utuh, membuka jalan bagi perubahan emosional yang perlahan mengikat keduanya dalam hubungan yang lebih dalam dari sekadar takdir.

Kesuksesan novel ini membawa kisahnya ke layar kaca melalui adaptasi drama dengan judul Mandarin yang sama, serta judul internasional Love Beyond the Grave. Drama ini dibintangi oleh Dilraba Dilmurat, Arthur Chen, dan Miles Wei. Versi dramanya memiliki total 40 episode dan dijadwalkan tayang pada 28 Maret 2025 melalui Tencent Video dan WeTV. Untuk pasar Indonesia, drama ini juga dikenal dengan judul Dua Dunia, Satu Hati.

Jika dibedah lebih dalam, judul 白日提灯 (Bái Rì Tí Dēng / Raising a Lantern in Daylight, Mengangkat Lentera di Siang Hari) memiliki makna berlapis yang mencerminkan keseluruhan cerita.

- Advertisement -

Secara literal, judul ini menggambarkan peran He Simu sebagai penguasa arwah yang bertugas menjaga keseimbangan antara dunia manusia dan dunia roh. Ia membawa lentera untuk menuntun arwah—di malam hari membimbing manusia yang tersesat, dan di siang hari membuka jalan bagi roh. Berbeda dengan makhluk lain yang menghindari cahaya, He Simu justru berjalan di bawah terang siang sambil tetap mengangkat lentera, menegaskan bahwa ia melampaui batas antara terang dan gelap, hidup dan mati.

Namun makna simbolisnya jauh lebih dalam. Meski dikenal sebagai “roh jahat,” He Simu sebenarnya menyimpan kasih yang besar. Ia hidup dalam dunia yang hampa—tanpa indera, tanpa warna, tanpa pengalaman emosional yang utuh. Dalam konteks ini, “lentera” bukan hanya alat, tetapi lambang perubahan dirinya. Dari sosok yang berada dalam kegelapan batin, ia perlahan mulai menyalakan “cahaya” dalam dirinya sendiri setelah bertemu Duan Xu. Ikatan mereka membuatnya untuk pertama kalinya mampu melihat warna, merasakan rasa manis, dan memahami emosi yang sebelumnya tidak pernah ia kenal.

Di titik ini, “mengangkat lentera” menjadi metafora perjalanan batin—sebuah pilihan sadar untuk mendekat pada cahaya, pada dunia manusia, dan pada cinta, meskipun itu berarti melawan jati dirinya sebagai makhluk dari dunia kematian.

Makna tersebut kemudian mencapai puncaknya pada tema utama cerita, yaitu bahwa hanya cinta yang mampu melawan waktu dan kematian. He Simu, yang telah hidup selama empat abad dan seharusnya tidak terikat pada siapa pun, justru memilih untuk menjalin hubungan dengan seorang manusia. Judul 白日提灯 (Bái Rì Tí Dēng / Raising a Lantern in Daylight, Mengangkat Lentera di Siang Hari) pun menjadi semacam pernyataan—bahwa ia akan tetap berjalan di antara dua dunia, tetap mengangkat lentera, dan tetap memilih cinta meskipun harus menentang takdir.

Sementara itu, judul internasional Love Beyond the Grave menghadirkan pendekatan yang lebih langsung. Secara makna, judul ini menekankan bahwa hubungan antara He Simu dan Duan Xu melampaui batas paling mutlak, yaitu kematian. Jika versi Mandarin sarat dengan simbolisme tentang cahaya dan kegelapan, maka versi Inggris menyederhanakannya menjadi inti emosional: cinta yang tetap ada bahkan setelah kematian.

Di sisi lain, judul Indonesia Dua Dunia, Satu Hati memberikan penekanan pada hubungan itu sendiri. “Dua dunia” merujuk pada perbedaan eksistensi—manusia dan arwah—sementara “satu hati” menegaskan bahwa perasaan mampu menjembatani perbedaan tersebut. Judul ini tidak lagi berbicara dalam simbol atau konsep besar, tetapi langsung menyentuh inti relasi kedua karakter.

- Advertisement -

Dengan demikian, ketiga versi judul ini saling melengkapi. Versi Mandarin menghadirkan kedalaman simbolis, versi Inggris menegaskan tema cinta yang melampaui kematian, sementara versi Indonesia merangkum konflik dan hubungan utama dalam bentuk yang sederhana namun emosional.

Preorder Novel Hidden Love & The First Frost
Preorder Novel Hidden Love dan The First Frost Bahasa Indonesia sudah dibuka
- Advertisement -
Share This Article
Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments