LayarHijau.com – Setelah kematian aktor Tiongkok Yu Menglong (Alan Yu) yang disebut akibat jatuh dari gedung dan diklasifikasikan polisi sebagai “kecelakaan,” publik masih menyimpan banyak pertanyaan. Di tengah meningkatnya spekulasi daring, berbagai platform di Tiongkok mulai membatasi pembahasan terkait kasus tersebut — dari penghapusan tagar trending hingga penghapusan unggahan — yang dianggap sebagai upaya “membungkam suara publik.”
Namun kreativitas para penggemar tidak berhenti di sana. Beberapa warganet Tiongkok menggunakan kolom catatan pesanan makanan online untuk menyuarakan dukungan dan menyerukan penyelidikan ulang atas kematian sang aktor.

Sebuah tangkapan layar yang beredar menunjukkan nota pesanan bertanggal 13 Oktober. Pemesannya membeli “sup ikan asam pedas level sedang,” namun yang menarik perhatian justru catatan kecil di bawahnya yang berbunyi:
“Mohon bantu sebarkan di Bilibili soal aktor pemeran Bai Zhen yang disiksa sampai meninggal setelah menemukan bukti pencucian uang perusahaan, dan dana pensiun 800 miliar yuan yang hilang. Terima kasih.”

Kalimat tersebut langsung viral di media sosial, memicu gelombang komentar seperti “Ini demi Yu Menglong,” dan “Pesan makananmu, nyalakan suara untuknya.” Banyak yang memuji kecerdikan para penggemar, dengan komentar seperti, “Netizen zaman sekarang luar biasa!”
Namun efek domino dari aksi simbolik itu membuat pihak berwenang bergerak cepat. Beberapa hari kemudian, layanan pesan antar di Beijing dilaporkan menghapus total fitur catatan tambahan bagi pengguna. Ketika wartawan menghubungi layanan pelanggan, mereka hanya menjawab bahwa “sistem sedang dalam proses peningkatan,” tanpa menjelaskan kapan — atau apakah — fitur itu akan diaktifkan kembali.

Kebijakan mendadak tersebut menimbulkan gelombang pertanyaan baru: jika benar tidak ada yang disembunyikan, mengapa semua jalur komunikasi publik justru ditutup?
Sementara itu, hingga 9 November, lebih dari 660 ribu orang telah menandatangani petisi daring berjudul “Keadilan untuk Yu Menglong,” menuntut penyelidikan yang independen dan transparan. Meski begitu, pihak kepolisian tetap berpegang pada kesimpulan resmi yang diumumkan sejak September lalu: Yu Menglong meninggal akibat jatuh setelah mabuk, tanpa unsur tindak pidana.
Polisi juga sempat menangkap tiga pengguna internet yang menyebarkan klaim tidak terbukti seperti “Yu Menglong dijebak dan disiksa,” “mayatnya digantung dan dimutilasi,” serta “ibunya dikurung.” Ketiganya dituduh menyebarkan rumor dan menimbulkan kepanikan publik.
Namun bagi banyak penggemar dan pengamat, justru tindakan sensor dan penutupan ruang diskusi inilah yang memunculkan lebih banyak tanda tanya.










