Ending drama Blood River: Pengorbanan Gong Jun Bikin Penonton Banjir Air Mata

Timotius Ari
Disclosure: Situs ini mungkin berisi tautan afiliasi, yang berarti kami bisa mendapatkan komisi jika kalian mengklik tautan tersebut dan melakukan pembelian. Kami hanya merekomendasikan produk atau layanan yang kami yakin bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih atas dukungan kalian!
- Advertisement -

LayarHijau.com – Drama kostum Tiongkok Blood River yang dibintangi Gong Jun dan Peng Xiaoran akhirnya menayangkan dua episode terakhirnya, menutup kisah penuh darah, pengkhianatan, dan cinta dengan akhir yang membuat penonton banjir air mata.

Peringatan: Artikel ini mengandung spoiler episode terakhir drama Blood River.

Dalam episode 37 dan 38, karakter utama Su Muyu (diperankan oleh Gong Jun) harus berhadapan dengan musuh bebuyutannya, Kasim Zhuo Qing (Yan Su). Dalam pertarungan sengit tersebut, sahabatnya Su Changhe (Chang Huasen) datang membantu, namun tetap kalah dan terluka parah. Menyaksikan sahabatnya sekarat, Su Muyu nekat menggunakan jurus terlarang “Pedang Iblis” yang dapat menguras seluruh kehidupannya. Seketika rambutnya memutih dan kekuatannya meledak, menumbangkan Kasim Zhuo Qing dalam duel yang menggetarkan.

- Advertisement -

Sebelum mengeluarkan jurus pamungkas itu, Su Muyu sempat berseru lantang, “Mengapa cahaya dunia ini selalu menolak keberadaan kami, orang-orang dari Blood River? Tidak ada yang terlahir sebagai pembunuh. Kami hanya ingin kesempatan untuk memilih.”

Kata-kata itu membuat Su Changhe menitikkan air mata, menyadari bahwa sahabatnya sudah siap mengorbankan segalanya demi menebus masa lalu.

Namun pengorbanan itu tidak berakhir di sana. Ketika Su Muyu hampir kehilangan kendali dan berubah menjadi iblis sepenuhnya, sang kekasih Bai Hehuai (Yang Yutong) datang menggunakan kekuatan “Air Hati Es” untuk membangunkannya. Meski Su Muyu berhasil kembali sadar, Bai Hehuai tiba-tiba memuntahkan darah—ternyata ia telah diracuni dengan “Racun Manusia Obat” oleh pengkhianat dari Lembah Raja Obat, Ye Ya (Zhang Yingbing). Tidak ada penawarnya.

- Advertisement -

Keduanya akhirnya sama-sama terjatuh tak sadarkan diri. Saat Su Muyu terbangun, ia diberitahu bahwa Bai Hehuai telah meninggal. Tanpa satu kata pun, ia hanya bisa terisak keras, menggambarkan kehilangan yang begitu dalam hingga penonton ikut larut dalam kesedihan.

Banyak penggemar mengira kisah cinta mereka berakhir tragis. Namun pada adegan terakhir, dua belas tahun kemudian, Su Muyu terlihat mengunjungi makam Bai Hehuai di Lembah Raja Obat. Ketika ia menatap ke belakang, sosok Bai Hehuai muncul berdiri tak jauh darinya—tersenyum lembut seolah tak pernah pergi. Keduanya menatap satu sama lain sambil meneteskan air mata, menandai pertemuan kembali setelah waktu yang panjang.

Akhir yang hangat dan menyentuh ini membuat tagar #BloodRiverEnding langsung trending di Weibo. Banyak warganet menulis bahwa mereka “tidak bisa berhenti menangis” dan memuji akting Gong Jun yang menampilkan sisi paling emosional sepanjang kariernya.

Preorder Novel Hidden Love & The First Frost
Preorder Novel Hidden Love dan The First Frost Bahasa Indonesia sudah dibuka
- Advertisement -
Share This Article
Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments