Trailer Avengers: Doomsday Bocor Lebih Dulu, Strategi Pemasaran Disney Jadi Bumerang

Timotius Ari
Disclosure: Situs ini mungkin berisi tautan afiliasi, yang berarti kami bisa mendapatkan komisi jika kalian mengklik tautan tersebut dan melakukan pembelian. Kami hanya merekomendasikan produk atau layanan yang kami yakin bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih atas dukungan kalian!
Dukung Kami
- Advertisement -

LayarHijau.com – Upaya Disney membangun antusiasme lewat strategi pemasaran baru untuk Avengers: Doomsday justru berbalik menjadi masalah. Trailer perdana film puncak Multiverse Saga itu keburu bocor ke internet sebelum dirilis secara resmi, memicu sorotan tajam terhadap keputusan Disney yang meninggalkan pola promosi lama Marvel Studios yang selama 14 tahun terbukti efektif.

Enam tahun setelah penutupan Infinity Saga melalui Avengers: Endgame, Marvel Studios kembali bersiap menghadirkan film Avengers yang akan menjadi titik kulminasi saga besar berikutnya. Namun, tidak seperti era Thanos yang relatif lebih sederhana, Avengers: Doomsday harus merangkum Multiverse Saga—sebuah fase MCU yang sejak awal dipenuhi tantangan, baik dari sisi alur cerita yang kompleks maupun respons penonton yang terpecah.

Untuk mengembalikan kepercayaan publik, Marvel Studios mengandalkan nama-nama besar. Joe dan Anthony Russo kembali sebagai sutradara, sementara Robert Downey Jr. ikut terlibat dalam proyek ini, sebuah langkah yang secara signifikan mendongkrak ekspektasi. Kombinasi ini sempat memunculkan harapan bahwa Avengers: Doomsday akan menjadi momen kebangkitan MCU. Namun, masalah justru muncul dari strategi pemasaran awalnya.

- Advertisement -

Selama lebih dari satu dekade, Marvel Studios selalu merilis trailer pertama film Avengers secara mandiri melalui kanal resmi mereka. Strategi ini memberi kontrol penuh atas waktu, distribusi, dan keamanan materi promosi. Tradisi tersebut dipatahkan ketika Disney mengumumkan bahwa trailer Avengers: Doomsday akan debut di bioskop bersamaan dengan penayangan Avatar: Fire and Ash pada 19 Desember.

Secara industri, pendekatan ini bukan hal baru. Banyak film besar Hollywood menempelkan trailer mereka pada film blockbuster lain. Namun, bagi Marvel, keputusan ini justru membuka celah risiko. Beberapa hari sebelum film terbaru James Cameron itu tayang, potongan bahkan versi lengkap trailer Avengers: Doomsday sudah lebih dulu beredar di internet. Meski kualitas rekamannya tidak maksimal, kebocoran tersebut tetap menjadi pukulan bagi Disney dan Marvel Studios.

Masalah utama dari strategi ini adalah distribusi materi trailer ke jaringan bioskop yang melibatkan terlalu banyak pihak. Semakin banyak orang yang memiliki akses terhadap materi sensitif, semakin besar pula peluang kebocoran. Jika Marvel tetap menggunakan metode lama dengan perilisan digital terkontrol, insiden semacam ini dinilai bisa dihindari.

- Advertisement -

Di tengah situasi ini, Disney dinilai perlu mengambil langkah paling krusial: sepenuhnya mempercayai visi Kevin Feige dan Marvel Studios untuk Avengers: Doomsday. Meski Multiverse Saga kerap dikritik karena dianggap kurang terencana dibanding Infinity Saga, terlalu banyak koreksi dan perubahan arah justru berisiko menghambat potensi film tersebut.

Tanda bahwa minat publik terhadap MCU belum sepenuhnya padam sebenarnya masih terlihat. Pengumuman jajaran pemain Avengers: Doomsday yang dilakukan dengan cara unik—melalui kursi-kursi bertuliskan nama aktor—sempat menjadi perbincangan luas dan menunjukkan bahwa perhatian penggemar masih ada.

Dengan Russo bersaudara kembali di balik kemudi, harapan tetap tinggi bahwa Avengers: Doomsday bisa menjadi langkah besar berikutnya bagi MCU. Namun, kebocoran trailer ini menjadi pengingat bahwa meninggalkan formula lama yang sudah terbukti berhasil juga berarti membuka risiko baru—dan dalam kasus ini, strategi pemasaran Disney justru berubah menjadi bumerang.

Preorder Novel Hidden Love & The First Frost
Preorder Novel Hidden Love dan The First Frost Bahasa Indonesia sudah dibuka
- Advertisement -
Share This Article
Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments