LayarHijau.com – Film laga Tiongkok Blades of the Guardians (2026) resmi diumumkan akan tayang pada periode Imlek 2026. Sejak pengumuman jadwal tersebut dirilis, film ini langsung menyita perhatian publik karena mempertemukan deretan aktor lintas generasi dalam satu proyek berskala besar.
Dengan jumlah pemain yang disebut mencapai lebih dari 30 orang, Blades of the Guardians menghadirkan nama-nama legendaris seperti Tony Leung Ka-fai, Kara Hui, dan Jet Li, bersama aktor generasi berikutnya seperti Nicholas Tse, Max Zhang, dan Wu Jing. Kombinasi ini membuat film tersebut ramai dibicarakan sebagai salah satu proyek wuxia paling ambisius dalam beberapa tahun terakhir.
Melalui sejumlah video di balik layar yang dirilis di platform video pendek, kondisi fisik para aktor senior menjadi sorotan tersendiri. Jet Li terlihat sempat terhuyung usai menyelesaikan adegan pertarungan intens dan mengungkapkan bahwa menjaga keseimbangan kini tidak lagi semudah dahulu. Max Zhang juga tampak kelelahan setelah menjalani rangkaian adegan aksi berat. Sementara itu, Wu Jing dengan nada bercanda mengatakan bahwa jika usia mereka dijumlahkan, angkanya sudah melampaui 160 tahun, namun tetap harus bertarung di lokasi syuting dengan kondisi tubuh yang jauh dari sempurna.
Respons penonton pun sarat emosi. Banyak warganet menyebut film ini sebagai karya penanda akhir sebuah era, bahkan menyebutnya sebagai “pesta terakhir” film wuxia yang menghadirkan para legenda yang pernah mengisi masa keemasan genre tersebut. Sebagian penonton mengaku tumbuh besar bersama film-film para aktor ini dan merasa terharu melihat mereka masih turun langsung ke adegan laga di usia sekarang.
Di sisi lain, muncul pula refleksi soal perubahan zaman. Para aktor senior ini dinilai telah mengorbankan seluruh masa muda mereka untuk film laga, tanpa pernah benar-benar tahu apakah genre wuxia masih memiliki tempat besar di pasar modern. Namun bagi banyak penggemar, justru karena itulah Blades of the Guardians dianggap penting untuk dibuat sekarang, selagi para legenda tersebut masih bisa berdiri di depan kamera.
Perhatian juga tertuju pada kehadiran sutradara laga legendaris Yuen Woo-ping. Max Zhang secara terbuka mengungkapkan bahwa setiap kali Yuen Woo-ping memanggilnya untuk sebuah proyek, ia akan datang tanpa ragu. Hubungan profesional keduanya telah terjalin sejak lama, bahkan sebelum Zhang dikenal luas sebagai aktor.
Setelah pensiun dari tim wushu pada 1998, Max Zhang bergabung dengan tim stunt Yuen Woo-ping. Saat proses produksi Crouching Tiger, Hidden Dragon, Yuen Woo-ping melihat potensi Zhang dan mempercayakannya menjadi pemeran pengganti Zhang Ziyi, sekaligus terlibat dalam pengajaran gerakan untuk Chow Yun-fat. Pengalaman tersebut menjadi fondasi penting bagi peralihan karier Zhang ke dunia akting.
Pada usia 39 tahun, Max Zhang kembali mendapat dorongan besar dari Yuen Woo-ping lewat perannya sebagai Ma San dalam film The Grandmaster. Peran itu mengantarkannya meraih penghargaan Aktor Pendukung Terbaik di Hong Kong Film Awards. Dalam pidato kemenangannya, Zhang secara khusus menyebut Yuen Woo-ping sebagai sosok pertama yang ingin ia ucapkan terima kasih.
Kini, melalui Blades of the Guardians (2026), kolaborasi lintas generasi dan reuni para legenda tersebut kembali terwujud. Bagi banyak penonton, film ini bukan sekadar tontonan laga, melainkan penanda penting perjalanan panjang film wuxia di layar lebar.










