Jet Li Bersedia Bintangi Film Blades of the Guardians Demi Wu Jing

Timotius Ari
Disclosure: Situs ini mungkin berisi tautan afiliasi, yang berarti kami bisa mendapatkan komisi jika kalian mengklik tautan tersebut dan melakukan pembelian. Kami hanya merekomendasikan produk atau layanan yang kami yakin bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih atas dukungan kalian!
Dukung Kami

Kami berusaha menghadirkan konten yang bisa tetap diakses semua orang tanpa batas.

Dukungan kecil dari kalian membantu kami tetap berjalan dan menjaga kemandirian.

Kalau kalian berkenan, dukungan bisa dimulai dari Rp5.000 lewat Trakteer.


- Advertisement -

LayarHijau.com – Film laga kung fu, Blades of the Guardians resmi mengumumkan jadwal tayang pada musim Imlek 2026. Kabar ini langsung memicu perbincangan luas di media sosial China karena deretan pemainnya yang dianggap nyaris mustahil berkumpul dalam satu proyek, hingga membuat film ini disebut sebagai “perjamuan terakhir dunia wuxia”.

Blades of the Guardians menghadirkan lebih dari 30 aktor lintas generasi. Nama-nama besar seperti Tony Leung Ka-fai (66), Kara Wai (64), Jet Li (61), Nicholas Tse (44), Max Zhang (50), dan Wu Jing (50) berkumpul dalam satu layar. Wu Jing bahkan secara terbuka menyebut film ini berpotensi menjadi karya wuxia terakhir yang mempertemukan begitu banyak bintang senior dunia bela diri.

Menurut laporan Yangtze Evening Post, materi di balik layar yang dirilis pihak film memperlihatkan betapa beratnya proses syuting bagi para aktor. Jet Li terlihat sempoyongan setelah menyelesaikan satu adegan laga dan mengatakan dirinya sudah tidak bisa berdiri dengan stabil. Max Zhang tampak kelelahan usai adegan perkelahian intens, sementara Wu Jing berkelakar, “Kami bertiga kalau digabung usianya sudah 160 tahun, kaki sudah pincang, tapi masih harus bertarung.”

- Advertisement -

Kemunculan Jet Li menjadi sorotan utama. Aktor legendaris ini terakhir kali tampil dalam film wuxia lewat Flying Swords of Dragon Gate pada 2011. Artinya, Blades of the Guardians menjadi film silat kostum pertamanya setelah jeda sekitar 15 tahun, sebuah kembalinya sosok ikonik yang sangat dirindukan penonton.

Jet Li sendiri mengungkapkan bahwa keputusannya kembali ke genre wuxia sepenuhnya karena Wu Jing. Keduanya telah saling mengenal selama puluhan tahun, dan Wu Jing merupakan juniornya di dunia bela diri. Blades of the Guardians juga menjadi film wuxia pertama yang mempertemukan mereka dalam satu proyek. Jet Li mengatakan bahwa melihat Wu Jing memasuki usia 50-an namun masih menyimpan semangat dan kecintaan besar terhadap dunia wuxia membuatnya tersentuh. Ia pun berkata kepada Wu Jing, “Apa pun yang ingin kamu lakukan, aku akan menemanimu.”

Respons warganet pun dipenuhi emosi. Banyak yang menyebut film ini sebagai karya penutup generasi emas film silat. Ada yang menilai setelah ini penonton mungkin tidak akan lagi melihat film wuxia dengan jajaran bintang sebesar ini. Sebagian lainnya mengaku terharu karena para aktor tersebut adalah sosok yang menemani masa kecil mereka. Ada pula yang menyoroti kegelisahan para aktor senior tentang masa depan film wuxia, apakah masih memiliki penonton di era sekarang. Namun justru karena itu, banyak yang merasa film ini harus dibuat sekarang. Jika tidak sekarang, lalu kapan lagi?

- Advertisement -

Selain para aktor, sosok koreografer laga legendaris Yuen Woo-ping juga mendapat perhatian. Max Zhang mengungkapkan bahwa setiap kali dipanggil Yuen Woo-ping, ia datang tanpa perlu banyak bertanya. Ia mengenang bagaimana pada usia 39 tahun, dirinya direkomendasikan Yuen Woo-ping untuk memerankan Ma San dalam The Grandmaster, peran yang membawanya meraih Hong Kong Film Awards sebagai Aktor Pendukung Terbaik. Dalam pidato kemenangannya saat itu, orang pertama yang ia ucapkan terima kasih adalah Yuen Woo-ping. Kini, kembali bekerja sama dalam Blades of the Guardians, keduanya disebut masih memiliki chemistry sekuat dulu.

Dengan berkumpulnya aktor lintas generasi, kisah persahabatan di balik layar, serta nuansa perpisahan yang terasa kuat, Blades of the Guardians tidak hanya hadir sebagai film laga, tetapi juga sebagai simbol penutup sebuah era penting dalam sejarah film wuxia.

Preorder Novel Hidden Love & The First Frost
Preorder Novel Hidden Love dan The First Frost Bahasa Indonesia sudah dibuka
- Advertisement -
Share This Article
Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments