LayarHijau.com – Drama kostum Pursuit of Jade (逐玉) yang dibintangi Zhang Linghe dan Tian Xiwei terus mempertahankan popularitasnya sejak penayangan perdana. Selain kisah utama yang penuh gejolak, hubungan para karakter pendukung justru ikut mencuri perhatian karena emosi yang tak kalah dalam.
Salah satu yang paling membekas adalah kisah Gong Sun Yin yang diperankan Li Qing dan Sang Putri Agung yang diperankan Yu Zhongli. Hubungan mereka bukan sekadar romansa biasa, melainkan kisah cinta yang tumbuh dalam diam dan berakhir tanpa bisa diperjuangkan.
Gong Sun Yin digambarkan sebagai sosok tenang dan rasional, kepala akademi Luyuan di Hejian yang juga sahabat dekat Xie Zheng. Sementara Sang Putri Agung memiliki kepribadian anggun, namun menyimpan keberanian besar dalam mengejar perasaannya. Pertemuan mereka bermula dari permainan catur di sebuah paviliun saat hujan, di mana keduanya saling mengagumi cara berpikir satu sama lain.
Perasaan itu berkembang perlahan. Sang Putri Agung bahkan rela menyamar sebagai pria demi bisa belajar di akademi dan lebih dekat dengan Gong Sun Yin. Namun, perbedaan status menjadi penghalang yang tak terhindarkan. Demi melindungi sang putri, Gong Sun Yin justru memilih jalan yang paling menyakitkan—memutus hubungan itu sebelum benar-benar dimulai.
Puncaknya terjadi saat Sang Putri Agung, yang sudah kembali ke identitas aslinya, berlari menghampiri Gong Sun Yin untuk mengungkapkan perasaannya. Namun, ia hanya mendapat jawaban halus yang penuh jarak: harapan agar ia kembali ke ibu kota dengan selamat. Senyum yang tak pernah hilang dari wajah Gong Sun Yin justru menjadi bentuk penolakan paling menyakitkan, meninggalkan sang putri pergi dengan mata berkaca-kaca. Adegan ini pun membuat banyak penonton ikut tersentuh dan tak rela melepas kisah mereka.
Memasuki episode 24, hubungan keduanya tidak benar-benar menghilang, melainkan berubah menjadi jarak yang lebih dingin dan menyakitkan. Sang Putri Agung yang menyamar sebagai tabib kerajaan dengan nama Qi Shu diam-diam memasuki medan perang demi membantu pasukan sekaligus mencari Xie Zheng. Keberaniannya tetap sama—ia masih sosok yang rela mempertaruhkan segalanya demi orang lain.
Di sisi lain, Gong Sun Yin kini mengungkap identitas aslinya sebagai penasihat militer dalam pasukan Xie. Pertemuan kembali keduanya terjadi dalam situasi yang jauh berbeda dari masa lalu yang tenang di akademi. Tidak ada lagi permainan catur atau percakapan halus—yang tersisa hanyalah jarak yang sengaja diciptakan.
Saat mereka kembali berhadapan, Sang Putri Agung mengingat jelas bagaimana Gong Sun Yin pernah menyuruhnya menjauh demi keselamatannya. Kali ini, ia benar-benar melakukannya. Sikapnya berubah dingin, menjaga jarak, seolah menekan semua perasaan yang dulu pernah ia kejar tanpa ragu.
Perubahan ini justru mempertegas luka di antara mereka. Jika sebelumnya Gong Sun Yin yang menahan diri, kini keduanya sama-sama memilih menjauh. Bukan karena perasaan itu hilang, tetapi karena mereka sadar bahwa hubungan tersebut memang tak memiliki jalan.
Akting Li Qing semakin terasa kuat lewat detail kecil—tatapan yang tertahan, sikap tenang yang menyembunyikan konflik batin, hingga momen-momen singkat yang menunjukkan bahwa ia sebenarnya tidak pernah benar-benar melepaskan. Sementara Yu Zhongli menghadirkan sosok putri yang tidak lagi sekadar berani mengejar cinta, tetapi juga mampu menahan diri ketika kenyataan memaksanya mundur.
Kisah mereka di Pursuit of Jade menjadi gambaran cinta yang tidak selalu berakhir dengan kebersamaan. Ada perasaan yang tumbuh begitu dalam, namun harus dikubur demi tanggung jawab dan keselamatan. Justru karena itulah, hubungan Gong Sun Yin dan Sang Putri Agung terasa begitu nyata—dan meninggalkan kesan mendalam bagi penonton.










