Posted in

Syuting Drama Love Slowly Diterpa Kontroversi, Fans William Chan Protes Posisi Billing

Bagikan

LayarHijau.com – Drama urban terbaru Love Slowly (愛情慢慢), terjemahan literal dari judul Mandarin yang diadaptasi dari novel klasik karya Yi Shu, resmi memulai proses syuting pada pertengahan Maret. Proyek yang semula digadang-gadang sebagai salah satu drama paling dinantikan ini justru langsung diterpa kontroversi sejak hari pertama terkait posisi billing pemeran utama.

Drama ini dibintangi oleh Zhong Chuxi, William Chan, Xiang Hanzhi, Niu Junfeng, dan Wang Zixuan. Ceritanya mengikuti jurnalis Zhu Lizi (Zhong Chuxi) yang menjalin hubungan dengan dokter “sempurna” Wang Zhicheng (William Chan). Namun, seiring waktu, ia mulai menyadari adanya sisi gelap dalam diri sang kekasih—keinginan mengontrol yang berlebihan dan manipulasi emosional—yang menyeretnya ke dalam hubungan penuh kekerasan psikologis sebelum akhirnya berusaha bangkit dan menyelamatkan diri.

Dukung Layar Hijau

Layar Hijau adalah media independen yang hadir untuk berbagi berita dan informasi seputar drama Asia yang kalian cintai. Jika kalian menikmati konten kami, dukungan kecil dari kalian membantu Layar Hijau terus berjalan dan menghadirkan lebih banyak cerita untuk para penggemar.

Setiap dukungan berarti bagi kami. Terima kasih sudah membaca, mengikuti, dan menjadi bagian dari perjalanan Layar Hijau.


Untuk pengguna di Indonesia

Untuk pengguna internasional

Informasi lebih lanjut, klik di sini.

Ini juga menjadi proyek reuni antara Zhong Chuxi dan William Chan setelah sebelumnya bekerja sama dalam film Adoring.

Kontroversi langsung mencuat pada hari pertama syuting. Para penggemar William Chan menuduh tim produksi melakukan sejumlah pelanggaran kepercayaan, dan isu ini dengan cepat menjadi trending serta memicu perdebatan luas di media sosial.

Fans menyebut tim produksi menggunakan alasan “karakter antagonis tidak bisa menjadi pemeran utama pertama” untuk menurunkan posisi billing William Chan dari yang semula direncanakan sebagai pemeran utama pertama menjadi kedua. Namun, alasan tersebut dinilai tidak konsisten karena dalam praktik industri, terdapat sejumlah drama lain yang tetap menempatkan karakter antagonis sebagai pemeran utama pertama.

Selain itu, penggemar juga menyoroti dugaan perubahan kesepakatan secara sepihak dengan “berlindung di balik kebijakan”. Mereka mengacu pada aturan terbaru dari National Radio and Television Administration tahun 2026, yang menyebutkan bahwa urutan kredit seharusnya mengikuti jumlah goresan huruf dalam nama asli aktor. Dalam hal ini, marga “Chen” (陳) milik William Chan memiliki jumlah goresan lebih sedikit dibandingkan “Zhong” (鍾), yang seharusnya menempatkannya di posisi lebih awal.

Kekecewaan fans juga dipicu oleh anggapan bahwa William Chan telah mengambil risiko besar dengan memerankan karakter antagonis yang kompleks dan berlapis demi mengangkat isu kekerasan mental dalam hubungan. Namun, mereka merasa aktor dan penggemarnya justru diperlakukan tidak adil oleh tim produksi.

Karya-karya Yi Shu selama ini dikenal dengan sudut pandang perempuan yang tajam dan relevan. Karena itu, Love Slowly sempat diharapkan bisa mengikuti jejak kesuksesan adaptasi seperti The First Half of My Life dan My Best Friend’s Story. Namun alih-alih memulai dengan respons positif, drama ini justru harus menghadapi badai kontroversi sejak awal produksi.

Hingga kini, perkembangan lebih lanjut dari polemik ini masih terus menjadi perhatian publik.

Kaca Pembesar HP

Kaca Pembesar HP
★★★★ 4 Stars

Produk inovatif.

Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.

Kualitas hingga HD, harga murah meriah.

Cek Harga →

Holder Jepit HP

Holder Jepit HP
★★★★½ 4.5 Stars

Aksesoris tonton drama.

Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.

Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.

Cek Harga →

Proyektor HP

Proyektor HP
★★★★½ 4.5 Stars

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.

Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.

Cek Harga →

Bagikan

Tim suka menulis berbagai hal, dan menonton film, serial TV, drama atau sekedar menonton video lainnya di YouTube. Pada waktu senggang, Tim suka belajar membuat ramen.

Your email address will not be published. Required fields are marked *