Usai Bocor di China, Pursuit of Jade Dituding Pangkas Adegan Kunci: Dari “Lawan Beruang” Tian Xiwei hingga Momen Emosional Zhang Linghe Hilang

Timotius Ari
Disclosure: Situs ini mungkin berisi tautan afiliasi, yang berarti kami bisa mendapatkan komisi jika kalian mengklik tautan tersebut dan melakukan pembelian. Kami hanya merekomendasikan produk atau layanan yang kami yakin bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih atas dukungan kalian!
Dukung Kami
- Advertisement -

LayarHijau.com – Setelah sebelumnya ramai karena kebocoran episode di China, drama Pursuit of Jade (逐玉) kini kembali menuai kontroversi. Kali ini, sorotan publik tertuju pada dugaan pemangkasan besar-besaran adegan penting yang dinilai merusak alur cerita dan perkembangan karakter.

Sejak awal penayangannya pada Maret 2026, drama ini sebenarnya langsung mencuri perhatian. Namun, perdebatan muncul bukan karena akting para pemain, melainkan karena banyaknya adegan penting yang diduga dihilangkan dari versi tayang.

Berdasarkan rangkuman dan perbandingan yang dibagikan oleh netizen di China—yang mengacu pada episode yang sudah tayang serta versi lengkap yang sempat beredar—sejumlah adegan kunci disebut tidak muncul dalam versi resmi.

- Advertisement -

Salah satu yang paling disorot adalah adegan “konfrontasi di hutan” milik karakter Yu Qianqian yang diperankan Kong Xueer. Adegan ini disebut sebagai titik balik penting yang menunjukkan perubahan karakter dari sosok pedagang santai menjadi seorang ibu yang protektif. Selain itu, adegan lain seperti “permainan strategi di pemandian” yang juga menonjolkan sisi tegas dan penuh tekanan dari karakter tersebut, dilaporkan tidak muncul dalam versi tayang.

Dalam siaran live watch bersama, Kong Xueer bahkan terlihat terkejut saat pertama kali menyadari adegannya tidak ditampilkan. Reaksi spontan itu langsung menjadi viral dan memperkuat dugaan adanya pemangkasan besar.

Sorotan juga mengarah pada karakter utama wanita yang diperankan Tian Xiwei. Untuk mendalami peran sebagai jenderal perempuan berlatar belakang tukang jagal, ia disebut melakukan persiapan intensif selama tiga bulan. Ia bahkan masuk ke rumah potong hewan, mempelajari teknik penyembelihan, hingga setiap hari berlatih memotong daging dengan pisau. Tak hanya itu, ia juga menjalani adegan laga di suhu di bawah nol derajat dengan mengenakan baju zirah seberat sekitar 40 jin (sekitar 20 kilogram).

- Advertisement -

Namun, sejumlah adegan yang menjadi hasil dari persiapan tersebut justru tidak muncul dalam versi tayang. Di antaranya adalah adegan “membunuh beruang sendirian”, “merebut logistik dengan berburu beruang”, hingga “menyusun strategi untuk menembus markas musuh”. Adegan-adegan ini dinilai penting untuk menunjukkan kecerdikan, keberanian, dan perkembangan karakter utama wanita, tetapi dilaporkan dihapus atau diganti.

Perubahan juga terjadi pada alur cerita. Dalam versi asli, karakter Fan Changyu digambarkan menunjukkan keberanian saat berburu beruang demi mendapatkan makanan. Namun dalam versi tayang, bagian ini disebut diubah menjadi alur di mana tokoh pria mengambil alih konsekuensi, sehingga mengurangi kesan kemandirian karakter wanita.

Di sisi lain, Zhang Linghe yang memerankan tokoh utama pria juga disebut terdampak pemangkasan. Demi peran sebagai bangsawan yang jatuh dan tampak lemah, ia menurunkan berat badan sekitar 15 jin (sekitar 7,5 kilogram). Ia juga menyiapkan adegan penting seperti momen mengalahkan musuh di medan perang.

Namun, adegan pertempuran tersebut dilaporkan dipangkas secara signifikan. Selain itu, momen emosional saat reuni di kamp militer—yang menampilkan luapan emosi hingga menangis—juga disebut tidak ditampilkan, dengan alasan penyesuaian karakter agar terlihat lebih menahan diri.

Dampaknya terlihat jelas pada durasi kemunculan karakter. Dalam beberapa episode, tokoh yang diperankan Zhang Linghe hanya muncul sekitar 4 menit, bahkan turun menjadi sekitar 2 menit dalam bentuk potongan adegan singkat. Padahal, dalam wawancara sebelumnya, ia sempat menyebut bahwa adegan-adegan sederhana dengan nuansa kehidupan sehari-hari justru menjadi inti pembentukan karakter.

Akibat pemangkasan ini, banyak penonton menilai alur utama menjadi terfragmentasi dan sulit diikuti. Motivasi karakter terasa kurang kuat, sementara hubungan emosional antar tokoh berkembang secara tiba-tiba tanpa cukup pembangunan cerita.

- Advertisement -

Sebaliknya, alur karakter pendukung justru dinilai mendapat porsi lebih besar. Karakter pria ketiga, misalnya, disebut memiliki durasi panjang hingga mendominasi satu episode lebih. Sementara itu, alur hubungan karakter putri kerajaan juga dikritik karena dianggap tidak relevan dengan cerita utama.

Beberapa adegan penting dalam hubungan karakter utama, seperti momen pengenalan melalui benda pribadi maupun interaksi sederhana di jalan, juga dilaporkan tidak ditampilkan. Hal ini membuat perkembangan hubungan terasa terputus dan kurang meyakinkan.

Kekecewaan penonton pun meluas di media sosial China. Topik terkait pemangkasan adegan menjadi perbincangan hangat, dengan banyak netizen menyusun daftar perbandingan detail untuk menunjukkan bagian mana saja yang tidak muncul dalam versi tayang.

Untuk menekan pihak platform dan produksi, sebagian penonton bahkan menyusun tabel perbandingan adegan yang hilang. Kritik pun mengarah pada keputusan penyuntingan yang dinilai terlalu mengorbankan alur utama demi memperpanjang cerita sampingan.

Di tengah kontroversi tersebut, situasi semakin memanas setelah pada 21 Maret malam, saat drama baru tayang hingga episode 30 di Tencent Video dan iQIYI, versi lengkap 40 episode tiba-tiba beredar luas di internet China.

Beberapa sumber yang beredar bahkan disebut memiliki watermark seperti “untuk peninjauan” dan “materi promosi”, sehingga memicu spekulasi mengenai asal kebocoran. Peristiwa ini membuat kemarahan penonton yang sebelumnya dipicu oleh isu pemangkasan adegan semakin memuncak.

Meski dilanda kontroversi, Pursuit of Jade tetap mencatatkan performa komersial yang kuat. Sejak tayang perdana pada 6 Maret 2026, drama ini dengan cepat menjadi trending, bahkan mendorong peningkatan jumlah pengikut media sosial Zhang Linghe secara signifikan.

Drama ini juga masuk dalam daftar tontonan populer di berbagai negara melalui platform seperti Netflix, menunjukkan adanya kesenjangan antara popularitas dan kepuasan penonton terhadap kualitas cerita.

Ketika penonton mempersoalkan sekitar 35 menit adegan yang disebut hilang, dan di saat yang sama versi lengkap beredar di luar jalur resmi, kontroversi Pursuit of Jade tak lagi sekadar soal satu drama. Di baliknya, muncul pertanyaan lebih besar tentang bagaimana karya dipresentasikan, bagaimana cerita diprioritaskan, dan sejauh mana upaya para aktor benar-benar dihargai dalam hasil akhir yang ditonton publik.

Preorder Novel Hidden Love & The First Frost
Preorder Novel Hidden Love dan The First Frost Bahasa Indonesia sudah dibuka
- Advertisement -
Share This Article
Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments