Tanggapan Ju Jingyi atas Tuduhan Penggelapan Pajak di Tengah Konflik dengan Siba Media

Timotius Ari
Disclosure: Situs ini mungkin berisi tautan afiliasi, yang berarti kami bisa mendapatkan komisi jika kalian mengklik tautan tersebut dan melakukan pembelian. Kami hanya merekomendasikan produk atau layanan yang kami yakin bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih atas dukungan kalian!
Dukung Kami

Kami berusaha menghadirkan konten yang bisa tetap diakses semua orang tanpa batas.

Dukungan kecil dari kalian membantu kami tetap berjalan dan menjaga kemandirian.

Kalau kalian berkenan, dukungan bisa dimulai dari Rp5.000 lewat Trakteer.


- Advertisement -

LayarHijau.com – Kontroversi yang melibatkan artis China Ju Jingyi dan agensinya, Siba Media, kembali memanas setelah muncul laporan dugaan penggelapan pajak yang viral pada 31 Maret 2026. Isu ini memperluas konflik yang sebelumnya hanya berkutat pada sengketa kontrak menjadi polemik yang lebih besar dan kompleks.

 

- Advertisement -

Laporan tersebut berupa surat实名 (identitas asli) tertanggal 30 Maret 2026. Dalam dokumen itu disebutkan bahwa Ju Jingyi diduga hanya melaporkan pendapatan sekitar 11 juta yuan, sementara penghasilan sebenarnya diperkirakan melebihi 50 juta yuan. Dengan demikian, selisih yang tidak dilaporkan disebut mencapai lebih dari 85 persen. Untuk tahun 2024, laporan lain menyebutkan bahwa Ju Jingyi melaporkan pendapatan sebesar 11,0018 juta yuan, sementara penghasilan dari kegiatan film dan komersial pada periode Juni hingga Desember saja diperkirakan telah melampaui 50 juta yuan, dengan dugaan rasio tidak dilaporkan mendekati 88 persen. Laporan tersebut juga diklaim menyertakan rincian data penghasilan dan daftar proyek yang tidak dilaporkan sebagai bukti pendukung.

- Advertisement -

Menanggapi tuduhan ini, pihak Ju Jingyi akhirnya angkat bicara. Melalui pernyataan resmi pada 31 Maret, pihaknya menegaskan bahwa artis tersebut selalu mematuhi hukum dan peraturan yang berlaku. Mereka menyatakan bahwa Ju Jingyi telah menjalankan kewajiban perpajakan sesuai aturan serta aktif bekerja sama dalam proses pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak terkait. Selain itu, Ju Jingyi juga disebut telah menunjuk kuasa hukum untuk mengajukan gugatan terhadap Siba Media atas dugaan pelanggaran dan tindakan yang merugikan nama baiknya.

Di sisi lain, Siba Media turut memberikan klarifikasi terpisah. Perusahaan tersebut menegaskan bahwa mereka bukan pihak yang melaporkan dugaan penggelapan pajak terhadap Ju Jingyi. Dalam pernyataannya, mereka menyebut tudingan yang mengarah kepada perusahaan sebagai upaya pengalihan isu yang dapat menyesatkan publik. Mereka juga mengklaim selama konflik berlangsung, pihak perusahaan justru menjadi korban serangan opini publik dan penyebaran informasi yang tidak akurat.

Sementara itu, pihak berwenang, yaitu Administrasi Perpajakan Negara China (State Taxation Administration) melalui Biro Inspeksi Pajak Shanghai, mengonfirmasi bahwa mereka memang telah menerima laporan terkait dugaan pelanggaran pajak tersebut pada 30 Maret 2026. Bukti penerimaan dengan nomor 2026-013 menunjukkan bahwa laporan telah diterima dan proses pemeriksaan awal telah dijalankan, dengan jaminan bahwa identitas pelapor akan dirahasiakan.

- Advertisement -

Namun, otoritas juga mengungkapkan bahwa sejak September 2025 mereka telah beberapa kali menerima laporan serupa. Setelah dilakukan pemeriksaan sebelumnya, tidak ditemukan pelanggaran pajak seperti yang dituduhkan. Berdasarkan ketentuan yang berlaku, laporan terbaru tersebut dinilai sebagai pengulangan dari laporan lama tanpa adanya bukti baru yang valid, sehingga secara hukum tidak dapat diproses lebih lanjut.

Sebelumnya, pada 26 Maret 2026, Siba Media telah lebih dulu merilis pernyataan yang membantah rumor adanya kesepakatan damai dengan Ju Jingyi. Mereka menegaskan bahwa sengketa kontrak antara kedua pihak masih berada dalam tahap proses hukum dan belum pernah mencapai penyelesaian.

Hingga kini, kasus yang melibatkan Ju Jingyi masih menjadi perhatian luas publik. Dengan adanya perbedaan pernyataan dari berbagai pihak, perkembangan selanjutnya dari hasil pemeriksaan otoritas pajak serta proses hukum yang berjalan akan menjadi kunci untuk menentukan arah akhir dari kontroversi ini.

Preorder Novel Hidden Love & The First Frost
Preorder Novel Hidden Love dan The First Frost Bahasa Indonesia sudah dibuka
- Advertisement -
Share This Article
Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments