Posted in

Sutradara The Scandal Tanggapi Kontroversi, Ungkap Alasan Kurangi Jumlah dan Intensitas Adegan Intim serta Puji Akting Nana

Bagikan

LayarHijau.com – Sutradara The Scandal, Jung Ji-woo, menanggapi berbagai reaksi penonton terhadap adegan intim dalam serial Netflix tersebut. Ia mengungkapkan bahwa sejak awal memang sengaja mengurangi intensitas penggambaran seksual dalam cerita dan tidak ingin membangun adegan romantis dengan tujuan meningkatkan ketegangan seksual.

The Scandal sebelumnya mendapat perhatian karena menampilkan sejumlah adegan dengan tingkat keterbukaan yang cukup berani. Namun, di sisi lain, ada pula penonton yang merasa bahwa unsur sensualitas dalam serial tersebut tidak sekuat yang mereka bayangkan dari cerita yang mengangkat hubungan cinta, hasrat, dan skandal.

Jung Ji-woo menegaskan bahwa keputusan tersebut memang merupakan bagian dari pendekatan penyutradaraannya.

Jung Ji-woo Sengaja Kurangi Intensitas Adegan Intim

Jung Ji-woo mengatakan dirinya sejak awal sudah bertekad untuk membuat adegan cinta dalam The Scandal tidak berfokus pada peningkatan intensitas seksual.

Ia secara tegas mengatakan tidak ingin penggambaran dalam serial tersebut dibangun secara bertahap dengan tujuan meningkatkan ketegangan seksual.

Menurutnya, ia justru ingin keluar dari pendekatan yang menjadikan peningkatan ketegangan seksual sebagai tujuan utama dalam adegan romantis.

Pernyataan tersebut menjadi penting karena The Scandal memiliki sejumlah adegan yang melibatkan hubungan intim antarkarakter. Beberapa pemain bahkan melakukan adegan dengan tingkat keterbukaan yang cukup tinggi.

Mengenai hal tersebut, Jung Ji-woo menjelaskan bahwa proses persiapan dilakukan secara panjang sebelum kamera mulai merekam.

Ia mengatakan pihaknya terlebih dahulu menjelaskan kepada para pemain mengenai isi cerita, adegan yang akan dibuat, serta bagaimana setiap adegan akan direkam. Para pemain juga diberi kesempatan untuk membicarakannya dengan agensi maupun keluarga mereka.

Dengan demikian, keputusan mengenai adegan yang cukup berani tersebut telah dibicarakan sejak tahap persiapan dan bukan sesuatu yang baru diputuskan ketika proses syuting berlangsung.

Sutradara Puji Akting Nana sebagai Hee-yeon

Selain membahas adegan intim, Jung Ji-woo juga memberikan perhatian khusus kepada Nana yang memerankan Hee-yeon.

Dalam The Scandal, Hee-yeon merupakan seorang perempuan yang kehilangan suaminya sebelum sempat menjalani kehidupan rumah tangga secara penuh. Setelah itu, ia menghadapi tuntutan untuk menjalankan kewajiban sebagai seorang perempuan yang harus menjaga kesetiaan kepada suaminya.

Karakter tersebut menghadapi tekanan emosional yang cukup besar sepanjang cerita.

Jung Ji-woo memuji cara Nana membawakan emosi Hee-yeon. Ia bahkan mengatakan akting Nana membuatnya merasa seperti melihat seseorang yang benar-benar menggunakan seluruh kondisi fisiknya untuk mempertahankan emosi karakter.

Untuk menangkap emosi tersebut secara maksimal, Jung Ji-woo berusaha merekam pengambilan gambar pertama menggunakan dua hingga tiga kamera sekaligus.

Menurutnya, cara tersebut dilakukan agar emosi yang muncul secara spontan pada pengambilan pertama tidak hilang ketika adegan diulang.

Jung Ji-woo mengaku beberapa kali merasa khawatir karena Nana terlihat terlalu larut dalam emosi karakter. Namun, pada saat yang sama, ia juga menganggap upaya tersebut menunjukkan kesungguhan Nana dalam memerankan Hee-yeon.

Tanggapi Kritik soal Nana Tidak Cocok untuk Drama Sejarah

Jung Ji-woo juga menanggapi pandangan bahwa Nana kurang cocok memerankan karakter dalam drama sejarah.

Ia justru menilai akting Nana menjadi salah satu bagian yang paling mengesankan dalam proses pengerjaan The Scandal.

Alih-alih menilai Nana hanya berdasarkan citranya sebagai aktris yang sebelumnya banyak tampil dalam karya berlatar modern, Jung Ji-woo menekankan bagaimana sang aktris berusaha mempertahankan emosi Hee-yeon sepanjang proses syuting.

Menurutnya, perhatian utama bukan sekadar apakah seorang pemain terlihat cocok dengan latar sejarah, tetapi bagaimana pemain tersebut dapat membawa emosi karakter ke dalam adegan.

Jung Ji-woo Mulai Mempertanyakan Gaya Penyutradaraannya

Jung Ji-woo sendiri sebelumnya dikenal melalui karya-karya yang mengeksplorasi cinta, hasrat, hubungan terlarang, dan berbagai bentuk penyimpangan dalam hubungan manusia.

Film Happy End (1999), Eungyo (2012), serta serial Somebody (2022) merupakan beberapa karya yang memperlihatkan pendekatan tersebut.

Ia bahkan menggambarkan gaya penyutradaraannya sendiri dengan istilah “sutradara erotis”.

Namun, setelah mengerjakan The Scandal, Jung Ji-woo mengaku mulai mempertanyakan apakah pendekatan tersebut masih ingin terus digunakannya.

Ia mengatakan dirinya mulai berpikir untuk berhenti menggunakan pendekatan tersebut karena merasa unsur ketidaknyamanan dalam sebuah karya mungkin sudah berada pada titik yang dapat mengalahkan inti cerita.

Menurutnya, kondisi penggambaran kekerasan dan seksual dalam karya saat ini juga bergerak ke arah yang berbeda. Ia melihat penggambaran kekerasan semakin didorong menjadi lebih provokatif, sementara penggambaran seksual justru perlu dikurangi intensitasnya dan mencari cara lain untuk menyampaikan cerita.

Jung Ji-woo menilai perubahan tersebut sebagai arah yang sehat.

Ia juga mengungkapkan bahwa untuk karya berikutnya, dirinya ingin mengangkat tema yang tidak berfokus pada cinta.

The Scandal Membalik Pola Hubungan Pria dan Wanita

Di luar kontroversi mengenai adegan intim, salah satu konsep utama The Scandal adalah pembalikan pola hubungan pria dan wanita yang umum ditemukan dalam cerita roman.

Dalam cerita ini, sosok yang memimpin hubungan dengan seorang pria muda yang sedang jatuh cinta adalah perempuan yang lebih tua.

Karakter yang menjadi bahan pembicaraan masyarakat karena rumor dan lukisan erotis juga merupakan seorang pria, bukan perempuan.

Jung Ji-woo mengatakan salah satu hal yang paling menarik baginya dari novel klasik yang menjadi dasar cerita adalah keputusan Jo Won untuk tidak pernah mengkhianati Lady Jo hingga akhir cerita.

Ia merasa menarik untuk mempertanyakan bagaimana sebuah hubungan yang membuat seorang pria tidak dapat melepaskan diri dapat terbentuk pada abad ke-18.

Menurutnya, ketika hubungan tersebut dibaca dengan posisi gender yang dibalik, cerita menjadi tantangan yang menarik dengan hubungan antarkarakter yang memiliki banyak lapisan.

Ia juga menyusun karakter perempuan dari berbagai kelas sosial, mulai dari perempuan kelas atas seperti Jung Kyung-bu-in dan Lady Jo hingga Hee-yeon dan Eun-sil yang diperankan Kim Ji-an.

Melalui karakter-karakter tersebut, ia ingin menunjukkan bagaimana perempuan dari berbagai lapisan masyarakat menjalani kehidupan mereka pada masa tersebut.

Mengambil Latar Era Raja Jeongjo

The Scandal mengambil latar pada masa ketika novel klasik yang menjadi sumber cerita tersebut diterbitkan, yaitu era Raja Jeongjo.

Nama sang raja memang tidak disebut secara langsung dalam cerita. Namun, penyebutan mengenai ayahnya, Pangeran Sado, serta pembangunan Benteng Hwaseong memberikan petunjuk mengenai periode sejarah yang menjadi latarnya.

Jung Ji-woo menggambarkan era Raja Jeongjo sebagai masa ketika “semuanya bergerak”.

Menurutnya, kerajaan dan sistem kelas sosial masih ada, tetapi pada saat yang sama sudah muncul berbagai tanda perubahan menuju masyarakat yang lebih modern.

Ia menilai kondisi tersebut, termasuk kemungkinan seseorang memiliki aset secara pribadi tanpa sepenuhnya ditentukan status sosialnya, menjadi salah satu elemen penting dalam membangun dunia The Scandal.

Selain hubungan antarkarakter, serial ini juga mendapat perhatian karena menampilkan unsur budaya Korea seperti hanbok, lukisan minhwa, dan pansori.

Kaca Pembesar HP

Kaca Pembesar HP
★★★★ 4 Stars

Produk inovatif.

Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.

Kualitas hingga HD, harga murah meriah.

Cek Harga →

Holder Jepit HP

Holder Jepit HP
★★★★½ 4.5 Stars

Aksesoris tonton drama.

Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.

Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.

Cek Harga →

Proyektor HP

Proyektor HP
★★★★½ 4.5 Stars

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.

Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.

Cek Harga →

Bagikan

Tim suka menulis berbagai hal, dan menonton film, serial TV, drama atau sekedar menonton video lainnya di YouTube. Pada waktu senggang, Tim suka belajar membuat ramen.

Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted